ADVERTISEMENT

Kolom

Mengatasi "Quarter Life Crisis" dan Kesepian

Annisak Alfaroghi Diniha - detikNews
Rabu, 29 Jun 2022 11:30 WIB
Single or divorced woman alone missing a boyfriend while swinging on the beach at sunset
Foto ilustrasi: iStock
Jakarta -

Perasaan seperti terjebak dalam rutinitas, hidup seperti tidak ada maknanya, semangat dan motivasi menghilang. Bahkan, tidak bermasalah pun muncul saja perasaan kurang, kebingungan, dan merasa frustrasi namun kurang dapat memahami apa sebenarnya yang seseorang itu inginkan. Sebenarnya perasaan tersebut adalah ciri-ciri dari quarter life crisis.

Dalam ilmu psikologi, tahapan dewasa dibagi menjadi tiga yaitu dewasa awal, dewasa menengah, dan dewasa akhir. Pada dewasa awal biasa timbul ketidaknyamanan yang disebut krisis seperempat abad atau quarter life crisis. Oleh Robbins dan Wilner (2001) quarter life crisis didefinisikan sebagai krisis identitas yang terjadi akibat dari ketidaksiapan mereka pada saat proses transisi dari masa remaja menuju dewasa. Perasaan dan pikiran ini selalu mengganggu kehidupan individu, juga terkadang muncul saat kehidupan individu merasa normal.

Ketidakpastian dalam hidup, tidak terinspirasi, dan selalu merasa terjebak disebabkan oleh berbagai peristiwa yang terjadi pada dewasa awal yaitu usia 20-an hingga 30-an. Hal tersebut normal terjadi karena stres akibat harapan yang tidak sesuai dengan realitas atau lebih spesifiknya individu tidak merasakan perkembangan (sense of progress).

Dalam buku yang berjudul Progress Principle dijelaskan, seseorang yang telah melakukan hal yang dia mampu namun tidak ada perkembangan sering membuat seseorang itu stuck walaupun telah bekerja sangat baik di sana. Buku tersebut juga menyebutkan bahwa kesuksesan kecil yang ada di progres saat dijalani akan membuat kesenangan kecil sehingga menyebabkan lebih semangat dalam menjalani hidup.

Menurut penelitian yang dilakukan terhadap remaja dewasa awal, meskipun pada sehari-hari mereka terlihat biasa saja namun kenyataannya mereka merasa ada perasaan kosong, dan muncul keinginan-keinginan untuk memiliki seseorang, lingkungan, jabatan seperti teman-teman lainnya. Bahkan, beberapa dari mereka menyebutkan bahwa mereka merasa kurang berharga dan rendah diri ketika tidak seperti teman-teman seusia mereka.

Menarik Diri

Adanya kesenjangan antara harapan dengan realitas yang dimiliki seseorang dalam hubungan sosial dapat menyebabkan seseorang mengalami loneliness (Perlman & Peplau, 1981). Manusia dikenal sebagai makhluk sosial yaitu dapat menjalankan fungsinya secara optimal dalam tatanan sosial. Sejak zaman prasejarah manusia memiliki fungsi masing-masing, seperti ada yang bertugas berburu, memasak, menjaga kawanan, dan sebagainya.

Kemudian, manusia beradaptasi membentuk ikatan sosial yang mana mereka saling menjalankan fungsinya dan dapat membangun sebuah peradaban. Sehingga kehidupan sosial kemudian menjadi sebuah standar. Jika seseorang tidak memiliki kehidupan sosial yang berfungsi dengan baik, maka mereka akan merasa tidak dibutuhkan dan berakhir dengan merasakan kesepian.

Kesepian (loneliness) merupakan kondisi tidak menyenangkan yang dirasakan ketika seseorang tidak mampu memenuhi hubungan sosial seperti yang ia harapkan (Perlman & Peplau, 1981). Perlu dipahami bahwa kondisi quarter life crisis dapat mempengaruhi seseorang untuk menarik diri dari lingkungannya yang berpotensi mengarah pada loneliness. Sebaliknya, jika tidak mampu dalam memenuhi hubungan sosial yang diinginkan (loneliness), maka juga akan mendorong seseorang dalam quarter life crisis. Sehingga kedua-duanya memiliki keterkaitan yang cukup erat.

Penelitian terkait loneliness dan quarter life crisis pernah dijelaskan dalam Robinson (2015). Ia menyebutkan bahwa kondisi menyendiri atau isolasi yang dilakukan dewasa awal pada saat ia mengalami quarter life crisis dapat berubah menjadi kesepian dan perasaan terkucilkan. Oleh karena itu, kualitas hubungan dengan orang lain pada masa dewasa awal merupakan hal yang penting.

Ada beberapa tahapan pada seseorang yang mengalami quarter life crisis. Menurut Robinson dan Wrig (2013) pada fase awal, remaja akan merasa terjebak dalam berbagai pilihan yang dihadapi dalam sebuah hubungan dan/atau karier, sebab banyaknya keinginan, harapan, dan tuntutan dari individu maupun lingkungan sosialnya menyebabkan stres dan cemas. Kemudian, ia mulai memisahkan diri dari aktivitas yang dilakukan sehari-hari.

Pada fase ini, remaja mulai merenung dan mengeksplorasi untuk kehidupan yang baru, sekiranya kemampuan internal dan eksternal apa yang dapat membantu meraih harapannya tersebut. Jika remaja sudah menemukan tujuan yang lebih matang, maka ia akan masuk pada fase terakhir yaitu membangun kembali kehidupan baru yang lebih stabil.

Eksplorasi

Individu yang berhasil melalui quarter life crisis juga akan menyadari bahwa perubahan yang tidak menyenangkan terkadang memang dibutuhkan agar bisa meraih yang diinginkan (Argasiam, 2019). Oleh sebab itu, diperlukan eksplorasi dalam berbagai bidang seperti karier, pembentukan identitas, maupun status hubungan. Dalam proses tersebut tentu saja tidak selalu menyenangkan bagi tiap orang, karena memerlukan keyakinan dan rasa percaya diri yang tinggi.

Ketika ekspektasi terkait hubungan dengan lingkungan sosial tidak terpenuhi bahkan hingga merasa kurang terintegrasi dalam lingkungannya, maka mereka dikatakan mengalami social loneliness (DiTommaso & Spinner, 1993).

Proses menjadi dewasa itu memang melelahkan, namun mungkin ini sudah waktunya untuk keluar dari zona nyaman untuk mengejar hal baru. Berikut ini beberapa cara yang dapat dilakukan dari diri sendiri. Pertama dengan menentukan hal kecil yang ingin dicapai (tujuan), karena bisa saja selama ini yang dilakukan tidak ada kaitannya dengan tujuan. Kemudian memberi penghargaan yang cukup terhadap diri sendiri seperti main game, atau makan-makanan yang diinginkan.

Jika hal itu kurang membantu mungkin individu tersebut memang memiliki masalah yang harus diselesaikan, atau mungkin dapat menghubungi konseling terdekat.

Simak juga 'Mengapa Perempuan Lebih Rentan Mengalami Quarter-life Crisis?':

[Gambas:Video 20detik]



(mmu/mmu)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT