Beruntung Jadi Tuan Rumah KTT G20

ADVERTISEMENT

"Common Sense" Ishadi SK

Beruntung Jadi Tuan Rumah KTT G20

Ishadi SK - detikNews
Rabu, 23 Nov 2022 16:10 WIB
ishadi sk
Ishadi SK (Foto: istimewa)
Jakarta -

Kita baru saja menjadi tuan rumah dari perhelatan KTT G20 (Konferensi Tingkat Tinggi Group of 20). Konferensi tersebut merupakan Pertemuan Negara-Negara Anggota G20 dalam upaya membahas isu ekonomi Global. G20 terdiri dari negara maju hingga negara berkembang. Dua puluh negara yang berdiskusi mengenai isu ekonomi tersebut tujuannya mencari solusi yang konkret untuk menyelesaikan permasalahan ekonomi dunia.

G20 terdiri dari Amerika Serikat, Argentina, Brazil, Australia, Kanada, Meksiko, Turki, Indonesia, Korea Selatan, Jepang, Cina, Jerman, Inggris, India, Arab Saudi, Afrika Selatan, Italia, Perancis, Rusia, dan salah satu Organisasi Regional Uni Eropa. Disamping itu dilibatkan juga Managing Director International Monetary Fund.

Presiden Bank Dunia bersama ketua International Monetary and Financial Committee dan Development Committee ikut serta pada rapat Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Central secara Ex-Officio.

G20 terbentuk pada 1999. Tujuan utamanya adalah upaya memperluas pembahasan kebijakan yang bermanfaat bagi penyelesaian masalah Keuangan Global.

Bersama G20 negara-negara berkembang ikut andil dalam mencari dan memberikan solusi atas masalah krisis ekonomi dunia, di antaranya Keuangan, Perdagangan, Infrastruktur, Investasi, Ketenagakerjaan, Pemberantasan Korupsi, Pertanian, Inovasi , Teknologi dan Ekonomi Digital. Pertemuan G20 didukung oleh berbagai hal, pertama KTT Summit, pertemuan tingkat Menteri Keuangan, Gubernur Bank Central serta kelompok kerja yang beranggotakan para ahli dari negara G20 menangani isu spesifik terkait dengan Agenda G20 yang lebih luas, dengan tujuan dimasukkan ke dalam segmen Kementerian dan akhirnya KTT.

Melihat latar belakang sejarah dari G20 yang begitu Tinggi Visi dan misinya bagi Perekonomian Dunia, Negara Anggota G20 kebagian tugas untuk memfasilitasi pertemuan tersebut. Pada tahun ini giliran Indonesia yang menjadi tuan rumah. Mengutip dari Bank Indonesia yang memagang Presidensi G20 2022. Tema yang diambil Indonesia adalah "Recover Together, Recover Stronger". Indonesia ingin mengajak untuk saling membantu dan mendukung sehingga bisa pulih bersama dan tumbuh lebih kuat.

Lantas apa manfaat G20 untuk Indonesia?

Mengutip dari Bank Indonesia, di tengah Pandemi Covid-19, dengan menjadi tuan rumah membuktikan kepercayaan global kepada Indonesia dalam menangani krisis yang tengah terjadi akibat pandemi. Momentum Presidensi ini hanya terjadi sekali dalam generasi (+20 tahun sekali), harus dimanfaatkan sebaik mungkin untuk memberi nilai tambah untuk Pemulihan Indonesia, dari Sisi Aktifitas Ekonomi maupun Masyarakat Domestik dan Internasional.

Presidensi G20 jadi kesempatan mengangkat kepemimpinan Indonesia di kancah Internasional dalam pemulihan Ekonomi Global. Dari perspektif regional, Presidensi ini menegaskan kepemimpinan Indonesia dalam bidang Diplomasi Internasional dalam Ekonomi Wawasan, mengingat Indonesia merupakan satu-satunya negara di ASEAN yang menjadi anggota G20.

KTT G20 Bali

Ada 17 negara yang hadir di KTT G20 Bali. Nama-nama perwakilan yang hadir antara lain adalah Presiden AS, Joe Biden, Presiden China, Xi Jinping, Presiden Afrika Selatan, Cyril Ramaphosa, Raja Arab Saudi, Salman bin Abdul Aziz, Presiden Argentina, Alberto Fernandez, PM Australia, Anthony Albanese, Presiden Brasil, Jair Bolsonaro, PM India, Narendra Modi, PM Inggris, Rishi Sunak, PM Italia, Giorgia Meloni, PM Sepang, Fumio Kishida, Kanselir Jerman, Olaf Scholz, PM Kanada, Justin Trudeau, Presiden Meksiko, Andres Manuel Lopez Obrador, Presiden Korea Selatan, Yook Seok-yeol, Presiden Rusia, Vladimir Putin, Presiden Perancis, Emmanuel Macron, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Presiden Komisi UE Ursula Gertrud von der Leyen.

Pertemuan hari pertama dilakukan di The Apurva Kempinski, Bali. Presiden Joko Widodo menyambut satu-persatu kepala negara perwakilan G20. Dalam pembukaan awal pertemuan G20 secara khusus Jokowi menyebut mengenai penentangan perang untuk dihentikan langsung. Di tengah situasi yang sangat sulit, G20 tetap berjalan guna menghasilkan capaian konkret, menyiapkan dana untuk menghadapi pandemi melalui pandemic fund, membantu negara berpendapatan rendah, mendorong percepatan pencapaian FDJ, menghasilkan ratusan Kerja Sama konkrit, mendukung perkembangan Ekonomi Dunia yang lebih hijau dan berkelanjutan melalui Bali Compact, tentang transisi energi. "Tidak hanya berbicara, namun juga melakukan langkah nyata," ucap Jokowi.

Yang tidak kalah menarik adalah kegiatan unik yang diberikan oleh Jokowi kepada para perwakilan negara G20 yaitu menanam mangrove.

Hasil KTT G20

Dinyatakan oleh Leader KTT G20 dalam Deklarasi Bali 2022 terdapat 52 paragraf dalam hasil KTT G20 itu. Ada satu Paragraf yang sangat diperdebatkan terkait perang di Ukraina. Jokowi bercerita bahwa pembahasan itu berlangsung alot hingga didiskusikan sampai tengah malam. Meski begitu para delegasi G20 menyepakati deklarasi tersebut.

Jokowi mengatakan ada dua hasil konkret yang disepakati. Pertama, pandemic fund terkumpul USD 1,5 miliar. Pandemic fund adalah kumpulan dana dari seluruh dunia yang akan digunakan jika terjadi pandemi lagi di masa depan. Kedua, terkumpul dana bantuan dari IMF yang diperuntukkan bagi operasional revitalisasi dan sustainability sebesar USD 81,6 miliar. Dana itu akan digunakan untuk bantu negara yang menghadapi krisis. Akhirnya pantas jika lingkungan pemerintah di Indonesia merasa beruntung menjadi tuan rumah G20 2022.

Ishadi SK Komisaris Transmedia

(mmu/mmu)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT