Analisis Zuhairi Misrawi

Malam-Malam Berkebudayaan di Tunisia

Zuhairi Misrawi - detikNews
Jumat, 22 Apr 2022 17:09 WIB
zuhairi misrawi
Zuhairi Misrawi (Foto: istimewa)
Jakarta -

Malam-malam Ramadan di seantero Tunisia sangat semarak. Setiap kota berlomba-lomba menggelar kegiatan kebudayaan dengan ciri khas masing-masing. Jika dari pagi hingga Salat Tarawih, seluruh kota terlihat sepi dan menghayati suasana Ramadhan, maka malam harinya begitu meriah dengan pagelaran musik yang menjadikan malam-malam Ramadan begitu bermakna dan bernuansa kebudayaan.

Yang menarik perhatian saya adalah kegiatan kebudayaan di Kota Hammamet, sebuah kota wisata yang tidak jauh dari kota Tunis. Perjalanan ke kota tersebut bisa ditempuh 30 menit. Tahun ini, kota Hammamet menggelar konser musik spesial tentang "Sufi Perempuan" dengan tema yang sangat puitis, Layali al-Qamar, Malam-Malam Purnama, Au clair de la Lune.

Sufi Perempuan sebuah diskursus yang sangat unik. Selama ini tasawuf kerap dilekatkan pada kaum laki-laki. Namun, Tunisia mempunyai kekhasan tersendiri, karena tasawuf pun bernuansa kesetaraan jender. Tawasuf tidak hanya bernuansa maskulin, sebagaimana lazimnya ditemukan di berbagai belahan dunia, melainkan juga bernuansa feminin. Kaum perempuan pun mengambil peran dalam kegiatan-kegiatan kebudayaan pada malam-malam Ramadan.

Spiritualitas yang membuncah selama bulan Ramadan sejatinya juga mampu memberikan ruang ekspresi bagi kaum perempuan. Sufi perempuan merupakan sebuah ekspresi gagasan yang dapat membangun kesadaran perihal pentingnya kesetaraan jender. Saya melihat respons publik di Kota Hammamet terhadap konser kebudayaan "Sufi Perempuan" tersebut sangat luar biasa. Tiket sudah habis terjual jauh-jauh hari, warga Tunisia tidak sabar untuk menikmati zikir dan bacaan para kaum sufi.

Tunisia merupakan salah satu negara di kawasan Timur-Tengah dan dunia Islam yang menegaskan pentingnya kesetaraan jender di dalam konstitusi. Kaum perempuan mempunyai peran sentral di ruang publik. Sebab itu, Tunisia merupakan satu-satunya negara di kawasan yang Perdana Menterinya dijabat oleh seorang perempuan, Najla Bouden-Romdhane. Begitu pula, tidak sedikit kaum perempuan yang menduduki jajaran kabinet, sejak merdeka pada tahun 1956 hingga sekarang ini.

Kehadiran saya, sebagai Duta Besar RI untuk Tunisia, mendapat perhatian khusus dari Pusat Kebudayaan Internasional Kota Hammamet, karena satu-satunya Duta Besar yang hadir dalam kegiatan tersebut. Saya sampaikan kepada pihak penyelenggara, bahwa Indonesia sangat memperhatikan kebudayaan dan kesenian, bahkan sejarah Islam Indonesia melalui kebudayaan, khususnya kesenian musik tradisional. Bahkan, moderasi Islam yang menjadi ciri khas Indonesia juga merupakan akulturasi antara Islam dengan kebudayaan dan kearifan lokal.

Dalam pembukaan konser musik "Sufi Perempuan" di kota Hammamet saya sangat menikmati lantunan lagu-lagu sufi yang dibawakan oleh Darshof Hamdani. Saya terasa berada di Tanah Air, karena beberapa lagu sufi yang didendangkan merupakan salawat Nabi Muhammad SAW yang biasa didengarkan dan populer di Tanah Air. Di samping itu, ada Hizb al-Tawassul karya Imam Abul Hasan al-Syadzili dan Salawat Nabi yang biasa dibaca warga Tunisia di rumah-rumah mereka. Lagu al-Qalbu Ya'syaq Kulla Jamil, karya Ummi Kultsum juga menambah kemeriahan konser musik malam itu.

Sepanjang konser musik berlangsung suasananya sangat menyenangkan, karena semua penonton terhanyut dalam zikir dan lantunan salawat Nabi. Suasana malam di bulan Ramadan benar-benar bernuansa spiritual yang mampu membentuk kesadaran vertikal. Pada akhirnya, kebudayaan merupakan medium yang sangat tepat untuk mendekatkan diri kepada Tuhan sebagai bekal membangun kesadaran pentingnya hubungan vertikal sesama manusia.

Selain Darshof Hamdani, ada beberapa musisi perempuan lainnya, yang juga memeriahkan konser "Sufi Perempuan" di Kota Hammamet, di antaranya: Shahrazad Hilal, Ayat Daghnouj, Amany Harrabi, Rania Bounowas, Abeer Darbal, Laila Hagig, Rehab Shaghir, dan Wishal Nasher. Mereka adalah musisi papan atas Tunisia, yang turut menyemarakkan malam-malam berkebudayaan di bulan Ramadhan tahun ini. Perhatian dari para musisi merupakan contoh menarik, karena mereka juga menjadikan malam-malam Ramadan berkebudayaan.

Selanjutnya, saya dan para Duta Besar dari berbagai negara sahabat, termasuk Duta Besar negara-negara Eropa, Jepang, dan Amerika Latin menghadiri undangan malam kebudayaan dari Walikota Tunis, Souad Abdurraheem, yang digelar setelah Salat Taraweh di Kawasan Kasabah. Kami pun dihibur oleh lagu-lagu tradisional dan salawat Nabi oleh group musik Elle, yang juga kalangan perempuan.

Suasana malam-malam Ramadan di Tunisia sangat meriah, yang dicirikan dengan kegiatan-kegiatan kebudayaan di seantero kota. Nuansa sufisme sangat kentara, karena Tunisia dalam sejarahnya merupakan salah satu cikal-bakal kelahiran tarekat sufi yang tersohor di dunia Islam, khususnya Tarekat Syadziliyah. Imam Abul Hasan al-Syadzili melakukan khalwat, dan menuliskan doa atau hizb di kawasan Syadzul, yang kemudian populer menjadi nama tarekat, Syadzuliyyah atau biasa dikenal dengan Syadziliyyah.

Sebagai Duta Besar RI untuk Tunisia, saya mempunyai rencana besar untuk berpartisipasi dalam kegiatan malam-malam Ramadan pada tahun mendatang. Kebudayaan merupakan infrastruktur diplomasi yang sangat efektif untuk membangun persahabatan Indonesia-Tunisia yang lebih dekat, erat, dan kokoh. Apalagi historitas dan ekspresi keberislaman di Tanah Air sangat kentara nuansa kebudayaannya.

Saya bermimpi pada tahun depan, musik-musik tradisional khas Timur-Tengah dipadukan dengan musik gamelan dan angklung khas Indonesia. Jika hal tersebut dapat diwujudkan, maka kita mampu melakukan diplomasi kebudayaan. Pada hakikatnya, kebudayaan dapat membangun persaudaraan dan persahabatan yang lebih kuat. Dari diplomasi kebudayaan, pada akhirnya dapat membangun dialog peradaban, sehingga dapat terbangun sikap saling menghormati (mutual respect) dan saling menguntungkan (mutual interest) dalam hubungan bilateral di antara dua negara, khususnya Indonesia-Tunisia.

Zuhairi Misrawi Duta Besar RI untuk Tunisia

(mmu/mmu)