ADVERTISEMENT

Kolom

Salah Kaprah Uji Turnitin

Muhammad Iqbal Suma - detikNews
Selasa, 20 Sep 2022 09:56 WIB
Plagiarism typed on an old typewriter. vintage thing. Copyright. Close-up
Ilustrasi: Getty Images/iStockphoto/Gerasimov174
Jakarta -

Turnitin menjadi momok menakutkan bagi mahasiswa tingkat akhir. Sejumlah persyaratan mengharuskan kriteria karya ilmiah yang layak; bebas dari plagiarism dan mencuri karya ilmiah orang lain. Kampus juga menerapkan penggunaan Mendeley sebagai sistem rujukan karya ilmiah, memungkinkan setiap mahasiswa menggunakan rujukan yang kredibel dalam setiap penelitian tugas akhir.

Lantas masalahnya, meski sudah mengikuti kriteria penulisan ilmiah yang ketat, banyak karya ilmiah mahasiswa yang masih mendapatkan skor tinggi (di atas 50%) untuk tingkat kesamaan (similarity) dalam pengujian Turnitin. Lantas apa yang salah?

Mungkin Anda pernah mengalami situasi berikut; Anda pernah merasa takut ketika menyadari bahwa Turnitin mungkin mengatakan skripsi atau tesis Anda menjiplak, padahal Anda yakin tidak melakukannya? Kemungkinan besar Anda mendapatkan hasil "positif-palsu" dari Turnitin atau esai Anda memiliki tingkat similarity yang cocok dengan referensi atau halaman web tertentu.

Deteksi plagiarisme adalah penilaian akademis yang tergantung pada banyak faktor, dan hanya akademisi ahli yang dapat melakukan pekerjaan ini. Hal pertama yang sangat penting sebelum melakukan pengujian Turnitin, Anda harus memahami perbedaan antara dua elemen, yakni similarity dan plagiarisme. Berikut beberapa contoh yang saya masukkan untuk memahami persoalan ini.

Terdapat banyak kata, singkatan, nama, penyakit, dan lain-lain, yang seseorang tidak dapat mengubah atau memparafrasekannya. Kata, frasa, atau kalimat tertentu harus ditulis apa adanya. Ini misalnya, mencakup kutipan dalam pasal atau ayat undang-undang, jika Anda menulis karya ilmiah di bidang hukum.

Jika karya ilmiah yang Anda unggah ke Turnitin telah memenuhi kriteria penulisan ilmiah, penggunaan Mendeley, namun Turnitin menunjukkan indeks kesamaan misalnya 64%, ini tidak berarti karya ilmiah Anda melakukan plagiarisme. Skor similarity pada Turnitin itu berarti ada sekitar 64% karya Anda cocok dengan karya yang sudah diterbitkan. Ini mungkin termasuk miliaran halaman jurnal dan buku yang tersedia di internet, yang tentu saja tidak memenuhi syarat sebagai plagiarisme.

Harus Diatasi

Plagiarisme adalah pelanggaran besar yang penulis harus atasi. Terkadang, Turnitin dapat memberi Anda skor yang menunjukkan indeks kesamaan yang tinggi, namun Anda tidak melakukan plagiasi konten apapun. Hal ini dapat secara keliru ditafsirkan sebagai plagiarisme jika instruktur atau dosen Anda tidak mempertimbangkan sumber teks yang cocok yang Anda gunakan. Oleh sebab itu, sebelum membuat laporan orisinalitas, seluruh daftar pustaka, materi kutipan, catatan kaki, pasal, dan ayat dalam undang-undang serta kecocokan kecil (kata atau persentase di bawah 2 atau 1%) harus dikecualikan.

Penafsiran laporan orisinalitas bisa rumit tergantung pada keahlian anggota tim instruktur atau dosen yang melakukan pengujian. Misalnya, sangat tidak bijaksana untuk hanya mengandalkan persentase indeks similarity 38% untuk mengatakan suatu karya ilmiah melakukan plagiarisme. Campur tangan instruktur Turnitin harus mengesampingkan fakta dengan pemeriksaan menyeluruh dari setiap pencocokan tunggal pada setiap karya ilmiah.

Misalnya, apakah suatu karya ilmiah diekstraksi dari satu sumber tunggal atau mengumpulkan banyak bagian-bagian kecil dari banyak sumber yang berbeda? Apakah hasil similarity 38% diambil dari bab metodologi (yang sebagian besar mirip) atau bagian diskusi hasil penelitian? Juga relevan untuk melihat bahwa semua bagian yang cocok dikutip dengan benar untuk menampilkan sumbernya.

Terkadang hasil pengujian Turnitin cocok dengan makalah yang telah Anda buat sendiri dan menunjukkan indeks kesamaan lebih dari 90%; dalam hal ini, Anda harus menganalisis laporan keaslian secara menyeluruh dengan memeriksa setiap sumber yang cocok. Jika diverifikasi bahwa sumber yang cocok adalah makalah atau penelitian milik Anda sendiri, maka makalah ini harus dikeluarkan dari laporan keaslian menggunakan opsi yang diberikan.

Banyaknya plagiarisme dalam sebuah karya tulis tidak tercermin dalam skor kesamaan. Padahal, kata 'kesamaan' sudah menunjukkan apa yang sebenarnya diukur. Skor mencerminkan seberapa mirip pekerjaan Anda dengan item lain di database Turnitin. Satu-satunya cara untuk mengidentifikasi plagiarisme adalah dosen Anda melihat laporan secara lebih rinci dan ini harus dilakukan dengan manual.

Misalnya, laporan similarity dengan skor 20% dapat menyarankan bahwa sebuah makalah cocok dengan 20 sumber berbeda dengan hanya 1% kesamaan. Oleh karena itu, sumber-sumber serupa harus dieksplorasi untuk mengidentifikasi apakah teks tersebut merupakan plagiat. Pada kenyataannya, mungkin tidak ada masalah plagiarisme sama sekali. Interpretasi manusia menjadi kunci dalam hal skor kesamaan.

Mengelola Pengaturan

Selama ini pengujian Turnitin dilakukan dengan hanya mengunggah suatu karya ilmiah, menunggu hasil skor yang keluar tanpa melakukan filter dengan menggunakan fitur yang tersedia untuk mengeluarkan setiap kutipan, daftar pustaka, catatan kaki, dan sejumlah frasa yang terdiri dari 3-4 kata yang akan dianggap memiliki kemiripan. Jika tidak melakukannya, tentu saja skor similarity akan menampilkan persentase yang tinggi.

Dosen Anda dapat mengelola pengaturan mereka sendiri. Pengaturan Turnitin dapat berbeda antara universitas, fakultas, dan bahkan kelas individu. Misalnya, dosen dapat memilih untuk menyertakan atau mengecualikan referensi dalam laporan similarity yang dapat membuat perbedaan besar pada skor akhir similarity Anda. Referensi Anda bisa jadi dikutip di tempat lain dan dengan demikian akan selalu disorot sebagai serupa, membuat skor kesamaan total Anda jauh lebih tinggi.

Jika menurut Anda hasil nilai similarity Anda tidak tepat karena memasukkan seluruh catatan kaki dan kutipan sebagai similarity, ini mungkin disebabkan karena pengaturan yang dipilih oleh dosen Anda. Untuk memahami bagaimana instruktur atau dosen Anda memilih untuk menilai karya ilmiah Anda melalui Turnitin, akan sangat membantu jika Anda berbicara dengan instruktur dan dosen Anda tentang hal itu.

Umpan balik seperti itu akan sangat bermanfaat dalam memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang seluk-beluk cara instruktur Anda menggunakan Turnitin. Meminta umpan balik yang dipersonalisasi juga menunjukkan inisiatif dan semangat untuk belajar; keduanya adalah sifat yang akan membantu Anda meningkatkan kualitas karya ilmiah dengan baik.

Karya ilmiah menjadi plagiarisme jika Anda melakukan copy-paste dan tidak memberikan kredit atau catatan kaki kepada sumbernya. Tindakan ini juga bisa dianggap plagiarisme karena Anda telah menyalin dari sumber yang dianggap tidak kredibel. Inilah alasan mengapa tidak ada skor Turnitin yang bersifat universal dan spesifik.

Rentang skor tergantung pada universitas atau pengelola yang melakukan pengujian terhadap karya ilmiah Anda. Skor rendah dapat diartikan sebagai plagiarisme jika Anda menyalin, sedangkan skor tinggi dapat diartikan baik jika instruktur anda melakukan peninjauan lebih lanjut. Turnitin itu seperti seperti palu atau pisau bedah. Apakah menggunakannya akan menjadi tindakan bermanfaat atau justru menyakitkan, tergantung pada kebijaksanaan yang menggunakannya.

(mmu/mmu)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT