Kolom

"Husband Stitch" dalam Ketimpangan Gender

Septiana Tri Setiowati - detikNews
Rabu, 02 Mar 2022 12:00 WIB
Septiana Tri Setiowati, SST, M.Agb (Foto: dok. pribadi)
Jakarta -

Istilah husband stitch saat ini sedang viral setelah melintas di cuitan Twitter. Banyak yang mencari atau bahkan terinspirasi oleh istilah husband stitch. Melansir detikhealth, husband stitch yang secara harfiah diartikan sebagai 'jahitan suami' menjadi topik perbincangan hangat di media sosial. Husband stitch sendiri mengacu pada jahitan tambahan yang mungkin diterima wanita usai proses persalinan pervaginam.

Pakar seks dr Boyke Dian Nugraha, SpOG, MARS menegaskan, prosedur 'husband stitch' hanya dapat dilakukan atas izin wanita yang melahirkan. Pasalnya, sudah menjadi kewajiban dokter untuk memberikan keterangan sejelas-jelasnya perihal tindakan yang bakal dilakukan. Kecuali, wanita dalam keadaan tidak sadar.

Dokter Boyke menjelaskan, jahitan memang dilakukan pada wanita yang melahirkan untuk memulihkan perineum vagina yang terkadang sobek dalam proses persalinan. Tetapi pada kasus husband stitch, jahitan ditambah-tambah dengan tujuan menyempitkan vagina, bahkan lebih sempit daripada sebelum melahirkan.

Pro kontra praktik husband stitch menimbulkan kontroversi di masyarakat; apakah ini melukai emansipasi perempuan, atau sebagai wujud bakti seorang perempuan untuk menambah kebahagiaan suami.

Ketimpangan Gender

Gender Innequality Indeks (GII) atau Indeks Ketimpangan Gender (IKG) merupakan indeks yang menjelaskan sejauh mana kehilangan pencapaian keberhasilan pembangunan dalam tiga aspek pembangunan manusia (kesehatan, pemberdayaan, serta akses dalam pasar tenaga kerja) sebagai akibat adanya ketimpangan gender (BPS). Makin tinggi nilai indeks, semakin timpang capaian keberhasilan pembangunan antara laki-laki dan perempuan.

IKG menggambarkan kerugian/kegagalan (loss) dari pencapaian. Pada 2019, IKG Indonesia mencapai 0,480. Ketimpangan gender Indonesia berada pada peringkat ke-121 dari 162 negara. Pembangunan gender di Indonesia belum optimal jika dibandingkan dengan rata-rata dunia negara-negara di dunia dengan nilai IKG sebesar 0,436.

IKG Indonesia pada 2020 sebesar 0,400 poin; nilai ini diartikan bahwa kerugian/kegagalan pencapaian pembangunan manusia akibat dari adanya ketidaksetaraan gender adalah sebesar 40 persen. Penurunan nilai IKG jika dibanding pada 2019 mencerminkan membaiknya semua aspek pembangunan gender yaitu kesehatan, pemberdayaan, dan pasar tenaga kerja.

Nilai IKG terendah yang artinya keberhasilan keseimbangan pembangunan antara laki-laki dan perempuan berada di provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dengan nilai kurang dari 1 persen, tepatnya 0,081. Dan, yang paling timpang capaian keberhasilan pembangunan antara laki-laki dan perempuan ada di provinsi Nusa Tenggara Barat dengan nilai IKG sebesar 0,543 poin.

Husband Stitch dan Ketimpangan Gender

Hubungan tidak langsung antara husband stitch dan ketimpangan gender berada pada aspek kesehatan. Nilai ketimpangan gender yang rendah berarti bias pembangunan manusia antara laki-laki dan perempuan rendah, atau tidak ada ketimpangan pembangunan manusia baik laki-laki maupun perempuan. Pembangunan manusia yang seimbang antara perempuan dan laki-laki berarti kesehatan wanita dalam proses persalinan terjamin.

Salah satu penentu nilai aspek kesehatan adalah nilai proporsi persalinan tidak di fasilitas kesehatan; semakin sedikit perempuan yang melakukan persalinan tidak di fasilitas kesehatan akan berarti semakin rendahnya nilai ketimpangan gender. Dapat disimpulkan keseimbangan pembangunan gender menjamin keselamatan wanita selama proses persalinan. Segala praktik yang mengancam keselamatan ibu selama persalinan akan meningkatkan angka ketimpangan pembangunan.

Kontroversi husband stitch yang terjadi tidak terlepas dari keinginan untuk melindungi keselamatan jiwa perempuan dalam proses persalinan. Pertimbangan kenyamanan dan keselamatan jiwa perempuan pascaproses persalinan sebaiknya ditempatkan di atas ekspektasi meningkatnya kepuasan seksual yang dihasilkan dari husband stitch.
Keselamatan jiwa perempuan dengan atau tanpa husband stitch pasca persalinan secara tidak langsung akan meningkatkan keseimbangan pembangunan gender antara laki-laki dan perempuan.

Septiana Tri Setiowati, SST, M.Agb Statistisi Muda di Badan Pusat Statistik

Simak juga 'Mengenal 18 Jenis Kelamin di Thailand':

[Gambas:Video 20detik]



(mmu/mmu)