Kerja Kemanusiaan Baguna PDI Perjuangan

ADVERTISEMENT

Kerja Kemanusiaan Baguna PDI Perjuangan

MH Said Abdullah - detikNews
Sabtu, 26 Nov 2022 13:03 WIB
Kepala Baguna PDIP sekaligus Ketua DPP PDIP dokter Ribka Tjiptaning memimpin personel Baguna dan kader PDIP membantu korban Cianjur (dok PDIP)
Foto: Kepala Baguna PDIP sekaligus Ketua DPP PDIP dokter Ribka Tjiptaning memimpin personel Baguna dan kader PDIP membantu korban Cianjur (dok PDIP)
Jakarta -

Sudah berabad-abad lamanya moyang kita hidup berdampingan dengan bencana alam. Saking seringnya mengalami bencana alam, banyak relief pada pahatan candi, foklor, dan kitab-kitab kuno para leluhur kita mengisahkan peristiwa bencana alam. Karena bencana alam pula, peradaban moyang kita timbul dan tenggelam.

Bentang alam nusantara kita laksana ratna mutu manikam yang memberi keelokan tiada tandingannya. Namun nusantara juga terbentuk dari perubahan perubahan alam, terutama dari bencana katastropik yang berlangsung seusia dengan terbentuknya bumi. Kita mewarisi kearifan moyang kita menemukelani bencana. Berbekal kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi wawasan kebencanaan kita juga mulai canggih.

Model bencana katastropik seperti gempa bumi tidak mungkin bisa kita cegah. Ikhtiar kita semua untuk berbuat maksimal mengurangi risiko atas dampak bencana. Kita memiliki BMKG yang terus berkewajiban menyempurnakan peta bencana, dan memberikan peringatan dini atas kejadian bencana. Saat bencana telah terjadi, dan menimbulkan korban, pemerintah telah menyiapkan dan menggerakkan Badan Penanggulangan Bencana hingga ke daerah daerah, termasuk di Cianjur.

Kepala Baguna PDIP sekaligus Ketua DPP PDIP dokter Ribka Tjiptaning memimpin personel Baguna dan kader PDIP membantu korban Cianjur (dok PDIP)PDIP telah mendirikan Posko di daerah Benjot, Nagrak, Cugenang dan Posko induk di Kantor DPC PDIP Kabupaten Cianjur Jawa Barat. (dok PDIP)

Gempa bumi di Cianjur yang terjadi pada Senin, 21 November hingga 25 November 2022 menelan 310 warga meninggal, sekolah yang rusak mencapai 363 unit, dan rumah ibadah rusak sebanyak 144 unit, serta merusakkan ribuan rumah warga di Jawa Barat. Sebagai bagian dari keluarga bangsa, PDI Perjuangan berkewajiban untuk berbagi beban di tengah-tengah warga korban. PDI Perjuangan tentu bukan satu-satunya partai politik yang ikut memberikan bantuan korban gempa di Cianjur. Ada partai partai lain, dan berbagai relawan kemanusiaan yang tentu terpanggil untuk melaksanakan tugas-tugas kemanusiaan yang menggerakkan hati kita semua.

Kita syukuri kerja gotong royong ini. Terlebih Presiden Joko Widodo sejak awal ikut memberi atensi dan mobilisasi sumber daya pemerintah dan sosial untuk meringankan beban saudara-saudara kita di Cianjur dan sekitarnya. Sejak awal bencana, atau dua jam setelah gempa pertama terjadi PDI Perjuangan telah mengirimkan "pasukan" Bagunanya hingga saat ini. Personel Baguna yang terjun ke Cianjur dipimpin langsung oleh dokter Ribka Tjiptaning, sebagai Kepala Baguna PDI Perjuangan, sekaligus Ketua DPP PDI Perjuangan dan seluruh kader-kader PDI Perjuangan di Jawa Barat.

Di bawah komando Mbak Ning (panggilan akrab dokter Ribka Tjiptaning), PDI Perjuangan telah menyalurkan berbagai keperluan tanggap darurat seperti sembako, obat-obatan, selimut, tenda untuk pengungsi, serta dapur umum. PDI Perjuangan telah mendirikan Posko di daerah Benjot, Nagrak, Cugenang dan Posko induk di Kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Cianjur Jawa Barat.

Untuk membantu mobilitas korban, Baguna PDI Perjuangan juga mengerjakan mobil-mobil ambulance, baik yang dimiliki oleh Baguna Pusat PDI Perjuangan maupun Baguna Jawa Barat. Termasuk sebagian mobil ambulans milik beberapa anggota DPR dari PDI Perjuangan. Atas perintah langsung Ibu Megawati Soekarnoputeri, Ketua Umum PDI Perjuangan seluruh pimpinan partai di daerah di seluruh Indonesia untuk ikut memberikan bantuan kepada warga Cianjur dan sekitarnya.

Kepala Baguna PDIP sekaligus Ketua DPP PDIP dokter Ribka Tjiptaning memimpin personel Baguna dan kader PDIP membantu korban Cianjur (dok PDIP)Kepala Baguna PDIP sekaligus Ketua DPP PDIP dokter Ribka Tjiptaning memimpin personel Baguna dan kader PDIP membantu korban Cianjur (dok PDIP)

Tugas-tugas ke depan belum usai, paska-tanggap darurat usai, PDI Perjuangan masih terpanggil untuk membantu agenda pemulihan paska bencana, seperti menggerakkan program-program kerakyatan melalui berbagai kebijakan daerah dan pusat, semisal pembangunan kembali sekolah, tempat ibadah, rumah-rumah hunian warga, jalan, dan infrastruktur lainnya, termasuk mendorong afirmasi program daerah dan pusat untuk pemulihan ekonomi Kabupaten Cianjur dan sekitarnya.

Sejalan dengan agenda pemulihan, seluruh kader PDI Perjuangan telah kami gerakkan untuk membangun literasi dan awareness kebencanaan dengan baik ke tengah tengah warga. Pemahaman bagaimana usaha mengurangi risiko bencana, dan protokol atas bencana wajib disebarluaskan oleh para personel Baguna PDI Perjuangan ke tengah-tengah rakyat. Sebab dengan literasi kebencanaan yang baik kepada rakyat, akan mengurangi risiko rakyat terkena bencana lebih serius.

Panggilan tanggung jawab terhadap warga Cianjur oleh PDI Perjuangan harus lebih besar untuk memastikan program pemulihan paskagempa, mengingat Bupati Cianjur adalah kader PDI Perjuangan. Oleh sebab itu, bagi segenap kader dan petugas partai di semua jenjang untuk senantiasa memastikan program pemulihan Cianjur ini bisa berjalan dengan maksimal.

Duka Cianjur, duka kita semua. Kita berharap Cianjur bisa pulih lebih cepat dan bangkit lebih kuat.

MH Said Abdullah
Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Perekonomian

Simak juga 'Curhat Pengungsi Gempa Cianjur: Mekanisme Logistik Jangan Dipersulit':

[Gambas:Video 20detik]



(jbr/jbr)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT