ADVERTISEMENT

Airlangga dan KIB Mengurai Labirin Politik 2024

Lalu Mara Satriawangsa - detikNews
Rabu, 29 Jun 2022 11:56 WIB
Ketum Partai Golkar Airlangga Hartarto, Ketum PAN Zulkifli Hasan (Zulhas), dan Ketum PPP Suharso Monoarfa menghadiri Silahturahmi Nasional Koalisi Indonesia Bersatu atau KIB. Agenda utama Silaturahmi Nasional KIB penandatanganan kesepakatan bersama.
Foto: Golkar dan KIB (Annisa/detikcom)
Jakarta -

Lokomotif politik bergerak. Mesin-mesin politik mulai dipanaskan seiring menghangatnya suhu politik jelang Pemilu 2024. Embrio-embrio poros politik bermunculan, sebelumnya beku seperti bongkahan es di kutub utara, sekarang mencair.

Manuver para elite partai semakin intens, polanya acak, tapi cukup bikin riuh percakapan politik. Masing-masing kekuatan politik sibuk membangun komunikasi politik, mencari kawan seiring-sejalan.

Kemunculan embrio-embrio poros politik ini tidak ujug-ujug. Walau cepat atau lambat, tapi ada pemantiknya. Adalah Golkar, PAN dan PPP yang "membakar" dengan mengawali terbentuknya sebuah poros politik 2024, dengan membentuk Koalisi Indonesia Bersatu (KIB).

Koalisi atau kerjasama parpol yang digawangi Airlangga Hartarto (Golkar), Zulkifli Hasan (PAN) dan Suharso Monoarfa (PPP) harus diakui berhasil mengurai kejumudan politik tanah air.

Sekarang, lihatlah semua partai politik berancang-ancang membuat poros politik, bahkan Partai NasDem sudah menjembreng nama-nama capres yang akan diusung. Meski secara suara NasDem tidak bisa mengusung capres sendirian.

Ketua Umum PKB Muhaimin Iskadar langsung tersengat. Dia langsung menemui Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto untuk menjalin kerjasama. Bukan saja itu, PKB bersedia gabung dengan KIB asalkan dirinya yang diusung sebagai Capres.

Setelah itu, Prabowo Subianto juga membangun komunikasi politik dengan Ketua Umum NasDem Surya Paloh. Dia juga menerima kunjungan silaturahmi Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), di kediamannya.

PKS juga tak mau ketinggalan untuk menggalang poros ketiga bersama Demokrat dan NasDem. Sementara PDI Perjuangan walau menolak bicara soal poros atau koalisi Pemilu 2024, tapi minimal sudah pasang kuda-kuda.

Alhasil, percakapan politik sudah mengerucut. Masing-masing kekuatan politik mulai menakar kekuatan, menghitung dan menjalin komunikasi politik.

Tak dipungkiri, kemunculan KIB telah membuat peta koalisi Pilpres 2024 semakin terang benderang. Semuanya berkat "restu" Presiden Jokowi. Bukan saja itu, Presiden Jokowi memperkuat KIB dengan memasukkan Ketum PAN Zulkifli Hasan dalam jajaran kabinetnya. Zulkifli didapuk sebagai Menteri Perdagangan menggantikan M. Lutfi.

Lebih dari itu, Parpol kini lebih bersemangat bicara Pilpres 2024. Semula parpol malu-malu karena pakewuh, tidak enak dengan Presiden Jokowi.

KIB seperti terbaca dalam beberapa pernyataan elite parpol anggotanya mantap bersepaham untuk sama-sama menaikkan elektabilitas partai hingga saling mengisi antarsesama anggota koalisi untuk membangun Indonesia.

Secara modal politik, KIB juga sudah mengantongi satu tiket untuk mengusung capres sendiri. Tinggal nama untuk di cetak dalam "boarding pass" Pilres 2024.

Bila merujuk perolehan kursi di DPR RI, partai dalam KIB punya modal kuat. Golkar dengan 85 kursi (14,78%), PAN 44 kursi (7,65%) dan PPP 19 kursi (3,30%). Total perolehan suara KIB di parlemen sebesar 26,82%. Lebih dari cukup untuk melampaui syarat ambang batas parlemen dengan keseluruhan 115 kursi atau 20%.

Walau demikian, KIB sepertinya tidak terjebak gendang parpol lain yang sudah mengumumkan capres.

Meski Partai Golkar sudah menetapkan Airlangga Hartarto sebagai capres harga mati sesuai keputusan Munas Partai Golkar. Apakah KIB bakal mengumumkan capres/cawapresnya dalam waktu dekat? Sepertinya tidak!

Yang pasti capres dan cawapres KIB adalah kader organik partai yang tergabung dalam koalisi tersebut. Bukan kader cangkokan apalagi membajak kader parpol lain.

Optimis

Di sisi lain, Partai Golkar semakin optimis mencapai target dalam Pemilu 2024 mendatang. Menurut survei Litbang Kompas yang digelar 24 Mei - 4 Juni 2022, Golkar masuk dalam jajaran partai politik papan atas berdasarkan tren pilihan partai politik dengan 10,3 persen.

Golkar berada di posisi ketiga, menempel ketat Gerindra di posisi kedua dan PDIP di posisi pertama. Masih ada waktu 2 tahun untuk merubah segalanya. Karenanya, Golkar optimis mencapai target di pemilu presiden dan legislatif mendatang.

Golkar, bersama PPP dan PAN di KIB pasang target bisa mengusung capres sendiri. Seperti halnya Airlangga Hartarto yang merupakan capres potensial dari KIB. Apalagi Partai Golkar pemegang saham terbesar KIB. Sekali lagi, mengulang apa yang disampaikan Airlangga dalam satu kesempatan, KIB tak bakal mengusung kader parpol lain, apalagi membajak!

Apapun itu, kegaduhan poros-poros politik ini mesti dirayakan, karena setidaknya kejumudan dan labirin yang berliku itu telah terurai. Semuanya karena gerakan "tiki taka" Airlangga Hartarto dan KIB. Kini, semua (bakal) pemain bersiap masuk gelanggang, menanti peluit kick off berbunyi. 14 Februari 2024!


Lalu Mara Satriawangsa. Wakil Sekretaris Dewan Pembina Golkar.

Simak Video 'PAN: Ada Partai yang Dilirik KIB, Masih 50:50 Bergabung atau Tidak':

[Gambas:Video 20detik]



(rdp/rdp)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT