ADVERTISEMENT

"Common Sense" Ishadi SK

CT dan Sri Mulyani di Acara CNBC Indonesia

Ishadi SK - detikNews
Kamis, 24 Mar 2022 20:58 WIB
ishadi sk
Ishadi SK (Ilustrasi: istimewa)
Jakarta -

Founder & Chairman CT Corp, Chairul Tanjung mengatakan ada berbagai fenomena akibat pandemi yang mengubah hidup manusia hingga cara masyarakat bertransaksi.

Pertama, ruang gerak manusia menjadi terbatas dengan social distancing dan pembatasan-pembatasan lainnya seperti PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat).

Pemerintah pernah menyatakan jika situasi Covid-19 semakin baik, maka level PPKM suatu daerah akan diturunkan ke level yang lebih rendah. Contoh penurunan kasus:
31 Agustus 2021 10.534 kasus; 5 September 5.403 kasus

Kedua, interaksi antar manusia pun berubah dari fisik jadi contactless. Banyak yang melakukan aktivitas secara virtual.

Ketiga, kesadaran akan kesehatan pun meningkat secara drastis, memakai masker dan hand sanitizer menjadi kebisaan baru. Masyarakat juga semakin rajin minum vitamin dan semua orang berbondong-bondong mendapatkan vaksinasi.

"Akibat dari fenomena tersebut terjadilah berbagai perubahan, pertama cara kita bertransaksi dari yang biasanya secara fisik menjadi transaksi secara digital. Baik itu transaksi perbankan, keuangan, kesehatan, bahkan berbelanja pun kita lakukan secara digital", dinyatakan dalam CNBC Economic Outlook 2022.

Saat ini transportasi digital yang tadinya berjalan perlahan dan normal, tiba-tiba menjadi sangat cepat karena pandemi berkembang secara eksponensial.

Dampak Pandemi pada Sektor Ekonomi

Pandemi Covid-19 menghantam dunia usaha. CT mengungkap banyak pengusaha, baik itu UMKM atau lainnya mengalami daya beli yang signifikan terutama masyarakat menengah ke bawah. Dalam hal itu, pemerintah bekerja keras antara lain dengan mengeluarkan dana yang sangat besar, untuk perlindungan masyarakat dan untuk memastikan roda ekonomi tetap berputar.

Pandemi Membuat Utang Negara Bengkak

CT mengatakan tingginya pengeluaran pemerintah, namun pemasukan yang berkurang khususnya pada awal pandemi terjadi peningkatan utang negara yang cukup besar.

Terjadi pula permasalahan jarak antara supply dan demand, karena terganggunya jaringan produksi dan distribusi.

"Pada jaringan distribusi kita mengambil contoh di sektor transportasi. Mencari kontainer menjadi sangat sulit bahkan harganya berlipat ganda", jelasnya.

Dampak Perang Rusia-Ukraina ke Indonesia

CT menilai pandemi Covid-19 dan perang Rusia-Ukraina di sisi lain membawa berkah untuk Indonesia. Pasalnya, kedua hal itu mendongkrak harga komoditas. Menurut CT, penerimaan Indonesia otomatis meningkat.

Di sisi lain, CT menyadari bahwa kenaikan harga komoditas akan meningkatkan harga produk untuk konsumen. Dengan demikian, juga akan meningkat ke depannya.

Jawaban Menteri Keuangan Sri Mulyani karena disebut bikin negara banyak utang. Sri Mulyani mengatakan utang negara terpaksa dilakukan demi melindungi masyarakat, ekonomi dan sosial, di tengah penerimaan negara yang sedang menurun drastis karena pandemi Covid-19.

"Jadi kalau orang mengatakan kenapa utang, ya karena kita bisa mendapatkan uang agar ekonomi pulih kembali, itu yang dibayar kembali untuk bayar utangnya."

Jadi kalau penerimaan negara drop, tahun ini dua bulan pertama sudah di atas 30%, kata Sri Mulyani.

Prof. Dr. Sri Mulyani mengatakan utang Indonesia lebih rendah dari negara lain, bahkan tidak ada negara di G20 yang utangnya lebih rendah daripada Indonesia.

"Mengenai utang 41% di dunia, ini G20 nggak ada yang utangnya di bawah negara kita. Mungkin ada di Saudi Arabia. Namun kalau kita lihat negara emerging: India, Prancis, Inggris, Jerman itu semua sudah di atas 60 bahkan 100%", lanjutnya.

Dampak Pandemi terhadap Ekonomi lndonesia Menurut Sri Mulyani

Prof. Dr. Sri Mulyani mengatakan sebagai bendahara negara dihadapkan pada pilihan. Uang negara atau keuangan negara. Itu instrumennya. Apa yang saya katakan adalah alat untuk mencapai tujuan negara kita sesuai UU mencapai masyarakat adil makmur dan menjadi negara makin maju. Instrumen ini pada saat dunia dihadapkan pada shock yang sangat besar, seperti banyak negara yang penerimaannya juga drop sangat tinggi. Sebagai ilustrasi Indonesia pernah sempat drop 18% karena dunia usaha berhenti secara signifikan.

Sementara Indonesia sempat dihadapkan pada pilihan, kalau penerimaan turun, sementara rakyat dalam suasana ancaman kesehatan, PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) sosial ekonomi akan ambruk bahkan sektor keuangan bisa krisis bila tidak diberhentikan.

Makanya walaupun instrumen APBN mengalami ancaman, tetap harus hadir untuk bisa menghentikan ancaman krisis pandemi. Kalau tidak secara dominan akan ambruk semua. Walaupun negara defisit, negara masih bisa berhutang tapi ini untuk menyelamatkan masyarakat, ekonomi dan sosial.

Ini adalah bagian yang tersimpulkan dalam kaitan dialog antara CT dan Sri Mulyani. Yang tersirat dalam dialog menarik luar biasa antara keduanya di CNBC Economic Outlook 2022 yang layak untuk diketengahkan.

Sebuah dialog yang amat menarik di antara keduanya selama dua jam, tanggal 22 Maret 2022 di forum CNBC Economic Outlook 2022.

Jakarta, 24 Maret 2022
Ishadi SK
Komisaris Transmedia

(mmu/mmu)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT