Bertahan dan Berkelanjutan di Tengah Musim Dingin Investasi

ADVERTISEMENT

Bertahan dan Berkelanjutan di Tengah Musim Dingin Investasi

Vince Iswara - detikNews
Rabu, 16 Nov 2022 11:14 WIB
DANA
Foto: DANA
Jakarta -

Jokowi meminjam istilah 'winter is coming' untuk menggambarkan ketidakpastian kondisi ekonomi dan perlambatan ekonomi dunia. Hal ini membuat timbulnya pesimisme terhadap industri teknologi, termasuk informasi mengenai turunnya valuasi startup dan operasi bisnis serta pemotongan jumlah karyawan dan sulitnya mendapatkan pendanaan.

Namun, kekuatan dan keberlangsungan industri teknologi masih menyimpan potensi yang sangat besar. Optimisme ini datang dari pembayaran digital sebagai pintu masuk ekosistem ekonomi baru. Pembayaran digital kini tidak hanya terbukti menjadi solusi kebutuhan sehari-hari, bahkan berpotensi meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah musim dingin investasi.

Pembayaran Digital adalah Solusi dan Masa Depan Ekonomi Digital Indonesia

Pembayaran digital menawarkan solusi jangka panjang yang berkelanjutan, apalagi adopsi pembayaran digital masih belum merata. Ada 95 juta penduduk dewasa Indonesia yang tidak memiliki rekening bank. Sementara 47 juta lainnya sudah memiliki rekening bank, tetapi belum menikmati akses layanan keuangan lainnya.

Perumusan Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2025 dari Bank Indonesia menjadi bukti keseriusan regulator dan Pemerintah Indonesia dalam menyambut pembayaran digital sebagai pintu masuk ekosistem ekonomi baru.

Prospek cerah dari masa depan pembayaran digital tercermin dalam peningkatan nilai transaksi Uang Elektronik pada Agustus 2022 lalu yang tumbuh 43,24 persen secara tahunan (YoY). Tak heran jika ekonomi digital Indonesia diproyeksikan menjadi yang terbesar di Asia Tenggara, yaitu 40 persen dari total ekonomi yang ada di Asia Tenggara.

Industri Teknologi Finansial Terbukti Berkontribusi dalam Memperkuat Ekonomi Negeri

Pembayaran digital terbukti tangguh dalam menghadapi berbagai situasi ekonomi. Pandemi ikut menguji ketahanan pembayaran digital dalam memudahkan kebutuhan harian masyarakat, hingga mendukung Pemulihan Ekonomi Nasional.

UMKM menjadi industri yang bangkit lebih cepat karena kebutuhan digitalisasi bisnis semakin mendesak. Hasilnya, 15,7 juta merchant, termasuk UMKM, telah memiliki kode QR sebagai satu metode pembayaran. Digitalisasi tidak hanya berdampak pada perkembangan ekonomi yang dialami merchant, tetapi penerapan pola bisnis yang berubah secara progresif.

Digitalisasi UMKM melalui berbagai teknologi finansial menjadi kunci penting dalam memperkuat ekonomi negeri. Pasalnya digitalisasi dapat menjaga resiliensi UMKM untuk tumbuh dan bertahan dari efek pandemi COVID-19.

Formula Utama bagi Model Bisnis Berkelanjutan

Industri teknologi keuangan harus terus beradaptasi dan memastikan layanan yang ditawarkan terus berjalan beriringan dengan kondisi masyarakat saat ini. Langkah pertama adalah meningkatkan unit ekonomi dan mengeksekusi dengan baik. Perusahaan harus memahami unit ekonomi pada tahap awal bisnis untuk memprediksi kondisi keuangan saat ini dan potensi pertumbuhan di masa depan. Dengan berfokus pada peningkatan unit ekonomi dan path to profitability, perusahaan dapat memahami dengan lebih baik kesuksesan dan keberlangsungan bisnis secara jangka panjang.

Langkah kedua, mengedepankan edukasi dibandingkan dengan promosi. Pandemi ikut membuktikan bahwa di masa penuh ketidakpastian, masyarakat lebih membutuhkan fitur dan produk yang sesuai dengan kebutuhan. Rendahnya biaya akuisisi dan retensi pengguna tetap membuka peluang yang baik untuk adopsi transaksi digital yang lebih besar. Bahkan bisa menjadi indikator sukses bisnis yang berkelanjutan.

Ketiga, melakukan diversifikasi fitur dan produk untuk menghadapi berbagai situasi ekonomi. DANA menciptakan fitur yang dapat mendukung masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hariannya, bahkan menyiapkan masyarakat dalam berbagai situasi ekonomi dengan berinvestasi dan memiliki asuransi.

Keempat, mengusung platform ekosistem terbuka yang menghadirkan beragam model bisnis serta kemudahan berintegrasi dengan banyak mitra. Bisnis dapat tumbuh lebih mandiri tanpa perlu bergantung pada satu ekosistem saja. Misalnya saja, DANA, yang memiliki ekosistem terbuka dan dipercaya oleh mitra di berbagai skala.

Terakhir, dukungan investor lokal yang kuat dan tepat juga dapat menjadi faktor pendukung yang perlu dipertimbangkan oleh industri teknologi finansial. Kemunculan tidak hanya mampu berpengaruh terhadap ketahanan pasar modal, tetapi ikut memberikan kontribusi yang nyata untuk perekonomian Indonesia.

Seluruh langkah tersebut tentunya juga diikuti dengan pengembangan kapabilitas dari sisi teknologi maupun kompetensi sumber daya manusia. Sehingga harapannya dapat terus berinovasi dalam menciptakan layanan keuangan digital yang optimal.

Kuncinya adalah optimisme kolektif. Dengan berbagai tantangan yang ada di hadapan kita, saya yakin bahwa kita akan tetap mampu mendorong upaya transformasi digital agar perekonomian tumbuh dengan tingkat pertumbuhan yang tinggi di tahun 2023.

Vince Iswara, CEO & Co-Founder DANA Indonesia

(fhs/ega)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT