BSI, Nyaman di Teknologi dan Tenang di Hati

ADVERTISEMENT

BSI, Nyaman di Teknologi dan Tenang di Hati

Rachmat Faisal Syamsu - detikNews
Sabtu, 31 Des 2022 11:59 WIB
Transformasi Digital Bank Syariah Indonesia Mendukung Inklusi Keuangan
Foto: Dok. Istimewa
Jakarta -

Alhamdulillahirobbilalamin. Itu kalimat yang pertama kali terucapkan ketika mendengar kabar bahwa telah resmi lahir Bank Syariah terbesar di Indonesia pada Februari 2021 bernama PT Bank Syariah Indonesia Tbk atau lebih dikenal dengan sebutan BSI.

Rasa syukur itu semakin berlipat karena Indonesia sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, memiliki potensi untuk menjadi yang terdepan dalam industri keuangan Syariah. Meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap halal matter serta dukungan stakeholder yang kuat, merupakan faktor penting dalam pengembangan ekosistem industri halal di Indonesia. Termasuk di dalamnya adalah Bank Syariah. Terlebih ketika peresmian, Presiden Joko Widodo saat itu secara langsung hadir meresmikan BSI di Istana Negara. Hal ini menandakan komitmen yang kuat dalam membangun energi baru ekonomi nasional serta berkontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat luas dan kebanggaan umat.

Dengan lahirnya BSI juga diharapkan mampu memberikan wajah baru perbankan syariah di Indonesia yang lebih modern, universal, dan memberikan kebaikan bagi segenap alam, Rahmatan Lil 'Alamin. Hari ini, usia BSI hampir mencapai genap dua tahun. Cita-cita dan komitmen yang ditetapkan di awal kelahiran semakin terlihat nyata perwujudannya. BSI yang lahir dari penggabungan tiga Bank BUMN, yaitu Bank Syariah Mandiri, BNI Syariah, dan BRI Syariah semakin maju dan mau memperbaiki kekurangan-kekurangan yang ada sebelumnya. Kolaborasi ketiga bank syariah tersebut benar-benar mengokohkan peran BSI sebagai bank syariah terbesar di Indonesia dan insyasllah menuju global.

Lebih Digital

Di sini BSI benar-benar memaksimalkan peran penggunaan teknologi digital. Dengan semaksimal mungkin menjalankan instruksi Bapak Presiden sewaktu peresmian lalu, bahwa digitalisasi tidak bisa dilawan dan digitalisasi adalah hal yang wajib untuk diikuti. Harapannya, teknologi digital yang diusung oleh BSI dapat menjadi tolok ukur untuk sistem teknologi informasi berbasis Syariah dalam skala nasional. Dan ini benar-benar sangat terasa manfaatnya.

Terakhir sewaktu kami berkunjung ke salah satu cabang BSI di tempat kami berdomisili, kami mendapati layanan BSI dimulai pengambilan nomor antrean hingga selesai transaksi, semua serba digital. Kami disajikan layar monitor di depan pintu dan layar tablet di depan teller. Sehingga semuanya serba layar sentuh. Meminimalkan penggunaan kertas dan semua berbasis data pada aplikasi. Hal ini juga semakin meminimalkan kesalahan karena apabila data tidak sesuai maka sistem akan menolak proses transaksi.

Hingga hari ini juga, dari segi teknologi, BSI membuat website serta aplikasi Bank Syariah Indonesia mobile berbasis online yang memudahkan masyarakat dalam mengaksesnya. Yang paling pesat adalah mobile banking. BSI membuat strategi mirip seperti SuperApp pada mobile Bank besar yang sudah ada. Bahkan ada beberapa kelebihan tidak dimiliki Bank lain dalam membantu aktivitas sehari-hari khususnya umat Islam. Yang terkini ada layanan transaksi menabung emas, gadai emas, membayar Ziswaf, membuka rekening secara online, dan membeli hewan qurban. Ini semakin melengkapi layanan yang ada sebelumnya seperti pembayaran listrik, PDAM, BPJS, Haji/Umrah hingga pembiayaan mitra. Selain itu, pengguna BSI Mobile dapat mengecek waktu sholat dan lokasi masjid terdekat.

Tidak hanya itu, sambil menunggu antrean dimanapun, kita bisa menikmati layanan Islami berupa bacaan Juz Amma, Asmaul Husna, hingga kisah hikmah. Layanan ini seakan mengingatkan kita bahwa tidak ada waktu yang boleh digunakan sia-sia. Semua bisa diisi dengan kesibukan yang positif.

Alhamdulillah, luar biasa sangat bermanfaat. Sekaligus membuktikan bahwa BSI terus berupaya agar mampu berinovasi dalam menghadapi persaingan perbankan dalam bidang digital banking, insyaallah. Benar-benar nyaman di teknologi.

Lebih Tenang di Hati

Siapapun mereka, pasti menghendaki kehalalan dalam penghasilan dan pengelolaan keuangannya. Rasa tenang di hati sangat perlu dijamin sehingga kita terhindar dari keraguan ketika menyimpan uang kita hingga bertransaksi membelanjakannya. BSI mampu menghadirkan itu. Keinginan seorang Hamba dalam beraktivitas halal secara maksimal kepada Tuhannya sesuai aturan syariah seperti dalam pengelolaan uang, mampu dihadirkan BSI. Ini terbukti dengan adanya Akad Wadiah atau titipan.

Akad yang ditawarkan di awal, baik dalam pembukaan rekening secara offline maupun online. Akad ini berarti nasabah tidak akan mendapatkan bunga dan tidak dipungut biaya admin. Baik Bank rugi maupun untung, uang tetap utuh sebesar uang yang dititipkan. Jadi tidak ada risiko ikut menanggung kerugian Bank. Dan yang paling penting tidak berbunga. Ini semakin meyakinkan siapapun untuk menabung di BSI, percaya kepada BSI. Benar-benar menenangkan di hati.

Pada akhirnya kami pribadi berharap semoga BSI terus bertumbuh ke depannya. Terus berinovasi dalam dunia digital guna semakin memberi manfaat kepada umat Islam dan juga non Islam. Terus menjaga proses kehalalan dalam dunia perbankan. Sehingga BSI benar-benar terasa nyaman di teknologi dan tenang di hati. Aamiin Ya Robbal Alamin.

Rachmat Faisal Syamsu

(fhs/ega)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT