Bijak Menggunakan Obat

ADVERTISEMENT

Kolom

Bijak Menggunakan Obat

M Agung Akbar - detikNews
Rabu, 02 Nov 2022 11:40 WIB
Apotek di Tangerang Selatan (Tangsel) mulai menghentikan penjualan lima produk obat sirup yang diduga mengandung cemaran Etilen Glikol (EG) dan Dietilen Glikol (DEG) di luar batas aman.
Foto ilustrasi: Anisa Indraini/detikcom
Jakarta -

Obat memiliki peran esensial dalam fasilitas pelayanan kesehatan. Terapi yang menggunakan obat (farmakoterapi) dimanfaatkan untuk berbagai penanganan dan pencegahan penyakit. Dewasa ini, semua orang dapat dengan mudah mendapatkan obat-obatan yang dibutuhkan sesuai dengan keluhan yang dialami. Masyarakat cenderung memilih dan membeli obat secara mandiri. Hal ini disebut dengan swamedikasi (pengobatan sendiri). Masyarakat dapat dengan mudah menggunakan obat-obat bebas dan terbatas yang bisa diperoleh dari toko obat, apotek, supermarket hingga di warung-warung tanpa berkonsultasi dengan apoteker atau dokter terlebih dahulu.

Permenkes no 917/MENKES/PER/X/1993 menjelaskan, obat bebas (bertanda lingkaran hijau dengan garis hitam di sekelilingnya) dapat dibeli secara bebas tanpa resep dokter, dan bahkan tersedia di toko umum. Jika digunakan sesuai dengan petunjuk, obat relatif aman dan dapat digunakan untuk mengatasi gejala penyakit ringan yang non spesifik. Sedangkan obat bebas terbatas (bertanda lingkaran biru dengan garis hitam di sekelilingnya) hanya dapat dibeli di apotek, namun dapat dibeli tanpa resep dokter. Pada petunjuk penggunaannya terdapat tanda peringatan. Obat bebas terbatas juga dapat digunakan untuk self medication, namun perlu perhatian khusus.

Kedua jenis obat tersebut sering kita jumpai dengan berbagai merek dan variasi yang disajikan oleh industri farmasi. Banyak pilihan obat yang tersedia oleh perusahaan-perusahan besar farmasi. Khususnya kejadian tak terduga pandemi Covid-19 telah membuka mata kita akan pentingnya obat-obatan. Produksi vaksin, vitamin, sumplemen, peningkat kekebalan tubuh, dan pereda gejala penyakit telah mendorong banyak produksi dari industri farmasi.

Pemerintah melalui Badan POM memiliki peran penting untuk menyelenggarakan bidang pengawasan obat dan makanan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Kalimat "Sudah Terdaftar di BPOM" adalah syarat wajib yang harus kita pahami saat memiliki obat yang akan dikonsumsi.

Poin Penting

Sebelum membeli dan mengonsumsi obat, masyarakat harus memastikan bahwa obat tersebut sudah terdaftar di Badan POM. Selanjutnya, masyarakat harus bijak dalam menggunakannya. Terdapat poin penting yang harus menjadi perhatian, yaitu kenali khasiat obat, indikasi (kondisi yang memperbolehkan minum obat), dosis, cara penggunaan, kontraindikasi (kondisi spesifik yang membuat pengobatan atau prosedur tidak boleh diberikan), tanda/gejala, efek samping, dan tanggal kadaluwarsa.

Hal yang paling utama dalam pemilihan obat yaitu dengan mengetahui untuk apa khasiat obat yang akan digunakan. Keluhan-keluhan umum yang sering terjadi seperti demam, mual, diare, sakit kepala, gejala flu, dan batuk dapat menggunakan obat bebas dan terbatas yang ada. Namun, kenali tanda bahayanya lebih lanjut. Bila sudah mengonsumsi obat lebih dari 3 - 5 hari tidak mengalami perubahan atau gejala menjadi lebih berat dibanding sebelumnya, maka segeralah bawa diri ke fasilitas layanan kesehatan terdekat.

Berikutnya, pahami indikasi (kondisi yang memperbolehkan minum obat), dosis, dan cara menggunakan obat sesuai dengan petunjuk penggunaan yang tertera pada kemasan ataupun brosur. Aturan yang tertulis setiap obat tentu memiliki perbedaan dengan obat yang lainnya. Hal ini sudah melewati serangkaian uji coba di laboratorium dan pemantauan yang ketat yang bertujuan untuk menghindarkan pasien dari risiko terjadinya efek samping dan pasien akan memperoleh khasiat obat.

Lama penggunaan obat bebas tanpa pengawasan tenaga kesehatan sebaiknya tidak lebih dari 5 hari. Jika lebih dari 5 hari tidak ada perbaikan yang berarti, sebaiknya segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.

Tiap obat memiliki risiko efek samping yang perlu diwaspadai oleh penggunanya. Hal ini akan dirasa berbeda-beda setiap orang karena kondisi biologis setiap manusia mungkin berbeda-beda. Sehingga, pahami dengan baik risiko efek samping yang mungkin muncul seperti yang tertera pada kemasan obat. Bila memiliki riwayat kesehatan yang kurang memadai sebaiknya dalam mengonsumsi obat dibutuhkan pengawasan ketat. Sebelum menggunakan obat diharapkan pasien membaca info-info pada kemasan, dan jika kejadian tidak diinginkan terjadi setelah penggunaan obat bebas, segera memeriksakan diri pada fasilitas kesehatan terdekat.

Layak Dikonsumsi

Hal lain yang penting dalam swamedikasi adalah memastikan obat tersebut layak dikonsumsi. Sebelum menggunakan obat selalu cek tanggal kadaluwarsa terlebih dahulu, baik untuk obat yang sudah lama disimpan di rumah ataupun yang baru dibeli. Jika tidak ada tanggal kadaluwarsanya, sebaiknya ganti dengan obat yang sudah jelas belum kadaluwarsa. Jika didapati ada perubahan warna, bau, atau rasa sebaiknya obat tidak digunakan lagi dan ganti dengan obat yang masih dalam keadaan baik.

Masyarakat harus bijak dalam melakukan pengobatan secara mandiri dengan tetap berkonsultasi kepada apoteker, dokter, ataupun perawat dalam melakukan pemilihan dan penggunaan obat. Masyarakat yang memiliki keluhan dan gejala penyakit yang menetap walau telah mencoba menggunakan obat bebas atau bebas terbatas, sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan yang berkompeten lebih lanjut.

Swamedikasi boleh dilakukan dengan menggunakan obat yang diperoleh/dibeli tanpa resep dokter baik di apotek maupun toko obat berizin, yaitu obat bebas dan obat bebas terbatas. Sebelum menggunakan obat bebas, kita harus membaca dengan cermat informasi pada kemasan obat. Misalnya kandungan obat (komposisi), khasiat (indikasi), dosis, aturan pakai, efek samping, kontraindikasi, cara penyimpanan, kadaluwarsa, nomor registrasi obat. Cerdas menggunakan obat dengan bijak menggunakannya dapat memberikan kesembuhan dan pencegahan lebih optimal.

M. Agung Akbar, S.Kep, Ners, M.Kep dosen Keperawatan

(mmu/mmu)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT