Meningkatkan Minat dan Pemahaman pada Pertanian Organik

ADVERTISEMENT

Kolom

Meningkatkan Minat dan Pemahaman pada Pertanian Organik

Sanditha Setya Wisaksanti - detikNews
Selasa, 27 Sep 2022 13:00 WIB
Bali Bangkit dengan Pertanian Organik
Pertanian organik di Bali (Foto ilustrasi: dok. detikcom)
Jakarta -
Sektor pertanian memiliki peran strategis sebagai penghasil bahan pangan utama. Fungsi tersebut tidak terlepas dari keterlibatan sumber daya manusia di dalam proses pengelolaan lahan hingga panen untuk menghasilkan bahan pangan yang berkualitas dan sehat sehingga dapat dikonsumsi oleh seluruh lapisan masyarakat.

Pengelolaan bahan pangan di lahan didukung oleh ketersediaan benih, penggunaan pupuk, air yang yang tercukupi, serta pemberantasan gulma dan hama penyakit. Namun, saat ini terdapat permasalahan krusial yang terjadi di lapangan yaitu petani masih terbatas pada pengetahuan dan keterampilan untuk berusaha tani dengan efektif dan efisien terutama dalam penggunaan input produktivitas yaitu pupuk anorganik.

Pendidikan formal menjadi faktor yang tidak dapat diabaikan. Masyarakat yang bermata pencaharian sebagai petani hanya bermodalkan pengalaman yang didasarkan pada aspek budaya yang telah dilakukan secara turun-menurun, sehingga belum memiliki pedoman untuk memaksimalkan produktivitas usaha tani yang dikelola. Di Indonesia, petani sebagian besar masih menggunakan input produktivitas seperti pupuk anorganik untuk meningkatkan produksi usaha tani.

Petani memilih menggunakan pupuk anorganik disebabkan oleh percepatan dalam peningkatan produksi tanaman, jenisnya beragam, dan murah. Pada kenyataannya, jika pupuk anorganik digunakan secara berlebihan akan memberikan dampak signifikan terhadap kesuburan tanah, keberlangsungan hidup mikroorganisme, pencemaran, lingkungan, bahkan kesehatan manusia yang mengkonsumsi hasil panen. Diperlukan upaya dalam mengatasi dampak negatif yang ditimbulkan sehingga sektor pertanian dapat berperan dalam pembangunan pertanian secara berkelanjutan. Upaya yang dapat dilakukan yaitu dengan pengembangan pertanian organik secara masif.

Pertanian yang Berkelanjutan

Pertanian organik merupakan pertanian yang berkelanjutan. Pertanian berkelanjutan dapat diartikan sebagai upaya yang masih mempertahankan prinsip ekologi sehingga terdapat hubungan antara organisme dengan lingkungannya. Setiap unsur yang terdapat pada pertanian berkelanjutan berkesinambungan dan terintegrasi antara praktik produksi tanaman dan hewan untuk waktu jangka panjang.

Pertanian organik menekankan penerapan praktik-praktik manajemen yang lebih mengutamakan penggunaan input dari limbah kegiatan budi daya di lahan dengan mempertimbangkan daya adaptasi terhadap keadaan atau kondisi setempat. Jika memungkinkan, hal tersebut dapat dicapai dengan penggunaan budaya, metode biologi, dan mekanik yang tidak menggunakan bahan sintesis untuk memenuhi kebutuhan khusus dalam sistem.

Dalam pengembangannya, terdapat sistem pertanian organik yang bertujuan untuk mendorong siklus hidup biologis dari suatu ekosistem, menghasilkan produk yang berkualitas dan tepat guna, dan meningkatkan keragaman genetik. Adapun prinsip yang terdapat pada sistem pertanian organik yang memaksimalkan produktivitas pertanian berdasarkan pemilihan bahan organik bersumber dari alam yang berkualitas sehingga mampu melestarikan lingkungan, meningkatkan kesuburan tanah jangka panjang, mencegah hama dan penyakit, serta menghilangkan penggunaan input sintesis seperti pupuk dan pestisida sintetis, obat-obatan hewan, benih dan breed yang dimodifikasi secara genetik, pengawet, aditif, dan iradiasi.

Pertanian organik juga mampu memberikan pengaruh signifikan terhadap keberlangsungan gaya hidup sehat pada manusia sehingga berdampak pada kesejahteraan masyarakat. Pada penerapan pertanian organik terdapat larangan penggunaan input sintesis seperti pupuk dan pestisida sintetis, obat-obatan hewan, benih, dan breed yang dimodifikasi secara genetik, pengawet, aditif, dan iradiasi.

Pelarangan penggunaan input sintetis pada pertanian organik bertujuan untuk memastikan bahwa produk pertanian organik yang dihasilkan bermutu tinggi dengan memanfaatkan bahan-bahan alami tanpa adanya keterlibatan dalam pencemaran lingkungan sehingga ekosistem tetap lestari serta menjamin terhadap kesehatan karena tidak ada bahan beracun yang terkandung apabila dikonsumsi.

Pangan yang sehat dan bergizi tinggi dapat diproduksi pada pertanian organik sehingga bermanfaat sebagai pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Di sisi lain, tanaman yang dikelola dengan menerapkan prinsip pertanian organik akan memiliki daya tahan tinggi terhadap serangan hama dan penyakit sehingga kesuburan tanah terjamin dan produktivitas yang dihasilkan meningkat.

Permasalahan terkait pertanian organik saat ini meliputi masih banyak petani yang kurang paham mengenai keunggulan dan tata cara pengelolaan pertanian organik untuk mendukung pertanian berkelanjutan, sertifikasi, sumber biaya yang terbatas, serta permasalahan lahan yang sempit dan tercemar bahan sintetis. Untuk mendukung perkembangan pertanian organik di Indonesia, diperlukan keterlibatan seluruh pihak baik pemerintah, perusahaan swasta, mahasiswa untuk berkolaborasi dalam menyebarluaskan informasi mengenai pentingnya penerapan pertanian organik saat ini sehingga output yang dihasilkan dapat dinikmati di masa mendatang.

Pemerintah dapat berkontribusi dalam menanggulangi permasalahan pada pertanian organik dengan memberikan edukasi untuk meningkatkan minat dan pemahaman petani mengenai manfaat pertanian organik secara berkelanjutan baik melalui webinar, kunjungan langsung ke lapangan, maupun pelatihan secara berkala kepada kelompok tani.

Selain itu, pemerintah dapat juga berkontribusi memberikan bantuan biaya sertifikasi dan jaminan pasar kepada pelaku usaha dan pelaku utama pada pertanian organik. Namun, sistem maupun produk pertanian organik tidak selalu bersertifikat. Hal tersebut dikarenakan kendala utama dalam pertanian organik yaitu sertifikasi. Biaya sertifikasi cenderung mahal sehingga petani kesulitan untuk mendapatkan sertifikasi pertanian organik dari Lembaga Sertifikasi Organik (LSO) yang telah terakreditasi Komite Akreditasi Nasional (KAN).

Memanfaatkan Generasi Muda

Lebih lanjut, regenerasi petani sangat dibutuhkan untuk mendukung pertanian berkelanjutan. Pemerintah dapat mendorong pengembangan produk-produk pertanian organik dengan memanfaatkan generasi muda. Generasi muda dapat memanfaatkan kemampuan yang dimiliki terutama dalam akses penggunaan teknologi, informasi, dan komunikasi untuk meningkatkan daya tarik masyarakat dalam menerapkan pertanian organik di Indonesia.

Selain itu, generasi muda juga dapat sebagai role model dalam berwirausaha di sektor pertanian dengan mengembangkan pertanian organik. Kesuksesan yang diraih mampu memicu motivasi bagi masyarakat untuk memulai penerapan pertanian organik. Perusahaan swasta juga mampu terlibat dengan melakukan kolaborasi melalui pemerintah untuk memberikan anggaran dan citra publik yang dimiliki juga akan berpengaruh terhadap pengembangan usaha.

Pertanian organik membutuhkan motivasi dan konsistensi yang kuat dalam diri pelaku usaha dan pelaku utama, sehingga akan ada proses ketelitian dalam membeli input produksi yaitu pupuk. Adapun tanaman yang dapat dibudidayakan yaitu hortikultura dan pangan. Petani dapat memilih sesuai dengan selera dan kemudahan dalam proses pengelolaan tanaman yang akan dibudidayakan, tentunya dengan memperhatikan aspek ekonomi, sosial, dan budaya daerah setempat. Hal tersebut diharapkan dapat merekonstruksi persepsi dan adaptasi pada proses adopsi inovasi melalui pengembangan pertanian organik.

Simak juga 'Ketika Limbah Pertanian Disulap Jadi Pupuk Organik yang Kaya Manfaat':

(mmu/mmu)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT