Tiga Jam Bersama Kapal Pinisi Pusaka Indonesia

ADVERTISEMENT

Perjalanan

Tiga Jam Bersama Kapal Pinisi Pusaka Indonesia

Misbahuddin - detikNews
Sabtu, 29 Okt 2022 11:15 WIB
pinisi
Foto: dok. pribadi
Jakarta -

Disambut dengan lagu Makassar Bisa Tonji perlahan kami memasuki kapal kebanggaan suku Bugis Makassar yang bernama Kapal Pinisi Pusaka Indonesia, dikawal oleh petugas sebanyak tiga orang yang membantu menaikkan pengunjung dari dermaga ke atas kapal.

"Berawal dari sebuah khayalan tujuh orang pemuda Makassar, di mana mereka merasa prihatin sebab perahu Pinisi ini sudah banyak negara yang memesan dan langsung dibawa ke banyak negara, tetapi Pinisi sendiri tidak ada di Makassar," demikian penjelasan Achmad, pemandu acara kegiatan ini.

Kapal Pinisi Pusaka Indonesia sehari-hari berlabuh di Pantai Losari. Ada dua kapal yang terdapat di sana, dan ada tiga program yang dijual di kapal ini, yakni sunset sailing one day trip dan program setengah hari perjalanan. Jumlah penumpang di kapal ini maksimal 40 orang, dengan biaya per orang sebesar Rp 280.000 untuk paket sunset sailing yang kami ikuti, dengan tiga spot utama yang diarungi yaitu Pulau Lae Lae, Center Point of Indonesia dan Tanjung Bunga Makassar, dengan lama perjalanan antara 2,5 jam sampai dengan 3 jam.

Saya sempat bertanya, kenapa kapal ini dibatasi hanya 40 orang? Jawabannya sangat simpel sekali, karena jumlah pelampung yang tersedia di atas kapal sebanyak 40 buah. Ahmad mengatakan lebih lanjut, program yang ditawarkan oleh Pinisi kepada pengunjung sangat beragam, mulai dari harga Rp 250.000 per orang hingga jutaan rupiah. Adapun fasilitas yang ada seperti kamar mandi VIP, toilet, live music, food and beverage, snorkeling dan diving serta jet ski.

Minuman selamat datang kami nikmati air es yang segar, singkong goreng dan sambal kacang, serta kacang rebus sebagai menu pembuka saat kami semua memasuki kapal. Sangat profesional ketujuh orang kru kapal dalam melayani 40 orang yang ikut dalam program sunset sailing yang kami ikuti. Ada yang bertugas menghibur dengan gitarnya, ada yang menyanyi dengan suara yang sangat merdu.

Terdapat tiga orang yang bertugas melayani makan dan minum pengunjung, serta ada satu yang khusus untuk mengabadikan semua aktivitas yang dilakukan dengan handphone android melekat di tangannya. Mengenai hasilnya jangan diragukan lagi, Anda semua bisa melihatnya di Instagram pinisi.id

Kapal Pinisi Pusaka Indonesia kini menjadi ikon kota Makassar. Anda akan merasakan kegembiraan mulai menginjakkan kaki pertama di atas kapal sampai kembali menginjakkan kaki ke dermaga Losari, seperti yang kami rasakan.

Sunset mulai terlihat dengan indahnya. Kembali semua pengunjung mengabadikan keadaan yang indah ini. Suasana hening dan semua aktivitas kegembiraan terhenti saat azan magrib dikumandangkan di atas kapal dan kami semua melaksanakan Salat Magrib secara berjamaah. Tuntas Salat Magrib alunan musik kembali membahana memecah keheningan senja. Tampak beberapa kru menyajikan hidangan makan malam yang sangat membangkitkan selera, menu yang sangat cocok dengan pelayaran ini.

Keceriaan yang terpancar dari 40 orang yang baru turun dari kapal Pinisi masih terpancar sampai kami semua memasuki mobil yang membawa rombongan menuju ke penginapan. Sepanjang perjalanan penuh dengan gelak tawa menceritakan hal-hal lucu dan konyol yang dilakukan di atas kapal, dari yang menggetar saat menginjakkan kaki di kapal sampai bagaimana takut turun dari tangga tiang layar, pokoknya seru banget.

Lagu Bento kami minta dimainkan dan dinyanyikan oleh penyanyi andalan kapal Pinisi. Seluruh isi kapal hanyut dalam kegembiraan itu; berjingkrak, bergoyang, dan mengikuti syair lagu walau ada yang serak tidak enak suaranya, semua bergembira. Terlebih saat beberapa dari kami mulai membagikan saweran, semakin meriah suasananya. Semua kru kapal Pinisi berada di anjungan untuk mendapatkan saweran; sangat terkesan dan sangat berkelas.

Lagu terakhir Kemesraan. Kami dibagi satu-satu kembang api oleh kru kapal. Dengan lambaian tangan dan kembang api, kami hanyut dalam alunan lagu itu, dan pamungkasnya beberapa kembang api ditembakkan ke udara, menambah keceriaan malam itu.

Misbahuddin owner Cafe APA

(mmu/mmu)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT