Kolom

Kuota Jalur Sepeda Emas

Ridwan Yudhaprayoga - detikNews
Senin, 01 Nov 2021 10:35 WIB
Balapan klasik Paris-Roubaix dikenal dengan jalur berbatu yang tidak ramah pesepeda. Ia dijuluki  Hell of the North. Seperti apa sih wujudnya?
Foto: AP/Michel Spingler
Jakarta -

Saat ini, rute sepeda khusus di jalan raya telah tersedia di beberapa daerah, contohnya di Kota Jakarta, Bandung, Surabaya dan Bogor. Namun belum dimanfaatkan secara optimal sebagai upaya peningkatan promosi pariwisata, menumbuhkan ekonomi lokal, meningkatkan kesadaran kesehatan tubuh dan pikiran, dan menurunkan emisi karbon atau gas rumah kaca (GRK).

Strategi yang diusulkan yaitu untuk membuat pesepeda nyaman yang dapat menimbulkan efek viral atau kehebohan, sehingga banyak orang yang mencoba untuk bersepeda di jalur itu. Tentunya didukung dengan sarana rambu-rambu dan jalur yang baik serta sarana yang lain seperti tempat istirahat, warung makan/minum, dll. Pada saat bersepeda di jalur khusus sepeda tersebut menjadi suatu kebiasaan, maka secara tidak langsung akan menurunkan emisi karbon. Oleh karena mobilitas orang untuk pergi ke suatu tempat yang biasanya menggunakan kendaraan bermotor, akan lebih nyaman apabila menggunakan sepeda.

Di beberapa negara maju, jalur khusus sepeda sudah menjadi hal yang utama. Sebagai contoh di United Kingdom (UK) atau Inggris Raya yang memiliki 4 negara bagian yang memiliki pemerintahan sendiri seperti perdana menteri dan menteri-menteri lain sebagai pembantu untuk melaksanakan tugas-tugasnya. Jalur khusus tersebut telah dipromosikan dengan menarik dan dapat dijadikan contoh.

Pada tahun 2020, di seluruh UK telah dibuat 1.000 milepost di sepanjang jalur sepeda. Milepost adalah semacam tugu peringatan yang dibuat oleh 4 seniman dari masing-masing negara bagian di UK sebagai penanda hari lahir National Cycle Network (NCN) yang ke-5 pada pergantian tahun milenium.

Desain pertama dibuat oleh seniman dari Brighton bernama Jon Mills berjudul 'The Fossil Tree'. Desain kedua oleh pematung dari Skotlandia bernama Iain McColl berjudul 'The Cockerel'. Desain ketiga oleh seniman dari Wales bernama Andrew Rowe bertemakan navigasi dan sejarah industri. Desain keempat oleh seniman dari Belfast bernama David Dudgeon berjudul 'Tracks'.

Jalur-jalur tersebut membentang dari Utara-Selatan dan Barat-Timur di seluruh kawasan United Kingdom (UK) sejauh 14,000 mil atau 22,530.82 km. Jalur tersebut pada awalnya dibuat di kota Bristol pada tahun 1977 oleh Sustrans, sebuah grup pencinta olahraga bersepeda dan lingkungan. Selanjutnya, jalur-jalur yang dibuat terus berkembang ke seluruh UK.

Rambu-rambu yang jelas dan lajur khusus yang aman dapat dijadikan contoh oleh kota-kota di Indonesia. Selain itu, pelibatan komunitas sepeda dan warga yang dilintasi jalur tersebut dapat dijadikan strategi dalam rangka mengurangi jejak karbon dari penggunaan kendaraan bermotor. Selain itu, dengan adanya jalur khusus di ruang terbuka hijau (RTH) diharapkan dapat berperan dalam penyerapan emisi.

Pengurangan emisi karbon dilakukan dengan cara meningkatkan minat warga kota untuk berolahraga sepeda, lari atau jalan kaki melalui kampanye jalur khusus yang menarik sehingga penggunaan kendaraan bermotor berbahan bakar fosil di hari libur atau saat senggang dapat dikurangi.

Di kawasan perkotaan yang identik dengan kondisi jalan rayanya yang padat seperti di Kota Jakarta, Kota Bandung, Kota Surabaya atau Kota Bogor, jalur khusus sepeda sudah banyak tersedia dan disiapkan oleh pemerintah setempat. Jalur ini disediakan bagi warganya supaya aman dan nyaman ketika bersepeda, sehingga diharapkan dapat meningkatkan minat untuk berolahraga dan memberi alternatif pilihan ketika akan melakukan perjalanan dibandingkan menggunakan kendaraan berbahan bakar fosil yang nyata-nyata dapat menimbulkan efek gas rumah kaca yang berbahaya bagi ketahanan iklim di kemudian hari.

Jalur khusus yang disiapkan pada umumnya terletak di jalan utama, dan bersisian atau beririsan dengan jalur kendaraan lain. Sedangkan jalur khusus yang dibuat di sepanjang alur sungai atau lokasi publik lainnya belum banyak disiapkan. Tujuan utama penyediaan jalur khusus ini, yaitu tumbuhnya perilaku gaya hidup warga perkotaan untuk lebih sehat dan peduli pada lingkungan sebagai bekal masa depan keturunannya di masa mendatang.

Diprediksi, ketika minat warga kota semakin besar, yang akan berkorelasi dengan jumlah pengguna sepeda dan jumlah individu yang akan melintas di jalur tersebut, maka akan menimbulkan kondisi padat atau jenuh karena jalur yang tersedia tidak sebanding dengan peminatnya. Oleh karena itu, diperlukan strategi penerapan kuota.

PUPRPUPR Foto: dok. Pribadi

Kuota dapat diterapkan secara manual atau otomatis. Secara manual dapat berupa penyediaan penjaga yang mengatur jumlah pesepeda/orang yang melintas di beberapa titik masuk. Penjaga dapat dari komunitas itu sendiri atau disiapkan oleh pemerintah daerah atau di tingkat kelurahan atau rukun warga (RW).

Sedangkan secara otomatis dapat berupa penggunaan sensor khusus yang dipasang di jalur sepeda untuk menghitung jumlah individu yang telah melintas, kemudian diatur tampilan ketika telah melebihi jumlah tertentu maka akan menimbulkan tanda peringatan bagi para pengguna yang akan melintas kemudian.

Hal lain, jalur yang tersedia seringkali masih diperebutkan oleh pengguna jalan lain, terutama oleh mobil dan motor. Seringkali kendaraan bermotor roda empat terlihat parkir di jalur khusus sepeda atau kendaraan bermotor roda dua yang melaju kencang di jalur sempit berukuran kurang lebih satu meter tersebut. Sehingga perlu adanya pengaturan untuk memastikan hak dan kewajiban setiap pengguna jalan pada jalur khusus sepeda.

Ketika angka penularan COVID-19 semakin menurun di akhir tahun 2021, maka pada tahun 2022 dapat diprediksi akan terjadi peningkatan aktivitas masyarakat dalam rangka pemulihan aktivitas ekonomi yang akan berdampak pada meningkatnya emisi gas rumah kaca. Sehingga strategi jalur khusus sepeda yang menarik dapat sekaligus memiliki dampak ekonomi dan sosial, selain dampak lingkungan yang sehat terutama bagi warga yang terlintasi jalur tersebut. Hasil akhirnya adalah terwujudnya pengurangan emisi karbon di kawasan perkotaan.

Di dalam Visi Indonesia 1945 "Indonesia Emas" yang digaungkan pemerintah, sebagai peta jalan menuju 100 tahun Indonesia merdeka pada tahun 2045 nanti diharapkan terjadi pola perubahan tren di masyarakat yang lebih sehat dan peduli pada lingkungan. Jalur sepeda khusus ini diharapkan dapat direplikasi di kawasan perkotaan lainnya dan dapat menjadi "Jalur Sepeda Nasional" yang terintegrasi antarkota. Pada saat itu, peta jalan tidak hanya ada untuk kendaraan bermotor, namun juga tersedia untuk sepeda dengan lajur yang melewati tempat-tempat wisata dan bersejarah.

Ridwan Yudhaprayoga, Juara Favorit Karya Tulis PUPR Kategori Umum

(prf/ega)