Evolusi-Revolusi, Bank Digital Syariah Pasti Siap!

ADVERTISEMENT

Kolom

Evolusi-Revolusi, Bank Digital Syariah Pasti Siap!

Anindra Shafa Ghefira - detikNews
Sabtu, 31 Des 2022 12:45 WIB
Ilustrasi Bank Syariah Indonesia
Foto: Shutterstock
Jakarta -

Perkembangan digitalisasi di zaman modern telah hampir mempengaruhi semua bidang dan aspek kehidupan manusia. Di Indonesia, data terbaru menunjukkan bahwa pasar perbankan digital masih memiliki potensi pertumbuhan yang signifikan karena bidang keuangan di perbankan adalah sesuatu yang penting untuk memenuhi kebutuhan hidup masyarakat melalui transaksi keuangan.

Di zaman serba digital, tentunya sudah tak asing lagi dengan segala kegiatan apapun yang dilakukan manusia dilakukan secara otomatis melalui mesin. Tidak dapat dipungkiri juga dengan bank syariah yang tersebar di Indonesia mengikuti tren penggunaan digitalisasi untuk mempermudah transaksi yang dilakukan nasabah.

Perubahan yang cukup menguras tenaga dan pikiran bagi bank syariah berevolusi menjadi bank digital syariah, dituntut oleh masyarakat dan perkembangan zaman (tren) agar menjadikan bank syariah lebih modern bukanlah hal mudah. Bahkan, kesiapan instansi juga harus direncanakan dengan matang apalagi bank syariah adalah perbankan berprinsip agama Islam.

Pada tahun 90-an, bank syariah baru muncul dan memulai proses pengenalannya kepada masyarakat untuk menarik nasabah. Bahkan pada proses debutnya, bank syariah mengalami perdebatan akan sistem operasional maupun tujuan dan latar belakang berdirinya bank syariah tersebut. Mungkin, sebuah bank berbasis syariah pada masa itu masih terasa asing di kalangan masyarakat yang sudah menggunakan bank umum konvensional untuk melakukan berbagai kegiatan transaksinya.

Bank syariah sendiri memiliki sebuah tujuan kompleks yang dilandasi oleh agama yakni Islam sehingga tujuannya menjalankan maqashid syari'ah dalam kehidupan manusia dan bukan semata-mata hanya untuk mencari keuntungan duniawi semata. Layaknya dalam islam, syariah memiliki arti komponen islam yang mengatur tentang kehidupan seorang manusia muslim di bidang ibadah maupun akhlak. Sehingga hadirnya bank syariah bisa membantu manusia untuk menjalankan bidang ekonomi melalui bank dengan metode islami.

Bank digital syariah merupakan inovasi baru dalam industri perbankan syariah yang memiliki beberapa hal menarik dari tren bank digital syariah. Sehingga kesiapan untuk berevolusi ke bank digital dipersiapkan dengan matang secara cepat dan akhirnya memunculkan berbagai jasa baru yang lebih modern dengan landasan agama islam yang menjadi ciri khas dari bank syariah.

Digitalisasi yang terus bergerak dengan cepat dan gesit segera mempengaruhi berbagai kehidupan manusia untuk mempermudah pekerjaan yang dilakukan. Mulai dari mengubah hal kecil seperti bacaan yang sudah bisa diakses melalui internet atau perpustakaan digital sampai transaksi besar yang bisa dilakukan melalui smartphone masing-masing individu. Didukung oleh fakta bahwa bank termasuk sesuatu yang penting bagi berjalannya kehidupan manusia generasi sekarang dalam memenuhi kebutuhan secara finansial dan seluruh ekonominya di masa sekarang.

Nusantara ini sudah memiliki banyak instansi keuangan berbasis umum maupun syariah dan telah digunakan oleh seluruh masyarakat Indonesia. Namun, berbagai instansi keuangan tersebut masih beragam sistem yang digunakan yaitu konvensional dan digital maupun hybrid (konvensional dicampur digital) dengan dominan salah satunya.

OJK (Otoritas Jasa Keuangan) mendefinisikan bank digital sebagai bank yang menyediakan layanan di bidang finansial dan menjalankan usaha secara elektronik tanpa kantor fisik sama sekali atau kantor fisik terbatas. Ini diartikan bahwa bank digital harus sepenuhnya berpengalaman dan teknis digital, bukan sekadar instansi keuangan yang menjalankan fitur online saja. Sebagai salah satu kendala yang dialami bank digital syariah. Kendala lainnya juga mempengaruhi tren digital bank syariah yakni masyarakat belum sepenuhnya tertarik pada bank berbasis syariah bahkan di zaman digitalisasi sekarang.

Lanskap perbankan syariah juga mengalami perubahan preferensi pelanggan sejak pandemi terjadi sehingga mendorong perubahan global, mengubah sistem kerja menggunakan teknologi ke tahap digitalisasi. Karena alasan ini, masyarakat semakin mempertanyakan keberadaan bank syariah dengan berbagai pertimbangan mengingat landasan hukumnya islam.

Meskipun masih banyak kendala dalam adaptasi bank syariah menuju digitalisasi, bank syariah di negara Indonesia berperan sebagai bank yang melayani agama terbesar kedua di dunia dengan usia media yang muda. Dikarenakan oleh revolusi bank digital, bank syariah juga mulai membuat tujuan untuk mengubah segala bentuk uang tunai menjadi bentuk digital yang sudah digunakan sejak pandemi. Efektivitas dan efisiensi lebih terjamin karena uang digital yang hanya dengan sebuah ponsel bisa melakukan berbagai macam transaksi dengan mudah tanpa perlu membawa uang tunai.

Untuk mewujudkan tujuan tersebut, maka bank syariah diwajibkan untuk meningkatkan teknologi untuk mencapai pelayanan yang maksimal bagi masyarakat. Bank syariah juga diharapkan secara sosial untuk menghadirkan solusi finansial yang aman dan berkelas global dengan landasan hukum ekonomi islam didukung oleh teknologi yang mumpuni sebagai bank digital.

Secara cepat maupun lambat bank digital syariah di Indonesia akan semakin meningkat dengan bagaimana kesiapan masing-masing dalam beradaptasi. Internet juga sudah berkembang pesat per detik. Sebagai contoh bank syariah yang sudah menjalankan bank digital di Indonesia yakni Bank Syariah Indonesia, sebagai bank yang murni menggunakan sistem syariah di Indonesia.

Pada 1 Februari 2021, Bank Syariah Indonesia didirikan dari 3 gabungan bank syariah yang telah ada di Indonesia, BRI Syariah, BNI Syariah, dan Bank Mandiri Syariah. Meskipun masih dalam usia yang muda, BSI telah menunjukkan revolusi terhadap digitalisasi yang baik dan efektif.

Pada Bank Syariah Indonesia atau BSI telah diciptakan berbagai jasa finansial yang sudah digital sehingga pengaksesannya bisa lebih cepat. Seperti yang sudah tren sekarang, BSI juga melayankan Digital Banking kepada nasabah untuk kemudahan dalam melakukan transaksi melalui internet. Bahkan sekarang BSI telah menduduki peringkat ke-14 bank syariah terbesar di dunia.

Transformasi BSI untuk meluncur ke tren digital memang cepat dengan kesiapannya seperti mempercepat kapasitas digitalisasi, meningkatkan stabilitas sistem mobile, menambah dan memperbaharui fitur dari fisik menjadi digital, dan fokus kepada peningkatan pengalaman pengguna yang condong pada bagaimana pengalaman nasabah terhadap produk digitalisasi. Ditambah dengan kerja sama dengan beberapa pihak lainnya, BSI dapat berkembang lebih baik lagi hingga saat ini.

Anindra Shafa Ghefira

(prf/ega)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT