Mengaktifkan Kepahlawanan Kaum Muda

ADVERTISEMENT

Kolom

Mengaktifkan Kepahlawanan Kaum Muda

Riswan Erfa Mustajillah - detikNews
Jumat, 28 Okt 2022 13:00 WIB
riswan erfa
Riswan Erfa Mustajillah (Foto: dok. pribadi)
Jakarta -
Oktober 2022 menandai 94 tahun peringatan Sumpah Pemuda. Sebuah momentum yang menempatkan kaum muda menjadi bagian penting dalam perjalanan bangsa. Memori publik memberi tempat istimewa pada kaum muda. Kaum muda yang berjuang pada masa itu diingat serupa seorang pahlawan.

Kehadiran seorang pahlawan akan selalu di sambut dengan penuh antusias oleh hampir semua orang. Antusiasme menyambut pahlawan itu salah satunya karena seorang pahlawan bisa mengantarkan kebaikan-kebaikan baru dalam satu kondisi yang tidak ideal. Pahlawan akan dipuji, bahkan boleh jadi ia dipuja dan pada titik tertentu ia akan memberikan inspirasi bagi orang-orang.

Pahlawan yang hadir dan memberi inspirasi itu bahkan tidak selalu seorang tokoh yang nyata, tetapi ia bisa seorang tokoh fiksi yang dihadirkan lewat dongeng atau dalam versi yang lebih modern ia hadir lewat film-film. Tokoh pahlawan dalam bentuk fiksi muncul di film-film yang bertemakan superhero yang menyelamatkan orang-orang dari kehancuran masih mendapat tempat yang istimewa. Hal ini paling tidak bisa kita cermati dari masih lakunya film-film dengan tema tersebut. Kehadirannya pun disambut antusias. Orang-orang berbondong menontonnya dan boleh jadi membuat mereka yang menonton ingin menjadi seorang pahlawan dalam versinya masing-masing.

Tokoh pahlawan yang berbentuk fiksi yang bisa membawa inspirasi bagi orang-orang yang menontonnya itu memang patut mendapat apresiasi. Namun demikian, kehadiran tokoh pahlawan yang nyata dalam kehidupan berbangsa dan bernegara juga harus bisa membawa inspirasi bagi kita, utamanya kaum muda. Kaum muda harus didorong untuk bisa menjadi pahlawan-pahlawan baru.

Merujuk arti pahlawan secara etimologi, kata "pahlawan" berasal dari bahasa Sanskerta "phala", yang bermakna hasil atau buah. Kemudian, merujuk Kamus Besar Bahasa Indonesia pahlawan diartikan sebagai orang yang menonjol karena keberanian dan pengorbanannya dalam membela kebenaran pejuang yang gagah berani. Maka kaum muda harus didorong untuk menjadi seseorang yang perbuatannya berhasil bagi kepentingan orang banyak. Perbuatannya mampu mempengaruhi tingkah laku orang lain, karena kemuliaan dan manfaat yang ia berikan bagi kepentingan masyarakat bangsa, dan negara.

Tugas Pemuda

Pemuda memiliki peran penting, hal ini setidaknya bisa dilacak dalam ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan yang menyatakan bahwa pemuda berperan aktif sebagai kekuatan moral, kontrol sosial, dan agen perubahan dalam segala aspek pembangunan nasional. Perhatian dan kesempatan khusus bagi pemuda pun diberikan kepada mereka untuk mengaktualisasikan dirinya dan menyampaikan ide atau gagasan serta pemikirannya di tanah Republik, bahkan didorong untuk berkontribusi di ranah global.

Undang-Undang tentang Kepemudaan yang telah memformulasikan upaya untuk membentuk pemuda yang berkualitas dapat dibaca sebagai jalan bagi pemuda untuk bisa menjadi seorang pahlawan. Terlebih romantisme bangsa ini dengan kaum muda yang memberikan nafas optimisme khas seorang pahlawan begitu kuat. Kalau kita ingat, Boedi Oetomo yang diyakini sebagian besar orang sebagai penanda fase modern perjuangan kemerdekaan merupakan organisasi yang dilahirkan oleh kaum muda. Bahkan belakangan hari lahirnya Boedi Oetomo itu diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional.

Peristiwa sejarah yang dicatat dengan apik juga banyak mengisahkan peran penting kaum muda. Peristiwa seperti Sumpah Pemuda 1928 dan Proklamasi Kemerdekaan 1945 pun tidak bisa dipisahkan dari cerita dorongan kaum muda. Selanjutnya pada 1966 ada pergerakan mahasiswa (pemuda) yang menyerukan Tritura. Kemudian, pada 1998 para kaum muda pula yang hadir dan memberi peran untuk mengantarkan bangsa Indonesia memasuki era Reformasi. Hal ini membuktikan bahwa pemuda mampu berperan aktif sebagai garda terdepan dalam proses perjuangan, pembaruan, dan pembangunan bangsa.

Kesempatan kaum muda untuk berperan dan menjadi pahlawan dalam versinya masing-masing itu harus dibaca sebagai kesempatan bagi semua pemuda tanpa kecuali. Proses pembangunan bangsa menempatkan pemuda sebagai kekuatan moral, kontrol sosial, dan agen perubahan sebagai perwujudan dari fungsi, peran, karakteristik, dan kedudukannya yang strategis dalam pembangunan nasional.

Tanggung jawab dan peran strategis pemuda di segala dimensi pembangunan perlu ditingkatkan dalam kerangka hukum nasional sesuai dengan nilai yang terkandung di dalam Pancasila dan amanat Undang-Undang Dasar Negara. Karenanya kaum muda diamanahi untuk membangun kreativitas dan inovasi untuk turut ambil bagian dalam pembangunan nasional.

Tanggung jawab dan hak pemuda yang telah diamanatkan oleh Undang-Undang tersebut harus diimplementasikan dalam pembangunan kepemudaan. Pada dasarnya kaum muda harus memenuhi tanggung jawabnya untuk turut serta dalam upaya perbaikan bangsa ini. Hal ini memang sudah dilakukan, misalnya ketika Reformasi, gerakan mahasiswa yang menjadi representasi kaum muda juga hadir untuk menghadirkan pemerintahan yang lebih baik. Tetapi konsistensi peran pemuda itu harus terus dijaga. Hari ini dan masa-masa datang, kaum muda mesti hadir dengan konsistensi itu.

Kaum muda haruslah mampu menawarkan harapan-harapan baru dengan inovasi yang penuh manfaat. Terlebih dalam masa-masa ketika bangsa ini perlu kaum muda yang kreatif untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, menguatkan pemerintahan yang baik, menguatkan penegakan hukum dan lain sebagainya. Kaum muda ditantang tidak hanya kritis terhadap suatu persoalan, tapi mampu tawarkan solusi.

Namun demikian perlu disadari bahwa berhasil tidaknya kita dalam memberdayakan kaum muda juga sangat tergantung dengan akses kesempatan bagi pemuda dalam mengembangkan potensinya. Oleh karenanya memberdayakan pemuda adalah juga persoalan menciptakan pemuda yang mampu membangun kreativitas dan inovasi untuk turut ambil bagian dalam menjawab permasalahan pembangunan nasional bahkan global.
Riswan Erfa Mustajillah mahasiswa Program Doktor Ilmu Hukum Universitas Brawijaya

(mmu/mmu)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT