ADVERTISEMENT

Kolom

My Portion My Healthy

Rezyma - detikNews
Senin, 07 Mar 2022 22:31 WIB
Shutterstock
Foto: Shutterstock/
Jakarta -

Dua tahun lalu, tepatnya awal mula COVID-19 masuk ke Indonesia aku didiagnosa sakit GERD oleh dokter. Awal mula sangat khawatir karena gejala yang dirasakan sama seperti gejala awal terkena COVID-19. Dada yang sesak, perut kembung, badan lemas dan juga muntah aku rasakan di malam itu.

Rasa badan tidak enak bahkan tidak bisa tidur malam itu kurasakan mengganggu sampai kupikir aku akan pingsan di dalam ruang kamarku. Tanpa sadar aku menangis menahan rasa sakit serasa mau mati rasanya karena ingin berobat sudah hampir larut malam. Aku pun juga sebenarnya takut untuk ke rumah sakit karena kondisi saat itu rumah sakit penuh dengan pasien yang terkena COVID-19.

Aku urungkan niatku untuk berobat ke rumah sakit dan kuputuskan untuk berobat secara online melalui Halodoc. Itu merupakan pilihan terbaik menurutku karena aku paranoid pada saat itu jika berobat ke rumah sakit. Aku konsultasi dengan salah satu dokter, ku sampaikan gejala yang aku alami di malam hari. Aku pun menunggu hasil dari dokter beberapa waktu sambil dokter memberikan rekomendasi obat yang harus aku minum.

Aku menunggu dan harap cemas jika dokter memvonis aku terkena COVID-19. Alhamdulillah hasilnya pun diinfokan oleh dokter bahwa aku terkena penyakit GERD. Di mana gejala yang aku rasakan hampir mirip dengan gejala awal COVID-19. Akhirnya aku bernafas lega bahwa sakit yang aku alami adalah penyakit GERD. Dokter pun memberi resep yang harus aku minum untuk beberapa hari untuk meredakan gejala yang aku alami. Hari berganti hari akhirnya aku pulih dari gejala yang sangat mengganggu beberapa hari membuatku harus istirahat penuh di rumah.

Alhamdulillah aku sudah bisa beraktivitas normal kembali. Namun, aku harus lebih menjaga kesehatan lebih ekstra saat ini. Aku coba searching terkait makanan dan minuman yang boleh dan tidak bagi orang penderita GERD. Dan ternyata aku sudah tidak bisa minum kopi, makan makanan pedas yang super pedas dan masih banyak lainnya yang ternyata makanan favoritku. Tapi karena sudah merasakan rasa tidak enak saat kemarin sakit. Niat dan tekadku bulat untuk mengurangi bahkan tidak makan & minum yang dapat membuat GERD kambuh lagi. Mulai dari porsi makanan harus dalam jumlah kecil tetapi berkesinambungan yang harus aku mulai ubah alurnya.

Dahulu, porsi makanku full portion baik untuk sarapan, makan siang dan makan malam. Tetapi untuk saat ini porsi makananku hanya seperempat dari porsi biasanya, aku bisa makanan beberapa kali namun tidak sampai penuh isi perutku. Aku mengurangi makanan terlalu asin, pedas, asam bahkan manis. Agak berat namun harus aku jaga, yaitu makanan pedas itu merupakan favoritku, kalau tidak pedas kayak ada yang kurang rasanya. Tapi, sekarang semua itu harus ku atur supaya GERD-ku tidak kambuh. Walaupun aku ingat betul pesan dari dokter selain harus mengontrol dari makanan juga tidak boleh stress. Karena faktor lain penyebab GERD kambuh, yaitu stress yang menyebabkan gas di asam lambung naik.

Aku mulai rajin olahraga walau hanya 10-15 menit, minimal 2-3 kali dalam seminggu. Lebih banyak makan sayur hijau dan buah-buahan yang baik untuk penderita GERD. Walau agak sedikit ribet di mana aku makan harus beberapa waktu dalam porsi kecil. Itu harus konsisten aku lakukan demi kesehatan. Pokoknya aku pun beralih lebih memprioritaskan kesehatanku di atas segalanya. Karena menurutku harta paling berharga saat ini adalah kesehatan. Tanpa kesehatan yang maksimal sulit untuk kita dapat beraktifitas normal di tengah pandemi yang belum tahu kapan akan berakhir. Kembali lagi semua itu adalah pilihan, mana yang kita pilih. Tetap menjaga kesehatan walau terlihat ribet atas rules dari list to do dan don't yang kita buat dalam hidup kita.

Keep healthy dan be safe everyone, semoga dengan kisah yang aku bagikan ini menjadi salah satu inspirasi kalian untuk lebih aware menjaga kesehatan kalian.

Rezyma, Pemenang Lomba Karya Tulis Ultra Milk

(ads/ads)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT