Piala Dunia Qatar Mempersatukan Dunia Arab

ADVERTISEMENT

Analisis Zuhairi Misrawi

Piala Dunia Qatar Mempersatukan Dunia Arab

Zuhairi Misrawi - detikNews
Jumat, 02 Des 2022 17:26 WIB
zuhairi misrawi
Zuhairi Misrawi (Foto: istimewa)
Jakarta -

Piala Dunia 2022 di Qatar tidak hanya menghadirkan pertandingan-pertandingan yang ciamik dan memukau, tetapi juga mengetengahkan pemandangan yang sangat elok dan mengharu biru. Para pemimpin dunia Arab menghadiri pembukaan Piala Dunia 2022, yang disebut-sebut sebagai perhelatan termegah dan termahal dalam sejarah Piala Dunia. Konon, pembangunan infrastrukturnya menghabiskan sekitar 3.500 Triliun rupiah!

Di panggung utama, para pemimpin dunia Arab menampilkan solidaritas dan persatuan. Selain Emir Qatar, hadir juga Muhammad bin Salman (Perdana Menteri Arab Saudi), Presiden Tayyeb Erdogan (Presiden Turki), Presiden Abdul Fattah El Sisi (Presiden Mesir), Raja Abdullah II bin Hussein (Raja Jordania), Presiden Abdul Majid Tabbone (Presiden Aljazair), Syaikh Muhammad bin Rasyid al-Maktom (Perdana Menteri Uni Emerate Arab), Syaikh Mishal Ahmad al-Jabir al-Sabah (Perwakilan dari Emir Kuwait), dan para pemimpin dunia lainnya dari luar kawasan Arab.

Piala Dunia Qatar juga disebut dengan "Piala Dunia Arab", karena untuk pertama kalinya digelar di kawasan Arab. Qatar menjadi tuan rumah, yang merepresentasikan kawasan Arab. Sebab itu, kalau kita menonton Bein Sport Qatar, maka akan terlihat suasa guyub, warga dari berbagai negara Arab, di antaranya Arab Saudi, Kuwait, Bahrain, Jordan, Maroko, Aljazair, Tunisia, Mesir, Uni Emerate Arab, dan Oman memenuhi Qatar.

Warga dari berbagai kawasan Arab sangat senang dan bangga, perhelatan Piala Dunia 2022 di Qatar mengirimkan pesan ke berbagai penjuru dunia, bahwa Arab adalah penggila sepakbola dan dapat menyelenggarakan pertandingan terakbar di seantero dunia. Piala Dunia 2022 tidak hanya termegah dan termahal, tetapi juga membawa pesan keramahtamahan, persaudaraan, dan kemanusiaan.

Jika selama ini, diskursus Arab hanya diperbincangkan dalam ruang lingkup politik dan geopolitik, tetapi selama satu bulan penuh, dan mungkin dalam beberapa dekade yang akan datang akan bergeser menjadi wajah baru yang elegan dan humanis. Slogan Piala Dunia 2022 di Qatar, 'alamun wahid fi mawthinin wahid, Satu Dunia di Dunia Yang Satu, membawa pesan yang sangat kuat, bahwa pada hakikatnya kita semua manusia, semua bangsa, pada hakikatnya satu: manusia ciptaan Tuhan. Sebab itu, seluruh penduduk dunia harus bersatu dan menjadikan dunia sebagai kawah candra di muka bagi persemaian perdamaian dan persaudaraan.

Pada KTT G20 di Bali, Gianni Infantino menyampaikan pesan penting, bahwa Piala Dunia 2022 di Qatar harus menjadi momentum perdamaian dan persaudaraan. Ia berharap Piala Dunia dapat menginspirasi semua pihak untuk bersatu dan berdamai. Ia berharap, Piala Dunia juga dapat menghentikan perang antara Rusia dan Ukraina. Setidaknya selama Piala Dunia berlangsung selama sebulan penuh. Pesan tersebut sejauh ini berjalan sangat efektif.

Saya sendiri merasa sangat bergembira melihat situasi kawasan yang semakin baik dan kondusif sejak pembukaan Piala Dunia 2022 di Qatar. Para pemimpin dunia Arab bisa tersenyum sumringah, duduk bersebelahan, dan berbincang santai selama pembukaan Piala Dunia 2022. Qatar mendesain momentum Piala Dunia sebagai ajang untuk merajut kembali solidaritas dan persaudaraan sesama dunia Arab, sehingga mampu membawa angin segar untuk memecahkan masalah-masalah strategis di masa mendatang.

Pertemuan antara Presiden Abdul Fattah el Sisi dan Presiden Erdogan menjadi headline, tidak hanya di dunia Arab, melainkan juga di berbagai media internasional. Piala Dunia 2022 di Qatar telah membentangkan jalan bagi para pemimpin untuk bertatap muka, berbincang, dan pada akhirnya menjadi solusi bagi kebuntuan politik yang terjadi sejak Musim Semi Arab lalu. Begitu pula kehadiran Muhammad bin Salman dapat menjadi oase baru.

Di dalam lapangan, kita melihat solidaritas dunia Arab sangat luar biasa. Pemandangan nan elok dari para pemimpin dunia Arab saat pembukaan Piala Dunia 2022 berdampak positif terhadap solidaritas warga Arab terhadap Tim Nasional yang bertanding. Di antara para suporter memberikan dukungan penuh terhadap Tim Nasional dari kawasan Arab yang akan bertanding.

Saat Arab Saudi berhasil mengalahkan Argentina, dukungan dari suporter dunia Arab sangat luar biasa. Begitu pula saat Qatar, Tunisia, dan Maroko bertanding, seluruh suporter kawasan Arab juga memberikan dukungan penuh di dalam dan luar lapangan. Solidaritas Arab benar-benar terlihat dalam perhelatan Piala Dunia 2022 di Qatar.

Saat ini, satu-satunya Tim Nasional dari kawasan Arab yang masih bertahan, dan berhasil lolos ke babak enam belas, yaitu Maroko. Sudah hampir bisa dipastikan, para suporter dari dunia Arab, khususnya warga Qatar akan memberikan dukungan penuh terhadap Maroko. Apalagi permainan Maroko begitu ciamik dan menghibur. Ada kebanggaan tersendiri terhadap prestasi yang dicapai Maroko dalam Piala Dunia 2022 ini.

Istimewanya, saat para suporter dari kawasan Arab memberikan dukungan pada Maroko, mereka tetap memakai identitas masing-masing negara. Mereka memberikan pesan penting, bahwa meskipun berbeda negara, dan mungkin juga berbeda kepentingan, tetapi mereka akan memberikan dukungan penuh terhadap Maroko. Sebab itu, Maroko mempunyai kesempatan besar untuk lolos ke babak perdelapan, karena selain mempunyai kualitas permainan yang sangat bagus, mereka juga mendapatkan dukungan penuh dari suporter kawasan Arab yang membanjiri Qatar selama Piala Dunia 2022.

Piala Dunia 2022 di Qatar membawa keberkahan yang sangat luar biasa bagi dunia Arab dan dunia internasional, karena pesan persaudaraan dan solidaritas sangat kuat. Sepakbola mempertontonkan pertandingan dan kompetisi harus dalam koridor menjunjung tinggi sportivitas, kolektivitas, dan humanitas. Sepakbola mengajarkan kita semua, bahwa bertanding dan bersaing adalah sebuah keniscayaan dalam hidup, tetapi jangan sampai menghilangkan penghormatan dan persaudaraan antar sesama.

Selebihnya, bahwa kita ini diciptakan berbangsa-berbangsa untuk saling mengenal karakter dan keragaman kita. Di samping juga agar menginspirasi, bahwa siapa yang berlatih sungguh-sungguh dan menerapkan strategi yang jitu, maka ia akan meraih kemenangan. Dan kemenangan itu dipersembahkan untuk membawa kebahagiaan dan kegembiraan pada sesama. Ini pesan terkuat dalam Piala Dunia 2022 di Qatar. Tahniah buat Qatar atas pelajaran dan inspirasi yang sangat luar biasa.

Zuhairi Misrawi Dubes RI untuk Tunisia

(mmu/mmu)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT