6 Tips Investasi Reksadana Syariah Penuh Manfaat

ADVERTISEMENT

Kolom

6 Tips Investasi Reksadana Syariah Penuh Manfaat

Fiona Harumia Sulayman - detikNews
Sabtu, 31 Des 2022 09:58 WIB
Ilustrasi investasi atau reksa dana
Foto: Getty Images/iStockphoto/Zephyr18
Jakarta -

Dunia ekonomi tentu sudah tidak asing lagi dengan istilah investasi. Pasalnya, investasi sudah menjadi andalan untuk jaminan kesejahteraan masa mendatang bahkan untuk kaum awam sekalipun. Kaum awam tidak perlu khawatir dengan keterbatasan ilmu atau pengalaman dalam berinvestasi, bahkan tidak perlu modal yang besar untuk memulai berinvestasi. Berkat adanya layanan investasi reksadana kini hanya dengan modal Rp 100 ribu saja, kita sudah bisa mulai berinvestasi dengan layanan reksadana. Setiap jenis investasi memang memiliki kelebihan dan keunikannya masing-masing, namun sebelum terjun ke dunia reksadana khususnya reksadana syariah, ada baiknya untuk mengetahui informasi dasar mengenai reksadana syariah yang tentunya terdapat keunikan tersendiri.

Mengapa Berinvestasi Reksadana?

Namun dengan berbagai kelebihan tersebut, apakah yang membuat layanan reksadana syariah begitu menjanjikan untuk calon investor? Harus diperhatikan bahwa reksadana bukanlah suatu pilihan bagi calon investor yang menginginkan return besar dengan resiko kecil, namun reksadana syariah juga bukan tidak lebih menguntungkan daripada investasi jenis lainnya yang juga umum digunakan yaitu investasi deposito dan investasi emas, karena nilai emas yang lebih stabil. Meskipun resiko dalam berinvestasi deposito dan emas memiliki resiko yang lebih kecil daripada reksadana, tetapi itu juga karena return yang diperoleh juga setimpal dengan usaha atau resiko yang dipertaruhkan. Begitupun dengan investasi reksadana dengan return yang setimpal dengan usaha atau resiko yang dipertaruhkan.

Pengertian Reksadana dan Reksadana Syariah

Reksadana konvensional berarti wadah investasi dengan cara menghimpun dana dari pemodal yang akan dikelola oleh seorang ahli investasi yang disebut Manajer Investasi (MI). Lain halnya dengan reksadana syariah yang lebih mengutamakan prinsip-prinsip syariah dalam berinvestasi, sehingga investor tidak perlu khawatir bila mekanismenya bertentangan dengan prinsip syariah. Semua sistem dalam reksadana syariah akan langsung diawasi oleh Dewan Pengawas Syariah (DPS) dan dikelola oleh Manajer Investasi (MI).

Produk dari reksadana syariah pada umumnya ada 5 jenis, diantaranya Reksadana Pasar Uang (Money Market Fund), Reksadana Pendapatan Tetap (Fixed Income Fund), Reksadana Terproteksi (Capital Protected Fund), Reksadana Campuran (Balanced Fund), Reksadana Saham (Equity Fund). Selain itu, kelebihan dari reksadana syariah oleh Bank Syariah Indonesia diantaranya, modal dikelola oleh manajer investasi yang profesional, terdapat diversifikasi investasi, informasi yang transparan, tingkat likuiditas yang tinggi, dan pastinya sesuai dengan prinsip syariah.

Perbedaan Reksadana Syariah dan Reksadana Konvensional

Bila memang reksadana menjadi pilihan Anda, tentunya ada perbedaan yang menjadi dasar dari pilihan Anda untuk memilih reksadana syariah daripada reksadana konvensional. Perbedaan mencolok tentu terdapat pada prinsip reksadana syariah. Beberapa hal ini akan memberikan penjelasan yang lebih rinci mengenai hal tersebut:

1. Diawasi oleh Dewan Pengawas Syariah (DPS)

Hal ini menjadi keistimewaan sendiri bagi reksadana syariah oleh Bank Syariah Indonesia. Selain diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pihak DPS juga turut memberikan instruksi, bimbingan, dan juga masukan kepada Manajer Investasi (MI).

Selain itu, pengelolaan produk reksadana syariah juga sudah disaring terlebih dahulu oleh Daftar Efek Syariah yang akan disetujui oleh OJK. Produk tidak akan sah apabila produk yang bergerak pada bidang tidak halal seperti judi, minuman beralkohol, senjata tajam, dan lain sebagainya.

2. Cleansing Process Unsur Tidak Halal

Menariknya, bila perusahaan yang terkait memiliki track record transaksi yang tidak halal maka akan dilakukan pembersihan atau pemurnian pendapatan. Hal ini dilakukan untuk memisahkan yang haram dan yang halal. Hasil dari proses pembersihan atau pemurnian ini akan digunakan untuk mendukung kegiatan sosial atau disumbangkan.

3. Prinsip yang Berlaku

Reksadana syariah mengedepankan nilai-nilai syariah dan hal ini tentunya akan berdampak pada prinsip yang berlaku pada reksadana syariah. Prinsip ini berguna untuk menjaga dan memelihara pendapatan agar tidak mengandung unsur haram, beberapa diantaranya yaitu tidak memasukkan perusahaan yang bergerak di bidang tidak halal dan total hutang tidak boleh lebih besar daripada aset yang dimiliki.

Selain itu, prinsip pembagian keuntungannya pun berbeda, karena pembagian keuntungan akan dilakukan sesuai dengan nilai-nilai syariah dan kesepakatan bersama.

Kiat Sukses Berinvestasi di Reksadana Syariah

1. Punya Visi yang Jelas

Sangatlah penting untuk mengetahui visi sebelum memulai berinvestasi. Bila tidak mengetahui rancangan dasar sebuah bangunan, kita tidak akan tahu bahan jenis A atau B yang dipakai, model pondasi yang digunakan, dan unsur lainnya akan sulit untuk dipilih bila dimulai dengan peta buta dan abstrak.

Sama halnya dengan investasi, tanpa adanya visi yang jelas atau sebuah peta yang jelas, menentukan jenis investasi yang juga akan sulit ditebak. Jangan sampai sudah terlanjur berinvestasi tapi tidak bisa menggunakan sumber daya dengan tepat yang justru akan mengganggu kondisi keuangan kita sendiri.

2. Tentukan Jangka Waktu Investasi

Setelah mengetahui visi, menentukan jangka waktu investasi tak kalah penting. Jangka waktu investasi memberikan tolak ukur agar perencanaan keuangan dan visi investasi bisa terwujud tepat waktu. Hal ini disebabkan karena investasi reksadana tidak memiliki batas waktu sendiri seperti deposito berjangka yang sudah ada periodenya sendiri.

3. Tahu Tingkat Resiko

Meskipun kita tahu bahwa tingkat resiko akan setimpal dengan return yang kita raih, persiapan dan strategi dalam melakukan investasi akan lebih matang bila kita sadar dengan tingkat resiko ketika kita berinvestasi. Selain mempersiapkan mental, kita juga lebih mudah memantau perkembangan investasi. Gunakan diversifikasi investasi agar resiko yang ditanggung lebih kecil.

4. Perbanyak Pengetahuan mengenai Reksadana (Biaya-Biaya dalam Reksadana) dan Selalu Memantau Investasi Secara Teratur

Meningkatkan pengetahuan akan suatu hal sebelum terjun ke dalamnya sudah menjadi rumus baku agar proses yang kita jalani lebih efektif dan efisien, karena sudah tahu aturan mainnya. Tentunya dalam hal ini kita bisa meningkatkan pengetahuan melalui banyak cara.

Selain dari buku dan artikel, prospektus, dan fund fact sheet, banyak berbincang dengan orang-orang yang sudah berpengalaman di bidang investasi reksadana syariah juga bisa diandalkan agar bisa memperoleh informasi yang terkini. Jangan lupa untuk tetap memantau perkembangan investasi secara reguler.

5. Pahami Profil Pribadi dan Kebutuhan Diri

Mengenali diri juga penting untuk menentukan jenis investasi yang paling cocok dengan karakter diri. Hal ini juga selaras dengan kemampuan kita untuk berinvestasi, agar kita lebih nyaman selama berinvestasi. Bila memang lebih suka yang sederhana, kita bisa memilih investasi reksadana syariah jenis pasar uang yang resikonya lebih rendah dengan keuntungan yang setara.

6. Konsisten Berinvestasi dan Bersabar

Tetap konsisten dalam berinvestasi agar hasilnya lebih optimal. Kesuksesan berinvestasi juga membutuhkan kesabaran dalam berproses dan menunggu untuk meraih hasil yang sesuai dengan harapan.

Fiona Harumia Sulayman

(prf/ega)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT