Kolom

Iming-Iming "Money Game" Berkedok Bisnis "Trading"

Tyas Ary Lestyaningrum - detikNews
Rabu, 16 Mar 2022 13:08 WIB
Awas Manipulasi Robot Trading
Foto ilustrasi: 20detik
Jakarta -

Sekitar setahun yang lalu suami saya bercerita, beberapa temannya mengajak untuk ikut bergabung dengan bisnis trading menggunakan robot. Bukan hanya dari teman-teman satu profesinya, bahkan teman lama pun ada yang menghubungi untuk mengajak melakukan hal serupa. "Jadi sekarang aku tinggal nikmati hasilnya, lumayan banget lho ini," seorang teman di masa sekolahnya bercerita. Semua tentang mudahnya mendapatkan cuan, cuan, cuan..

Setali tiga uang dengan suami, saya pun pernah mendapat ajakan dari seorang teman lama. Bertahun tak menyapa dan akhirnya suatu hari teman saya ini mengajak saya menanam modal di bisnis baru yang disebutnya pohon duit dengan hasil konsisten alias robot trading. Teman saya menyarankan menanam puluhan juta agar income yang dihasilkan cepat dan memuaskan.

Saya tersenyum dari kejauhan, menolak dengan halus bahwa saya ingin fokus ke keluarga. Kalaupun ada puluhan juta di tangan saya saat ini, alih-alih untuk robot trading saya akan memilih untuk bertamasya ke Cappadocia.

Suami saya adalah tipe yang cukup apatis dengan segala model bisnis berbau MLM. Bisnis dengan model ajak-mengajak, merekomendasikan, dan merekrut sejauh ini tidak pernah bisa menaklukkan hatinya. Di kamusnya tidak ada bisnis yang too good to be true apapun penjelasannya.

Saya sendiri pernah bertahun silam aktif dalam sebuah bisnis MLM yang bahkan tidak mampu membuat suami saya terlibat aktif. Dia cukup mendukung dengan mengantar jemput dalam aktivitas saya pada waktu luangnya. Bahkan saya tahu benar saat itu jika boleh memilih dia akan lebih senang melihat saya melakukan pekerjaan utama di kantor saja dan fokus kepada anak-anak saya. Pada akhirnya saya meninggalkan bisnis MLM tersebut setelah beberapa tahun menjalankannya.

Bisnis Sampingan yang Membuat Karyawan Gagal Fokus

Bisnis robot trading ini ternyata cukup berhasil menghanyutkan dan menarik banyak orang termasuk dari kalangan karyawan. Hampir di mana-mana selalu berseliweran testimoni-testimoni mencengangkan mereka yang berhasil meraup cuan. Acara yang ingar-bingar bertabur doorprize puluhan juta tentu saja tak kalah meyakinkan, utamanya mereka yang kurang pengalaman.

Sebuah fenomena yang marak terjadi adalah banyak karyawan senior yang mendekati masa pensiun mengajak anak buah mereka bergabung di bisnis ini. Bisnis model rekrut-merekrut begini adalah bisnis yang bisa mematikan akal sehat dan menggantinya dengan prinsip kepercayaan saja. "Dia kan berpendidikan, juga atasan kerja yang baik. Mana mungkin berbohong atau tega merugikan saya," begitulah kira-kira yang ada di otak seorang yang sedang direkrut oleh atasannya.

Saya pun ketika bergabung di bisnis MLM juga melakukan hal serupa. Seluruh keluarga, tetangga, rekan kerja, teman-teman sekolah, dan bahkan orang yang duduk di bangku sebelah di sebuah bus kota tidak akan luput dari ajakan saya. Mengajak siapapun bergabung atau menjadi mitra bisnis tentu tidak ada salahnya selama bisnis yang dijalani halal dan legal.

Ada hal lain yang cukup menjadi sorotan. Pelaku bisnis semacam ini seringkali mencuri-curi waktu dari kegiatan utamanya saat bekerja di kantor. Suami saya pun menyampaikan keluh kesahnya. Di jam-jam kerja fokus orang-orang yang nyambi berbisnis model ini praktis terbagi dengan memantau smartphone mereka. Mata mereka susah beralih memperhatikan grafik dan angka pada aplikasi robotnya. Cuankah atau loss-kah?

Mendekati mustahil untuk menghilangkan fokus atau pikiran kita kepada bisnis yang sedang digeluti. Hanya mereka yang punya ketahanan dan komitmen tinggi saja yang mampu berbuat adil, bisa memberikan yang terbaik tanpa menzalimi tempat kerjanya saat ini.

The Moment of Truth

Berita panas bergulir, yang selama ini dikhawatirkan terjadi juga. Bappepti menyatakan belum pernah mengeluarkan izin untuk robot trading mana pun. Dari situs resmi Bappepti tercatat sebanyak 1.222 situs domain situs website perdagangan berjangka komoditas tanpa izin dan judi berkedok trading telah diblokir oleh Bappepti sepanjang 2021. Bappepti menegaskan bahwa sampai saat ini belum pernah menerbitkan izin kepada perusahaan robot trading. Disusul pengakuan Putra Wibowo bahwa dia dan rekan-rekannya telah melakukan penipuan melalui robot trading berjudul Viral Blast.

Jika masih kurang, tengoklah aksi para afiliator yang menutup akun sosmednya dengan bermacam dalih. Hingga permohonan maaf mereka kepada banyak masyarakat yang terlanjur menjadi korban. Sampai detik ini nasib uang yang diinvestasikan masih tidak jelas. Besar kemungkinan raib digarong para pemilik bisnis yang hilang nuraninya. Ketar-ketir? Sudah pasti.

Suami saya boleh bersyukur pada saat itu tidak gampang tergiur, namun tak urung ada rasa prihatin kepada rekan-rekan kerjanya yang terlanjur menaruh modal di bisnis ini. Semula mereka selalu berapi-api membicarakan bisnis ini, sekarang yang ada perasaan tidak pasti, takut dana investasi melayang tak kembali.

Bisa dibayangkan para petinggi yang telanjur mengajak anak buahnya bergabung di bisnis ini. Berhadapan dengan rekan kerja yang mempertanyakan nasib uangnya tentu memberi tekanan yang besar. Mana mungkin menikmati masa pensiun yang indah, jika ketenangan hati terampas sudah?

Investasi Bukan Spekulasi, Apalagi Judi

Sebagian yang telanjur menanam uangnya menyesali telah salah memilih bisnis dan investasi. Sebagian yang lain adalah golongan die hard, meyakini semua sedang diupayakan sebaik-baiknya.

Padahal skema ponzi dalam money game marak dilakukan dari bertahun-tahun silam. Yang disayangkan adalah tabiat masyarakat Indonesia yang mudah lupa sehingga mudah tertipu dan tertipu lagi. Maka banyak yang melambungkan harapannya agar pemerintah benar-benar memberantas bisnis semacam ini agar tidak terjadi lagi.

Menurut dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI Dian Nastiti, SE, Ak. M.Comm, mereka yang ingin memulai sebuah investasi seharusnya paham bahwa investasi tidak sama dengan tabungan. Investasi ada risiko rugi; besar-kecilnya rugi tentu berbeda-beda tergantung model investasinya. Seringkali investor tidak diberi tahu mengenai potensi kerugian ini, mereka hanya disuguhi gambaran keuntungan yang besar jika bergabung. Inilah yang membuat mereka terutama orang awam begitu mudah tergiur membayangkan keuntungan yang mungkin diraup.

Diperburuk dengan budaya masyarakat Indonesia yang enggan membaca dan mudah lupa, skema ponzi bisnis bodong berkedok MLM yang pernah terjadi di negeri ini bertahun-tahun silam tak pernah dijadikan rujukan. Padahal yang dana yang sudah terlanjur hilang sudah miliaran.

Pilih Investasi Sehat, Bukan yang Instan

Money game berkedok bisnis trading atau yang lain selalu memberi iming-iming dengan hasil cepat, hitungan bulan bahkan hari uang berlipat. Ditambah testimoni bombastis dibumbui pamer kekayaan yang sejatinya sungguh memuakkan. Belum lagi dengan acara yang digelar penuh gemerlap dan ingar bingar.

Saya tidak ingin menerangkan panjang lebar tentang skema ponzi dan money game. Sudah terlalu banyak pembahasannya. Namun saya ingin mengutip pernyataan menarik dan superpenting dalam berinvestasi oleh Ryan Filbert, seorang trader profesional.

Ryan mengatakan siapapun yang ingin berinvestasi, taruhlah uang Anda di tempat yang bisa Anda kontrol. Menaruh uang di robot trading dengan broker di negeri antah berantah membuat investor berada di posisi riskan --risiko besar, dan tanpa kontrol.

Ryan juga menegaskan bahwa jika memang robot ini cerdas, maka seharusnya robot ini make money bukan justru kita yang make money dengan menjual robot. Terlebih lagi bisnis ini ilegal, dengan risiko tinggi yang jarang disadari. Memancing keserakahan para investor saat mengalami untung kecil atau merugi, selanjutnya yang terjadi adalah menggadaikan barang berharga sampai kebahagiaan keluarga.

Jika Anda pemula, maka Ryan menyarankan memulai investasi dari yang mudah dan kecil risikonya seperti emas dan deposito. Jika Anda sudah cukup paham seluk beluk investasi, silakan mencoba investasi yang lebih besar return dan risikonya semacam saham beserta turunannya.

Keserakahan Awal Kehancuran

Di bagian ini saya ingin berbagi pengalaman mengakhiri bisnis yang pernah saya geluti. Saya teringat sebuah ungkapan yang pernah saya lupakan, namun justru terpenting. Kebaikan adalah sesuatu yang menenangkan hati dan keburukan adalah sesuatu yang menggelisahkan. Dan, itulah alasan terbesar saya untuk berhenti; hilangnya ketenangan hati. Ini berlaku untuk semua bisnis, terlebih lagi judi berkedok robot trading.

Saat melakukan bisnis yang jelas, halal, tidak merugikan tentu ikutannya adalah hati yang tenang meskipun untung yang diperoleh pas-pasan. Sebaliknya, jika sebuah bisnis membuat hati gelisah, memunculkan tamak dan serakah, dan mematikan akal sehat, maka ini adalah saatnya Anda merenung lagi. Apakah yang Anda perjuangkan selama ini berada di jalur yang benar.

Terakhir, bagi siapapun Anda yang telanjur masuk ke bisnis money game berkedok robot trading sebaiknya terus mengawal dan menuntut kepastian sambil bersiap untuk kemungkinan terburuk. Tidak ada pilihan selain berdamai dengan kenyataan, meskipun Anda telah membayar cukup mahal untuk lebih bijak berinvestasi di masa depan

Tyas Ary Lestyaningrum Sarjana Teknik Informatika, mantan pelaku bisnis jaringan


(mmu/mmu)