"Common Sense" Ishadi SK

Mudik Aman dengan "PeduliLindungi"

Ishadi SK - detikNews
Selasa, 19 Apr 2022 09:23 WIB
ishadi sk
Ishadi SK (Ilustrasi: istimewa)
Jakarta -

Presiden Jokowi untuk pertama kali memberi pernyataan terbuka saat mudik Lebaran 2022. Paling sedikit 80 juta pemudik diperkirakan pulang kampung mulai tanggal 25 April 2022. Vaksinasi lengkap dan booster menjadi syarat mudik Lebaran.

Di awal 22 Maret 2022 perkembangan Covid-19 di Indonesia terus membaik. Karenanya Pemerintah memutuskan langkah pelonggaran. Pelaku perjalanan dari luar negeri lewat Bandara di seluruh Indonesia tidak perlu lagi melewati karantina. Meski Pemerintah tetap mewajibkan para pelaku perjalanan yang tiba dari luar negeri, masih harus tetap melakukan tes usap PCR (Polymerase Chain Reaction), Metode Pemeriksaan Virus dan Corona. Kalau tes PCR-nya negatif, silakan langsung keluar dan bisa beraktivitas. Sebaliknya, jika tes PCR-nya positif akan ditangani oleh Satgas Covid-19.

Pernyataan ini memiliki dua nuansa. Pertama, Jokowi yakin bahwa keadaan sudah membaik luar biasa. Covid-19 dipastikan berakhir. Kedua, sistem kontrol berupa sistem vaksin di pintu-pintu utama stasiun kereta api, jalan tol dan bahkan jalan lalu lintas tradisional desa pun sudah terkontrol. Tidak ada yang terlewat sama sekali. Syarat mudik bagi siapapun telah diyakini sudah divaksinasi dua hingga tiga kali (booster). Peraturan tertuang pada Surat Edaran Nomor 16 Tahun 2022, tentang Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri Pada Masa Pandemi Covid-19.

Dalam sejarah pulang mudik, dua sampai tiga puluh tahun yang lalu baru sekarang sistem pengawasan berjalan dengan baik. Situasi seperti ini terlaksana atas surat edaran Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN), lewat moda transportasi udara, laut, darat bisa menggunakan kendaraan pribadi atau umum, penyeberangan, kereta api, antarkota dari dan ke daerah seluruh Indonesia. Yang telah mendapatkan vaksinasi dosis ketiga (booster) berlaku ketentuan 3 Wajib. Wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi, Wajib menunjukkan hasil negatif rapid test antigen maksimal 1x24 jam, Wajib menunjukkan hasil negatif tes RT-PCR maksimal 3x24 jam sebelum keberangkatan.

PeduliLindungi pada dasarnya adalah aplikasi yang sangat dikenal sejak pandemi Covid-19. Aplikasi ini diperkenalkan oleh pemerintah oleh Kementerian Kesehatan. Fungsinya khusus untuk melacak/menghentikan penyebaran virus Covid-19. Pada aplikasi PeduliLindungi semua data tercatat oleh Pemerintah, terutama e-Tiket vaksinasi. Karena masyarakat diminta menggunakan KTP-nya jika divaksinasi agar dapat langsung tercatat oleh Pemerintah.

Demikianlah dasar-dasar pemahaman PeduliLindungi, awalnya dibuat untuk pelacakan kasus Covid-19 dalam upaya menghentikan penyebaran Covid-19. Pertanyaan besar adalah bagaimana nasib aplikasi PeduliLindungi jika suatu ketika nanti pandemi Covid-19 selesai?

Menurut Kementerian Kesehatan penjelasan PeduliLindungi diperbaharui dengan fitur baru. Nantinya akan menjadi aplikasi yang memuat data personal media, report bagi masyarakat Indonesia.

Jadi, bukan hanya catatan soal Covid-19, namun juga segala layanan kesehatan, seperti dalam berbagai data yang disampaikan oleh dr. Setiaji dari Kementerian Kesehatan RI.

Informasi ini saya peroleh dikumpulkan antara lain dari website PeduliLindungi, khususnya dari pemberitaan detikcom.

Jakarta, 18 April 2022
Ishadi SK
Komisaris Transmedia

(mmu/mmu)