ADVERTISEMENT

Kolom

Komando Puan di Kandang Banteng, Gubernur Ganjar Selesai?

Arie Putra - detikNews
Rabu, 21 Sep 2022 13:03 WIB
Founder Total Politik
Arie Putra (Ilustrasi: Edi Wahyono/detikcom)
Jakarta -

Ribuan orang berseragam merah. Sebagian besar dari mereka bukan orang sembarangan. Di Kota Semarang, anggota DPR, Bupati, Wali Kota, sampai anggota DPRD dari penjuru Jawa Tengah berkumpul. Dalam acara tersebut, Ketua DPR Puan Maharani menyampaikan arahan bagi seluruh kader partainya untuk segera mengambil ancang-ancang berperang.

Kandang Banteng merupakan sebutan yang lazim untuk Provinsi Jawa Tengah. Bukan hanya karena PDI-Perjuangan memiliki kemenangan telak di daerah tersebut, namun juga semua elite penting dari PDI-Perjuangan bersentuhan langsung dengan daerah ini.

Presiden Joko Widodo merupakan mantan Wali Kota Solo. Kemudian, Puan Maharani merupakan perwakilan dari Daerah Pemilihan Jawa Tengah V. Selain itu, Gubernur Ganjar Pranowo juga merupakan nama penting versi pollster jelang Pilpres 2024.

Ditambah lagi, Ketua Komisi III DPR Bambang Wuryanto atau Bambang Pacul juga merupakan Ketua DPD Jawa Tengah dan Badan Pemenangan Pemilu Nasional PDI-Perjuangan. Selain itu, Ketua Fraksi PDI-Perjuangan DPR Utut Adianto juga merupakan anggota parlemen asal Jateng. Artinya, komando di Kandang Banteng akan memiliki pengaruh besar pada gerakan partai ini secara nasional.

Yang unik di tengah keramaian tersebut, Gubernur Ganjar tidak terlihat. Bahkan, Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka yang merupakan Putra Presiden Jokowi saja hadir dalam acara tersebut. Publik tentunya bertanya tentang absennya Gubernur Ganjar untuk kesekian kalinya di acara PDI-Perjuangan Jawa Tengah.

Jalan politik Gubernur Ganjar tampaknya sudah semakin sempit di PDI-Perjuangan. Meskipun, Ketua Umum Megawati Soekarnoputri belum memutuskan arah dukungan partainya. Melihat apa yang sudah terjadi, kekuatan organisasi PDI-Perjuangan tentu tidak akan sepenuh hati bila nanti keputusan partai mendukung Gubernur Ganjar.

Di sisi lain, sosok Puan Maharani semakin melekat dengan kader di akar rumput. Meski elektabiltasnya tidak setinggi Ganjar, Puan sudah dianggap sebagai pengganti terkuat Presiden Megawati di masa depan.

Lalu, bagaimana kalau Puan Maharani nanti kalah dalam pertarungan 2024? Tidak terlalu khawatir, PDI-Perjuangan tetap untung. Pemimpin masa depannya sudah mendapat tempaan lewat pertarungan level tertinggi di negara ini.

Kisah Puan pun akan semakin melekat dengan ketokohan Presiden Megawati. PDI-Perjuangan mampu sebesar hari ini tidak lepas dari perjalanan melewati kekalahan demi kekalahan. Presiden Megawati yang kokoh setelah melewati berbagai kekecewaan politik. Namun yang terpenting, militansi kadernya semakin tumbuh dan menguat.

Tentunya, kekuatan organisasi PDI-Perjuangan akan bertarung sekuat tenaga agar Puan dapat memenangkan Pilpres nanti. Sebaliknya jika tetap dicalonkan, Gubernur Ganjar akan membutuhkan waktu untuk mengkonsolidasi kekuatan yang sudah sempat berhadap-hadapan ini. Bahkan sepertinya, Jawa Tengah saja tidak akan jadi daerah yang mudah untuk dimenangkan oleh Ganjar.

Dalam acara tersebut, DPD PDI-Perjuangan Jawa Tengah menargetkan angka 50% dalam pertarungan legislatif nanti. Saat ini, mereka berada di angka sekitar 45%. Artinya, target perolehan Jawa Tengah setara dengan 7%-8% perolehan suara nasional. Perolehan tersebut sudah bisa meloloskan dua partai untuk melewati parliamentary threshold.

Kekuatan besar tersebut harus dihadapi oleh Gubernur Ganjar jika menyeberang dari PDI-Perjuangan. Bukan pilihan yang menyenangkan, Presiden Jokowi yang dianggap dekat dengan Ganjar pun tentu tidak mau ambil risiko. Apalagi, putra sulungnya masih akan berkarier di PDI-Perjuangan Jawa Tengah.

Meski bisa mencalonkan presiden tanpa koalisi, PDI-Perjuangan harus membuat kalkulasi yang rigit. Pilihan di depan mata masih tidak mudah. Mengusung Ganjar yang sudah berjarak atau berjudi dengan Puan yang perlu kerja keras ekstra? Sekali lagi, pilihan ini tidak mudah.

Arie Putra co-founder Total Politik, host Adu Perspektif detikcom X Total Politik

(mmu/mmu)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT