Diplomasi Olahraga dan Kebijakan Luar Negeri Iran

ADVERTISEMENT

Kolom

Diplomasi Olahraga dan Kebijakan Luar Negeri Iran

Dr. Mohammad Azad - detikNews
Senin, 28 Nov 2022 08:50 WIB
dubes iran
Dr. Mohammad Azad (Foto: dok. pribadi)
Jakarta -

Kebijakan luar negeri Republik Islam Iran mengalami banyak pasang surut sejak didirikan pada 1979. Dikarenakan perubahan sistem pemerintahan negara dan pembentukan sistem politik baru serta kondisi internal dan internasional, kami dapat menyaksikan kebijakan luar negeri yang berbeda pada setiap pemerintahan yang berkuasa di Iran. Namun, Republik Islam Iran, dengan mempertimbangkan stabilisasi situasi dan pemahaman kondisi, telah menjalankan kebijakan luar negeri yang konstruktif dan terarah.

Perkembangan dunia saat ini memperlihatkan bahwa usaha seluruh negara-negara dunia tertuju untuk meningkatkan kekuatan, kekayaan, status dan martabat mereka di antara negara-negara lainnya dan untuk mencapainya, mereka menggunakan berbagai alat dan pendekatan yang mereka miliki. Di masa lalu, sebagian besar alat ini didasarkan pada hard power yaitu dengan menggunakan kekuatan militer dan koalisi untuk mencapai tujuan internasional mereka.

Namun dewasa ini, dengan perubahan besar yang terjadi dalam sistem internasional baik dari segi teori maupun praktek menyebabkan alat-alat yang digunakan oleh negara-negara dunia untuk mencapai tujuan internasionalnya mengalami evolusi. Saat ini, dapat dilihat bahwa negara-negara dunia telah beralih menggunakan soft power yang didasarkan pada nilai-nilai budaya dan sosial mereka, selain penggunaan hard power yang didasarkan pada militerisme. Pendekatan yang menggunakan soft power dapat dilihat sebagai kemampuan suatu negara untuk memenuhi keinginan dan tujuannya melalui seni komunikasi dan berdiplomasi dan bukan melalui paksaan kehendak.

Diplomasi publik adalah salah satu bentuk kekuatan soft power di mana melaluinya pemerintah negara-negara dunia mencoba membentuk opini publik sehingga mereka menghadapi lebih sedikit masalah untuk mencapai tujuan kebijakan luar negeri mereka. Dalam diplomasi publik, pendekatan-pendekatan seperti seni, olahraga, pengetahuan, budaya, sejarah, dan agama memainkan peran kunci, dan para pejabat negara dengan memberikan ruang kepada para LSM dan berbagai organisasi non pemerintah, mempersiapkan landasan bagi pembentukan komunikasi dan diplomasi olahraga, budaya, ilmiah, dan seni antar berbagai bangsa dan negara.

Dewasa ini diplomasi olahraga, berhasil menjadi alat yang efisien dan fleksibel dalam kebijakan luar negeri berbagai negara dunia. Pendekatan ini merupakan dasar untuk meningkatkan hubungan antarbangsa di mana peningkatan pemahaman antarnegara serta penciptaan perdamaian dan stabilitas internasional merupakan sebagian hasil nyata dari diplomasi olahraga.

Saat ini, dengan ketidakefektifan solusi militer dalam menyelesaikan perselisihan dan konflik global serta membangun keamanan internasional, kebutuhan untuk menggunakan diplomasi olahraga sebagai solusi mendasar di antara pemerintah semakin terasa. Olahraga dapat menyatukan masyarakat dari semua negara di dunia, melampaui perbedaan mereka dalam bahasa, ras, ideologi, budaya, dan lain-lain, serta menciptakan suasana kemanusiaan yang menakjubkan.

Seperti lima cincin yang terhubung, yang merupakan simbol dari lima benua di dunia yang terukir pada bendera putih Olimpiade, yang merupakan simbol ketulusan dan persatuan. Atau seperti piala sepak bola dunia yang sekarang ini sedang diselenggarakan di Qatar, merupakan kesempatan bagi semua negara di dunia untuk mengenali dan mengembangkan kerjasama di antara mereka melalui pendekatan diplomasi olahraga. Bagi Republik Islam Iran, berpartisipasi dalam ajang global ini dan menampilkan kinerja terbaiknya selalu menjadi prioritas.

Secara umum, Republik Islam Iran selalu menjadi salah satu negara sukses di antara negara-negara Islam dan kawasan Timur Tengah khususnya dalam ajang internasional. Pada tahun-tahun setelah berdirinya Republik Islam Iran, meskipun perang selama delapan tahun dipaksakan kepada negara kami dan Iran dihadapkan pada situasi dimana harus menerima tekanan unilateral dalam menghadapi berbagai sanksi ilegal, kehadiran kami di kancah olahraga internasional sering disertai dengan kesuksesan besar.

Sejalan dengan penggunaan pendekatan diplomasi olahraga dalam sistem kebijakan luar negeri, Republik Islam Iran telah mencoba meningkatkan peringkat dunia olahraga Iran selama bertahun-tahun di mana hari ini Iran dalam olahraga beregu voli duduk putra Iran menduduki peringkat pertama dunia dan kedua di bidang olahraga kabaddi. Di cabang sepak bola pantai, Iran menempati urutan ketiga dunia. Di futsal, Iran menempati urutan keenam dunia. Dalam bola voli putra, Iran adalah negara terbaik kedelapan di dunia. Iran juga menduduki peringkat ke-10 dunia dalam bola basket kursi roda. Dalam bola tangan pantai, bola basket, dan sepak bola, Iran masing-masing menempati peringkat 22, 24, dan 37 di dunia.

Dalam olahraga individu juga Iran memiliki peringkat yang baik. Iran menempati urutan pertama di dunia dalam cabang olahraga angkat besi. Gulat gaya bebas dan wushu Iran juga selalu berada di peringkat teratas dunia. Iran juga menempati urutan ketiga dalam taekwondo di dunia. Begitu juga peringkat ke-4 di dunia dalam olahraga anggar dan ke-10 dalam panahan pria.

Pencapaian kesuksesan tersebut di atas terjadi pada situasi di mana Iran menghadapi sanksi dan tekanan unilateral ilegal. Keberhasilan di berbagai cabang olahraga bersama dengan pencapaian lain seperti kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi terkini, membuat Iran memperoleh prestise dan pujian internasional.

Kompleksitas dunia mengharuskan semua pihak yang ingin memajukan kepentingan nasionalnya untuk banyak memberikan perhatian kepada diplomasi publik khususnya diplomasi olahraga. Saat ini hampir seluruh negara di dunia yang mencoba menggunakan pendekatan olahraga dalam kerangka bilateral, regional dan global untuk meningkatkan tingkat hubungan politik luar negeri mereka. Tak terlepas di Republik Islam Iran pun dalam praktek kebijakan luar negeri mengedepankan diplomasi olahraga melalui berbagai mekanisme dan cara antara lain pembentukan Federasi Olahraga Solidaritas Wanita Muslim pada tahun 1991, pembentukan Federasi Olahraga Asia Barat di Tehran pada 1997 dan pendirian dari Federasi Internasional Olahraga Zurkhaneh (IZSF) pada 2004 di mana Indonesia merupakan salah satu anggotanya.

Dalam konteks hubungan bilateral antara Republik Islam Iran dan Republik Indonesia, kedua negara telah menjalin kerjasama yang sangat baik di bidang diplomasi olahraga dalam rangka memperluas hubungan dan interaksi antar masyarakat mereka. Pertukaran pelatih di berbagai bidang olahraga seperti futsal, gulat dan panahan, mengadakan latihan dan laga persahabatan, partisipasi aktif dalam cabang olahraga nasional nasional kedua negara seperti olahraga zurkhaneh Iran dan olahraga pencak silat Indonesia adalah beberapa contoh kerja sama olahraga yang sedang dijalankan oleh Iran dan Indonesia.

Pada akhirnya kata, perlu ditekankan bahwa para pemerintah berbagai negara dunia menggunakan olahraga untuk membangun identitas yang diinginkan sekaligus melakukan interaksi dengan masyarakat negara lain. Hasil dari diplomasi olahraga yang baik adalah konvergensi dan kedekatan antara berbagai bangsa yang akan menyebabkan perluasan perdamaian dan keamanan antara masyarakat berbagai negara dunia negara tak mempedulikan apa pun agama, kepercayaan, dan pandangan politik mereka. Sungguh ini adalah pendekatan yang paling banyak dibutuhkan oleh dunia saat ini dikarenakan melalui diplomasi olahraga kesalahpahaman, perang dan ketidakamanan akan digantikan oleh interaksi, perdamaian dan persahabatan.

Dr. Mohammad Azad Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia

(mmu/mmu)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT