Digitalisasi BSI Sebuah Keharusan

ADVERTISEMENT

Digitalisasi BSI Sebuah Keharusan

Holdi Bulhasan - detikNews
Sabtu, 31 Des 2022 12:24 WIB
BSI Mobile
Foto: Shutterstock
Jakarta -

Kehadiran Bank Syariah Indonesia (BSI) di era revolusi industri 4.0 mempunyai tantangan yang sangat besar, yakni perubahan perilaku nasabah. Maka dari itu, sebuah keharusan bagi BSI untuk focus dalam menerapkan digitalisasi produk dan layanan perbankan. Perbankan syariah dengan image bank yang lamban dalam penerapan teknologi digital, harus dijawab dengan penerapan digitalisasi.

Tantangan perbankan syariah sekarang bukan lagi berkutat pada persoalan hukum (riba) serta produk bank halal haram, tidak. Semua itu sudah dijawab dan dijelaskan oleh berbagai fatwa dan argumentasi yang mencerahkan. Kesadaran masyarakat Islam khususnya, sudah terbangun pemahaman segala produk layanan perbankan syariah adalah perwujudan dari ekosistem keuangan yang halal. Namun demikian, tidak cukup sampai di sini, karena Indonesia dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia, diharapkan menjadi potensi untuk dapat ikut menjadi bagian dari komunitas/ nasabah perbankan syariah.

Itulah sebabnya, tantangan BSI sekarang ini dan ke depan, harus berevolusi dengan perkembangan teknologi digital. Manajemen BSI harus sadar bahwa nasabah sekarang adalah masyarakat society 5.0, yakni masyarakat yang berpusat pada manusia berbasis teknologi. Segala tantangan dan permasalahan terjawab dengan memanfaatkan berbagai inovasi produk teknologi digital. Dan ini menjadi ciri khas dari masyarakat era revolusi industri 4.0 yang serba praktis/mudah, cepat serta murah.

Sehingga kehadiran BSI mampu menghapus persepsi perbankan syariah lamban dalam penerapan teknologi digital. BSI harus mampu menjadi pemimpin terdepan dalam digitalisasi perbankan syariah. BSI sebagai perbankan syariah terbesar di Indonesia dan menjadi perbankan terbesar ke-7 di Indonesia, harus terus berinovasi dengan produk dan jasa layanan digital. Banyak peluang yang dapat direbut oleh BSI, jika mampu menerapkan digitalisasi secara masif ke depan.

Selain faktor jumlah penduduk muslim terbesar, yang dapat menjadi sasaran nasabah BSI, adalah ekosistem halal yang dapat kembangkan oleh BSI untuk tumbuh bersama dengan berbagai ekosistem yang ada di Indonesia. Seperti pengelolaan dana kas masjid, yang jumlahnya mencapai 290 ribu lebih, memiliki potensi dana umat ratusan miliar rupiah. Studi yang dilakukan Dr. Muhammad Akhyar Adnan, MBA., Ak., CA dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta tahun 2012 ditemukan idle cash (dana masjid yang menganggur) sebanyak Rp 304,542 miliar, di Yogyakarta. Jika se Indonesia, dapat dibayangkan. Artinya ada potensi ekonomi umat di masjid.

Demikian juga di kelompok penyelenggaraan umrah dan haji, khusus umrah mencapai 800 ribu lebih jamaah, bahkan tahun 2018 mencapai satu juta jamaah (Data Kementerian Agama). Berapa perputaran uang di sini? Masih banyak ekosistem yang dapat dirangkul oleh BSI, untuk diajak tumbuh Bersama, seperti Lembaga pengelolaan wakaf, zakat dan infaq; juga lembaga pendidikan Islam sekolah/madrasah, industri makanan halal, wisata halal, fesyen Islami, dan banyak lagi, tak terkecuali yang sedang trend sekarang adalah e-commerce.

Khusus e-commerce, potensi perputaran uang di sini sangat luar biasa. Dari penjelasan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) ada 130 pelaku usaha perdagangan melalui sistem elektronik per September 2022. Sudah terkumpul setoran mencapai Rp 8,05 triliun pajak 2022 (sumber detik.com/19 Okt 2022). Berarti, ada lebih Rp 80 triliun uang beredar dari transaksi e-commerce di Indonesia. Traffic ini dapat dibidik oleh BSI, jika penerapan digitalisasinya juga diperhitungkan oleh pelaku e-commerce tersebut.

Untuk merangkul semua potensi yang besar tersebut, BSI harus mampu menerapkan layanan yang serba canggih, penerapan teknologi digital yang mumpuni. Jaringan komunitas yang terhubung satu dengan lain, memudahkan transaksi yang aman, lancar, murah, mudah, dan utama berkah. Kehadiran BSI menjadi solusi bagi semua ekosistem tersebut dalam pengembangan usaha yang ada. Tunjukkan berbagai produk dan layanan BSI yang sudah digitalisasi, seperti BSI Mobile, BSI Aisyah, Solusi Emas, BSI ATM CRM, BSI Merchant Business, BSI Cardless Withdrawal, Buka Rekening Online, BSI Net, Mitraguna Online, BSI Debit Card, BSI Debit OTP, Deposito Mobile, Griya Hasanah Online, BSI JadiBerkah.id dan E-mas BSI Mobile, serta BSI QRIS. Luar biasa digitalisasi produk dan layanan BSI, dan inovasi tidak akan pernah berhenti. Saatnya, BSI harus bergerak cepat dalam memasarkan produk dan layanan yang sudah digitalisasi tersebut. Maka kerja dari tim digital marketing harus intensif dan terukur.

Namun, penerapan teknologi hendaknya BSI tetap mempertahankan kepercayaan masyarakat terhadap perbankan syariah. Di sini, dua tantangan berat dihadapi. Pertama, kemampuan manajemen dan seluruh komponen BSI untuk istiqomah dalam menjaga amanah yang diberikan nasabah. Kedua, Keamanan Siber (cyber security) BSI harus diperkuat, agar nasabah dan organisasi BSI terlindungi dari berbagai ancaman termasuk akses ilegal. Jika dua hal ini "error" maka visi BSI menjadi "Top 10 Global Islamic Bank" hanya impian, tapi jika integritas tetap dijaga maka cita-cita tersebut akan jadi kenyataan.

Holdi Bulhasan

(fhs/ega)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT