ADVERTISEMENT

"Common Sense" Ishadi SK

Presiden Jokowi Bicara Tantangan Global di Sarasehan 100 Ekonom

Ishadi SK - detikNews
Kamis, 08 Sep 2022 16:00 WIB
ishadi sk
Ishadi SK (Ilustrasi: istimewa)
Jakarta -

Presiden Joko Widodo pada Rabu (7/9) menghadiri Institute for Development of Economics and Finance (INDEF): Sarasehan 100 Ekonom Indonesia yang digelar di Auditorium Menara Bank Mega. Orang nomor satu di Indonesia itu dalam pidatonya yang sangat bersemangat menyampaikan berbagai macam pokok bahasan, mulai dari tantangan ekonomi global maupun dalam negeri, tantangan krisis global hingga agenda pemerintah untuk mengatasi tantangan saat ini hingga ke depannya.

Secara bersemangat, di awal pidatonya Jokowi membahas tentang tantangan dunia yang diterpa oleh pandemi. Cah Solo itu bercerita, merenungkan kebijakan apa yang terbaik untuk negeri ini saat pandemi Covid-19 merebak. Banyak negara melakukan lockdown, namun Jokowi tidak. Dia memilih kebijakan lainnya tanpa lockdown, dengan tetap menjaga keterbatasan aktivitas masyarakat.

"Apa benar harus melakukan ini? Jawaban saya, tidak usah lockdown. Dan ternyata betul, kalau lockdown mungkin kita bisa minus 17%," ucapnya. Jokowi juga bercerita dengan semangat mengenai momen dirinya bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy. Di pertemuan dengan dua pemimpin negara yang tengah berseteru tersebut, Jokowi bilang jangan sekali-sekali berharap bahwa perang akan selesai besok atau bulan depan, namun pertemuan itu menghasilkan kabar baik; menurut Jokowi setelah dialog itu, gandum yang sempat tertahan bisa kembali diekspor.

Jokowi mengatakan saat ini ekonomi dunia dan geopolitik dunia sudah berubah semua. Menurutnya Indonesia telah berhasil membangun fondasi yang kuat, terutama dalam menyelesaikan berbagai proyek seperti pembangunan jalan tol, bandara, pelabuhan, dan bendungan. Jokowi juga menyebutkan Indonesia telah mendapatkan penghargaan swasembada beras karena sudah tidak mengimpor beras sejak 2019.

"Dalam tujuh tahun ini kita telah membangun fondasi penting infrastruktur. Jalan tol terbangun 2.040 KM, 16 bandara baru terbangunkan, dan 18 pelabuhan baru diselesaikan. Dari sisi bendungan, sampai hari ini sudah ada 29 bendungan dan akan ditambah 9 lagi di akhir tahun nanti, sehingga total akan ada 38 bendungan. Irigasi sampai 1,1 juta hektar lahan yang baru saja bisa teririgasi," ungkap Jokowi pada pidatonya.

Dalam upaya meningkatkan ekonomi Indonesia, Jokowi mengatakan saat ini Indonesia sudah berhasil menghentikan ekspor komoditas yang sebelumnya seringkali diekspor dalam bentuk bahan mentah, seperti nikel, yang sudah tiga tahun dihentikan ekspornya, tahun ini akan dihentikan juga ekspor timah, tahun depan menghentikan ekspor bauksit, diikuti tembaga.

Presiden Jokowi bangga dan mengatakan bahwa luar biasanya lagi, Indonesia telah berhasil mengakuisisi Freeport dengan kepemilikan dalam negeri sebesar 51%. Tidak kalah penting lagi yaitu berkembangnya teknologi digital yang terus diperluas. Seperti saat ini Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) telah bertransformasi ke digital sebesar 60%. Jokowi menargetkan pada tahun 2024 ada 30 juta UMKM yang masuk ekosistem digital. Angka ini sangat strategis ke depan.

Jokowi menutup pidatonya dengan mengatakan bahwa yang paling penting saat ini sebagai warga negara yang baik adalah bisa menjaga persatuan, kesatuan, serta bahu membahu untuk negara.

Presiden Jokowi menyampaikan pesannya kurang dari 25 menit. Tapi apa yang disampaikan mempunyai makna yang luar biasa besar dan luas. Pidatonya di forum INDEF memberikan tidak hanya pesan, tapi juga keyakinan untuk masa depan Indonesia.

Jakarta, 8 September 2022

Ishadi SK Komisaris Transmedia

(mmu/mmu)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT