ADVERTISEMENT

Kolom

Menguji Kapasitas Puan Maharani

Felisianus Novandri Rahmat - detikNews
Kamis, 08 Sep 2022 11:30 WIB
Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) Puan Maharani
Puan Maharani (Foto: Dok. Istimewa)
Jakarta -

Dinamika politik jelang Pilpres 2024 menjadi kian menarik dengan kemunculan Puan Maharani yang semakin aktif melakukan safari politik keliling Indonesia serta memimpin silahturahmi ke sejumlah partai politik. Terbaru misalnya, Puan memimpin rekan-rekannya dari PDI Perjuangan (PDIP) mengunjungi Partai Nasdem serta Gerindra dan Golkar. Manuver Puan ini pun memberi sinyal kuat kepada masyarakat bahwa PDIP akan mengusungnya pada pertarungan pemilihan presiden nanti.

Hal ini juga sekaligus akan menutup peluang Ganjar Pranowo diusung oleh PDIP pada kontestasi pilpres mendatang. Sebagaimana diketahui, Ganjar selama ini menjadi salah satu capres potensial yang dilirik masyarakat. Elektabilitasnya selalu berada di urutan teratas dalam setahun terakhir dan bersaing dengan Prabowo Subianto. Pada periode Agustus 2022 saja, berdasarkan survei Poltracking Indonesia tentang siapa yang paling diinginkan oleh masyarakat untuk menjadi capres, sosok Ganjar mendapatkan dukungan sebesar 26.6% disusul Ketua Umum Gerinda 19.7% dan Anies Baswedan di posisi tiga yaitu 17.7%.

Sementara elektablitas Puan hanya 2.2%, masih tergolong rendah dan dinilai belum kompetitif untuk menjadi capres. Namun, elektablitias sepertinya bukan menjadi tolok ukur bagi PDIP karena Puan dinilai memiliki modalitas yang kuat untuk didorong menjadi capres. Pertama, modalitas Puan sebagai putri Ketua Umum Megawati Soekarnoputri yang memiliki hak prerogatif untuk menentukan siapa yang akan dicalonkan sebagai calon presiden berdasarkan AD/ART partai.

Apalagi, safari politik saat ini yang dilakukan Puan ke sejumlah partai serta melobi para pimpinan partai merupakan mandat khusus dari Megawati. Selain itu, mesin-mesin partai yang sudah mulai bergerak bisa menjadi modalitas yang kuat bagi Puan untuk melenggang dengan mudah dalam pencapresan.

Kedua, modalitas Puan sebagai mantan Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, saat ini sebagai Ketua DPR dan Kepala Bidang Politik PDIP membuat ketokohannya begitu kuat tidak hanya di lembaga pemerintahan, tetapi juga di partai. Banyak kebijakan strategis lahir darinya. Dengan pengalamannya tersebut tentu kepemimpinan dan kapasitasnya tidak akan diragukan lagi.

Akan Diuji

Namun, meski memiliki modalitas yang kuat, kapasitas Puan akan diuji untuk mendongkrak popularitas dan juga menjaga soliditas partai sehingga harus bekerja ekstra ke depannya. Pertama, mendongkrak popularitas. Untuk mendongkrak popularitas dan elektabilitas, Puan perlu memanfaatkan semua platform media yang ada terutama media sosial untuk mengkomunikasikan semua capaian dan prestasi yang sudah dilakukan selama ini.

Selain capaian dan prestasi, narasi-narasi untuk membangun Indonesia atau apa yang hendak ditawarkan ke depannya perlu disuarakan ke ruang publik. Hal ini perlu dilakukan untuk memberi informasi yang banyak kepada masyarakat untuk menjadi bahan pertimbangannya nanti ketika akan memilih. Tim advance partai yang sudah dibentuk harus dimaksimalkan untuk mengelola komunikasi dan safari politik Puan.

Kedua, menjaga soliditas partai baik di internal maupun dengan pihak eksternal. Kemunculan nama Ganjar Pranowo dalam bursa capres bisa membuat dukungan dalam tubuh partai berkepala banteng tersebut terbelah. Apalagi, figur Ganjar selama ini begitu populer dan menjadi salah satu capres potensial. Ketokohan Puan harus mampu mengakomodasi dua kubu sehingga suara pendukung juga nanti tidak terbelah.

Makanya, dalam kunjungannya ke daerah-daerah ia melakukan konsolidasi dengan para kader. Seperti baru-baru ini ke Nusa Tenggara Barat (NTB), selain untuk berkoordinasi dan memberi arahan untuk pemenangan PDIP, Puan juga mengingatkan kadernya untuk tetap solid, satu visi dan misi. Sebab, soliditas partai bisa menjadi salah satu faktor kunci dalam kontestasi pada 2024.

Felisianus Novandri Rahmat dosen Komunikasi MNC University

Simak Video 'Ada Kuda di Tengah Hubungan PDIP-Gerindra':

[Gambas:Video 20detik]



(mmu/mmu)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT