ADVERTISEMENT

Kolom

Sihir Makanan dan Diplomasi Indonesia-Korea

Dwi Handriyani - detikNews
Rabu, 13 Okt 2021 13:30 WIB
YouTuber Korea Buat Konten Makanan Indonesia
Youtuber Korea dengan konten masakan Indonesia (Foto: YouTube/Instagram)
Jakarta -
"Ini kuah cukonya enak bingit. Mirip eomuk (kue ikan) ya," ujar teman-teman Jisun. "Iya, ini eomuk versi Indonesia," jawab Jisun, seorang youtuber asal Korea Selatan (Korsel) melalui akun Hari Jisun, pada video yang dirilis pada 25 September 2021. Runutan video tiga minggu ini mengenalkan makanan khas Palembang kepada teman-teman karibnya.

Ragam unggahan video Jisun di awal kemunculannya seputar mempelajari bahasa Korea. Kemudian, berkembang dengan kegiatan travelling dan wisata kuliner yang didominasi dilakukan di Indonesi, baik sendirian maupun bersama keluarga atau sahabat-sahabatnya. Selama pandemi COVID-19, praktis Jisun tidak banyak melakukan kegiatan travelling dan wisata kuliner. Namun, lebih banyak menyajikan makanan yang dimasak oleh dirinya, dan sebagian besar masakannya berasal dari Indonesia.

Itu baru satu youtuber asal Korsel yang saat ini memiliki subscriber 3,02 M, yang jika ditengok dari komentar-komentar pengikutnya juga didominasi warganet Indonesia. Belum lagi, masih banyak sederetan youtuber negara Taehan Min Guk itu yang cukup fasih berbahasa Indonesia dan sering mempertontonkan makanan Indonesia. Sebut saja Rosakis, yang memiliki banyak subscriber 367 K, Yuna Nuna (343 K), Koki Korea (91,7 K), dan biasanya mereka ini pernah berdomisili di Indonesia.

Lain lagi, para ekspatriat dari Korsel yang hidup di Indonesia dan sering menampilkan pula jajanan ataupun makanan Indonesia. Ada youtuber Oppa Mantul (62,9 K), Oppa Jaka (4,81 K), dan oppa-oennie lainnya yang memanfaatkan berbagai platform media sosial untuk memikat warganet Indonesia. Memang negara kita menjadi lahan subur bagi para pegiat media sosial, baik dalam maupun luar negeri.

Menjadi negara urutan keempat yang terpadat jumlah penduduknya di dunia dengan 272 jutaan orang, bisa terbayangkan banyaknya penduduk menjadi alat untuk menambah pundi-pundi para content creator di media sosial. Tengok saja data hootsuite.com pada Januari 2021 bahwa pengguna internet di Indonesia 202,6 juta orang. Sebanyak 170 juta orang merupakan pengguna media sosial aktif, dengan Youtube paling banyak diakses, sebesar 93,8% dari jumlah populasi.

Sihir Makanan

Teringat ungkapan orangtua zaman dahulu, "Dari mata turun ke perut, dari perut terasa sampai ke hati." Betapa pentingnya makanan-minuman, selain untuk memenuhi lapar dan dahaga, juga bisa mempengaruhi hati/perasaan dan pemikiran seseorang yang mengkonsumsinya. Tengok saja, akun para youtuber yang berbinar-binar saat menyantap rendan dan disebut-sebut sebagai makanan terlezat No.1 di dunia. Ditambah lagi, mie bakso yang panas, nasi goreng yang difavoritkan para youtuber itu.

Tak lupa, mie goreng Indomie, salah satu merek mie instan dari Indonesia, juga digadang-gadang sebagai mie instan terlezat dibanding merek instan Asia lainnya. Bahkan, salah satu video dari koki Korea menyebutkan restoran Indonesia di Fashion Island, Seoul paling banyak pengunjungnya daripada yang lain. Melimpahnya ragam makanan Indonesia dan berbumbu juga mampu menarik minat orang-orang dari negeri K-Pop.

Bukan hanya budaya Korsel yang bisa meng-halyu-kan Indonesia, namun bisa berbalik pula Indonesia menyihir penduduk negeri ginseng itu dengan makanan khasnya. Korsel memang sedang terus mengembangkan wisata halal di negaranya seperti yang dilakukan oleh negara tetangga seberang lautan, Jepang. Kebutuhan makanan halal dan kemudahan tempat untuk beribadah bagi banyaknya pelancong muslim dari berbagai belahan dunia ke Korsel menjadi strategi pengembangan wisata halal yang dijalankan.

Tak dipungkiri hubungan timbal-balik ini dipengaruhi dengan sejarah hubungan diplomatik Indonesia dan Korsel sejak 1966. Data BPS sebelum pandemi, pada 2018 diketahui bahwa jumlah wisatawan dari negeri ginseng sebesar 358.885 orang dan meningkat pada 2019 yaitu 388.316 orang. Dan, demikian pula tren meningkat data kunjungan wisatawan asal Indonesia melancong ke negeri K-Pop itu setiap tahunnya sebelum COVID-19 merebak.

Pada 2018-2019 lalu, terdapat sekitar 200 ribuan lebih wisatawan Indonesia yang berkunjung ke Korea. Berbagai peluang bisnis semakin terbuka lebar antara Indonesia dan Korsel, baik dari sektor barang dan jasa, maupun ekspor-impor. Pandemi tidak menyurutkan penduduk Korsel untuk menjalin kerja sama berbagai bidang. Para youtuber Korsel sering pula didapuk menjadi endoser berbagai produk makanan dari Indonesia.

Memang perkara makanan Indonesia yang mendunia tidak bisa disepelekan agar lebih digaungkan dan diperkuat kerja sama bilateral antara Indonesia dan Korsel. Strategi dengan memperbanyak restoran Indonesia di Korsel bisa jadi berkontribusi terhadap wisata halal di negeri itu. Tengoklah bagaimana kepiawaian memasak makanan Indonesia Hari Jisun mampu menghipnotis warganet Indonesia melalui kolom komentar agar membuka restoran Indonesia di sana.

Dan, sepertinya memang belum banyak restoran Indonesia di Korsel untuk bisa mendongkrak kepopuleran makanan Indonesia. Sebut saja Bali Bistro; restoran ini pernah masuk di salah satu acara stasiun TV Korea SBS, Baek Jong Won's Top 3 Chef King. Lainnya Bakso Rindu Kampung dan Warung Makan Borobudur --jumlahnya masih bisa dihitung dengan jari.

Saya membayangkan, jika berkesempatan mengunjungi negeri asal Super Junior itu, bisa begitu mudah mendapatkan makanan halal, khususnya makanan Indonesia. Restoran Indonesia bertebaran di mana-mana, bahkan street food seperti mie ayam, bakso, siomay gampang dijumpai layaknya mie ramyeon, tteobokki, di jalan-jalan perkotaan di Korea Selatan. Kekuatan makanan yang tidak hanya mempengaruhi rasa di lidah, namun juga merasuk himgga ke hati, bisa melanggengkan keeksisan makanan Indonesia di sana.

Tak perlu lagi belanja di Asian market untuk mendapatkan kunyit, jahe, sambel terasi, dan berbagai bahan masakan Indonesia. Cukup mendatangi minimarket yang tersebar di mana-mana. Ragam bumbu dan makanan Indonesia sudah tersedia, bahkan camilan seperti seblak instan, kripik Mak Icih, sudah dipajang di depan kasirnya.

Menggenjot kerja sama UMKM untuk mengekspor hasil usahanya ke Korsel semakin membuka peluang mengekspos makanan Indonesia. Siapa tahu suatu saat bukan hanya rendang yang nge-hits dikenal para wisatawan; bisa jadi cilok, cireng, bahkan klepon menjadi makanan viral yang disukai oppa-oennie di Taehan Min Guk itu.

(mmu/mmu)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT