Kolom

Tersangka Terorisme di Tubuh MUI

Teuku MusaIG - detikNews
Jumat, 19 Nov 2021 11:15 WIB
High-risk terror offenders in Australia may now be kept in jail even after serving their sentences, under new legislation that strengthens laws to tackle the threat posed by extremists (AFP Photo/NEW SOUTH WALES POLICE)
Foto ilustrasi: AFP Photo/NEW SOUTH WALES POLICE
Jakarta -
Baru-baru ini terjadi penangkapan oleh Densus 88 terhadap tiga tersangka yang terlibat terorisme. Tiga tersangka tersebut diketahui merupakan anggota komisi fatwa MUI. Densus 88 mengatakan bahwa penangkapan tersebut memiliki bukti yang kuat, salah satunya adalah koneksi tersangka terhadap Jemaah Islamiyah (JI) yang merupakan organisasi teroris. Hal tersebut sangat disayangkan bila terbukti memang benar, tiga tersangka yang merupakan anggota komisi fatwa MUI terlibat dalam terorisme.

Kasus tersebut tentu akan mencemari nama MUI yang merupakan lembaga independen yang memiliki fungsi mengayomi umat Islam sekaligus sebagai wadah para ulama dalam menentukan kebijakan mengenai nasihat dan fatwa kepada masyarakat Muslim. Kewibawaan organisasi MUI juga bisa turun dalam pandangan masyarakat.

MUI harus terus menjaga marwahnya karena merupakan organisasi yang dijadikan pedoman umat untuk mengetahui hukum Islam dalam kehidupan bernegara. MUI juga merupakan organisasi legal yang menjadi penyambung antara ulama dan umara'. Sehingga kita sebagai masyarakat Indonesia menaruh kepercayaan besar terhadap organisasi MUI agar dapat terus melestarikan syariat di kehidupan bernegara.

Terorisme dalam tubuh MUI adalah suatu hal yang tidak bisa dibiarkan dan dianggap enteng. Beruntung di negara kita memiliki satuan anti-teror yakni Densus 88 yang memiliki tugas khusus menuntaskan atau melawan aksi terorisme yang hinggap di bumi pertiwi ini. Kita sebagai warga negara patutnya mendukung kegiatan yang dilakukan oleh Densus 88 dalam memberantas aksi terorisme yang membahayakan warga negara dan pemerintahan. Bayangkan bila di negara ini tidak memiliki instansi untuk menuntaskan aksi terorisme, tentu akan terjadi kekacauan dan kekhawatiran di masyarakat.

Penangkapan tersebut menuai pro kontra di dalam masyarakat. Ada yang mengecam penangkapan yang dilakukan Densus 88 adalah tindakan kriminalisasi terhadap ulama, ada juga yang mendukung penangkapan tersebut karena segala terorisme harus diberantas sampai ke akar-akarnya.

Namun begitu, Densus 88 telah menjelaskan bahwa mereka memiliki bukti kuat terhadap tersangka yang memiliki koneksi dengan organisasi Jamaah Islamiyah (JI) dan penangkapan tersebut bukanlah tindak kriminalisasi terhadap ulama. Tindakan terorisme harus selalu diwaspadai karena akan sangat membahayakan bila dibiarkan begitu saja. Kita sebagai masyarakat harus selalu sigap bila terjadi hal yang tidak diinginkan seperti aksi terorisme. Karena aksi ini bisa terjadi di mana saja dan kapan saja serta bisa terjadi secara tiba-tiba.

Terorisme dalam tubuh MUI menjadi sesuatu yang sangat memprihatinkan; organisasi tersebut membawa nama agama yang menjadi hal sensitif bila sampai mengandung paham yang berbahaya. Maka dari itu pemerintah perlu menjaga betul paham-paham radikal atau terorisme agar tak sampai membahayakan keamanan warga negara juga stabilitas negara. Sekecil apapun keterlibatan terorisme di negara ini harus segera diberantas dan senantiasa perlu melakukan pencegahan.

Tentu kita sepakat bila aksi terorisme ini adalah hal yang negatif dan krusial untuk diperhatikan dan dihindari. Menggunakan teror dan kekerasan dalam menjalankan misinya, menakut-nakuti masyarakat akan keberadaannya, tentu menjadi permasalahan atau isu penting yang perlu diketahui dan dicegah bersama. Jangan sampai karena seseorang memiliki status sosial yang dipandang di masyarakat menjadikan kita menutup-nutupi kesalahan yang dampak buruknya bisa meluas.

Kita tetap menghormati seseorang yang memiliki kapasitas ilmu yang lebih, namun juga tetap waspada bila orang tersebut melakukan tindak yang mencurigakan atau terlihat sudah berbahaya. Karena kita hidup di negara hukum yang segala kejahatan seperti terorisme bisa kita laporkan kepada pihak yang berwajib.

Kita harus belajar banyak dari kasus seperti ini. Mengetahui betapa pentingnya wawasan kita terhadapa aksi kejahatan seperti terorisme. Dengan banyaknya wawasan yang ada dalam diri kita, tentu akan bijak dalam menanggapi segala hal. Tahu apa yang harus dilakukan dan yang tidak.

Tokoh pemuka agama sekalipun bila terlibat dalam tindak kejahatan perlu untuk ditindak oleh pihak berwajib. Dan, kita sebagai warga negara tentunya mendukung pemberantasan terhadap organisasi kejahatan dan yang terlibat dalam organisasi tersebut. Kita tentu tidak menoleransi segala tindak terorisme yang membahayakan banyak orang, maka mendukungnya adalah termasuk kejahatan yang besar.

Apalagi tokoh pemuka agama yang melakukan hal tersebut, tentunya tidak boleh sama sekali terlibat. Mengingat mereka adalah tokoh agama yang pastinya mengetahui hukum Islam terhadap aksi kejahatan termasuk terorisme. Seharusnya mereka yang paling menjauhi keterlibatan terhadap organisasi terorisme, yang sangat bertentangan terhadap agama Islam khususnya.

Namun kita tidak boleh kehilangan kepercayaan terhadap organisasi Islam. Karena kontribusi mereka cukup besar terhadap perkembangan dan kemajuan negeri ini. Satu hal yang perlu kita ingat sebagai muslim bahwa syariat harus terus tegak di Tanah Air kita. Kita harus tetap mendukung dan mempertahankan organisasi MUI dalam menjalankan tugasnya. Sembari berdoa agar MUI tidak disusupi oleh paham radikalisme berbahaya.

Simak video 'MUI Buka Suara soal Penangkapan Anggotanya oleh Densus 88':

(mmu/mmu)