Meneropong Isu Pemerataan Kesejahteraan Masyarakat Lewat Lensa ESG

ADVERTISEMENT

Kolom

Meneropong Isu Pemerataan Kesejahteraan Masyarakat Lewat Lensa ESG

Stephanus Wisnu Kumarajati - detikNews
Kamis, 24 Mar 2022 10:00 WIB
Vaksinasi COVID-19
Foto: dok. Home Credit
Jakarta -

Salah satu tantangan yang dihadapi oleh masyarakat modern di berbagai belahan dunia adalah bagaimana akses terhadap kebutuhan dasar manusia seperti layanan kesehatan serta kesempatan ekonomi dapat tersedia bagi seluruh kelompok masyarakat tanpa terkecuali.

Akses terhadap layanan kesehatan dan kesempatan ekonomi itu merupakan sejumlah prasyarat dasar tercapainya kesejahteraan yang merata dimana masyarakat dapat memenuhi kebutuhannya di masa kini dan di masa mendatang.

Namun, upaya menyediakan akses tersebut tidaklah mudah karena berbagai faktor. Pandemi Covid-19 yang terjadi sejak awal 2020 sampai saat ini membuat upaya penyediaan akses tersebut semakin kompleks.

Di saat yang bersamaan, akses layanan kesehatan serta kesempatan ekonomi menjadi semakin mendesak seiring semakin tingginya tingkat pengangguran sekaligus tingkat kemiskinan di Indonesia pada masa pandemi.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat lonjakan jumlah pengangguran di Indonesia mencapai 9,8 juta (Agustus 2020) kemudian 9,1 juta (Agustus 2021) dibandingkan dengan sebelum pandemi sebanyak 6,9 juta orang (Agustus 2019).

Di samping itu, tingkat kemiskinan Indonesia juga relatif bertambah tinggi di masa pandemi yang mencapai 10,14% (September 2020) dan 9,71% (September 2021) dibandingkan dengan 9,22% (September 2019).

Melihat hal tersebut, berbagai pihak termasuk perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Indonesia, tidak tinggal diam menghadapi situasi yang tidak mudah ini.

Mereka memiliki serangkaian komitmen dan inisiatif yang konsisten untuk menyediakan akses kesempatan ekonomi dan layanan kesehatan melalui pendekatan environment, social, and governance (ESG) atau lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan.

Dengan pendekatan ESG, perusahaan tidak hanya berfokus kepada profit, namun juga terhadap bagaimana sebuah entitas memiliki dampak sosial yang signifikan demi tercapainya kesejahteraan yang merata bagi masyarakat.

Masyarakat yang Terdampak Pandemi

Sebagaimana disebutkan di atas, akses terhadap layanan kesehatan merupakan aspek yang sangat esensial dalam kehidupan masyarakat. Kami memahami bahwa kita perlu bahu membahu untuk mengatasi tantangan berat yang ditimbulkan oleh pandemi.

Digerakkan oleh nilai-nilai ESG yang telah melekat di perusahaan kami sejak lama, Home Credit Indonesia, perusahaan pembiayaan berbasis teknologi, berfokus untuk melayani dan membantu masyarakat, termasuk seluruh pelanggan yang terdampak pandemi.

Home Credit Indonesia sendiri telah melayani lebih dari 5 juta pelanggan hingga akhir 2021, melalui layanan pembiayaan untuk konsumen yang dapat digunakan untuk belanja baik offline maupun online, serta mendukung pemenuhan kebutuhan usaha kecil dan menengah para pelanggan melalui pembiayaan modal kerja.

Adapun salah satu wujud nyatanya adalah Home Credit menyelenggarakan program vaksinasi Covid-19 pada Agustus-September 2021 dengan peserta yang mencapai sekitar 4.000 orang yang terdiri dari karyawan serta anggota keluarganya, pelanggan, mitra, hingga masyarakat sekitar kantor pusat Home Credit di Plaza Oleos, Jakarta.

Selanjutnya, Home Credit bekerja sama dengan gerakan solidaritas Sejuta Tes untuk menyalurkan 17 konsentrator oksigen berukuran 10 liter kepada masyarakat yang membutuhkan di berbagai daerah di Indonesia pada September 2021.

Tak hanya itu, Home Credit juga menyalurkan ratusan alat pelindung diri (APD), masker, sarung tangan, shower cap, serta face shield kepada relawan Sejuta Tes yang menjalankan kegiatan sosial menghadapi pandemi COVID-19.

Sejak 2020 hingga November 2021, Home Credit pun telah menyalurkan keringanan pembiayaan atau program relaksasi kepada lebih dari 137.000 pelanggan dengan total nilai pembiayaan sebesar Rp 197 miliar. Program ini secara langsung dapat membantu para pelanggan yang sedang mengalami kesulitan secara finansial akibat pandemi. Kegiatan-kegiatan tersebut dapat dibaca lebih lanjut di tautan ini.

Kelompok Penyandang Disabilitas

Selain layanan kesehatan, Home Credit juga berkomitmen untuk terus menciptakan akses terhadap kesempatan ekonomi bagi kelompok masyarakat yang rentan seperti para penyandang disabilitas.

Mengacu kepada data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2018, sebanyak 37 juta jiwa atau 14 persen dari 267,7 juta masyarakat Indonesia merupakan penyandang disabilitas. Sebanyak 19 juta jiwa di antaranya masuk ke dalam kategori usia produktif. Namun, kebanyakan dari mereka adalah pekerja informal.

Oleh karena itu, Home Credit mencanangkan sebuah program berkelanjutan demi membantu para penyandang disabilitas agar dapat berkembang dan mengakses berbagai kesempatan ekonomi, yaitu program beasiswa coding Android yang bekerja sama dengan Dicoding Indonesia. Program ini juga diulas bersama dengan penerima beasiswa di saluran Youtube Home Credit.

Dalam kesempatan tersebut, kami bertemu dengan salah seorang penerima beasiswa coding Android yang begitu inspiratif karena semangat dan kegigihannya untuk belajar coding. Teman kami tersebut bercerita bahwa tidak banyak kesempatan bagi para penyandang disabilitas untuk bisa meniti karier profesional di bidang teknologi informasi (TI). Pertemuan itu semakin menginspirasi kami untuk terus berusaha memberikan kesempatan kepada para penyandang disabilitas untuk mewujudkan impian mereka.

Tidak hanya di bidang IT, Home Credit juga turut memberdayakan para penyandang disabilitas yang ingin menjadi atlet profesional. Bersama peraih medali perak ajang Paralimpiade Tokyo 2020 di cabang angkat besi, Ni Nengah Widyaningsih, Home Credit turut berkontribusi mendirikan tempat berlatih melalui program "Zero to Hero" untuk atlet penyandang disabilitas di Yayasan Bhakti Senang Hati, Bali.

Home Credit percaya bahwa terciptanya akses layanan kesehatan serta kesempatan ekonomi bukanlah hal mustahil jika kita semua bahu membahu untuk mewujudkan mimpi tersebut. Kami akan selalu berusaha untuk merangkul berbagai pihak demi mewujudkan kesejahteraan yang merata. Karena kami #AdaUntukIndonesia.

Stephanus Wisnu Kumarajati, Chief Operations Officer Home Credit Indonesia

(prf/ega)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT