Menyambut PON XX Papua

Ishadi SK - detikNews
Senin, 20 Sep 2021 15:58 WIB
ishadi sk
Ishadi SK (Ilustrasi: istimewa)
Jakarta -

Sebentar lagi 428 unit bus besar dan menengah akan meramaikan PON XX di Papua.

Ada empat Kabupaten yang akan menjadi ajang pertandingan, di antaranya: Kota Jayapura disiapkan 15 Cabang Olahraga, Kabupaten Jayapura untuk lokasi 14 Cabang Olahraga Kabupaten Mimika disiapkan 9 Cabang Olahraga terakhir Kabupaten Merauke di selatan Papua disiapkan 6 Cabang Olahraga.

Seluruhnya sepanjang Pertandingan Olahraga PON XX akan diselenggarakan 37 Cabang Olahraga dengan sekitar 10.000 Atlet dan Official. Terdiri dari 34 Provinsi di seluruh Indonesia dari Sabang-Merauke, dari Nunukan-Pulau Rote.

Letjen (Purn.) Marciano Norman, Ketua Komite Olahraga Nasional Pusat menyatakan sampai hari ini sudah 95% persiapan penyelenggaraan dari seluruh Indonesia.

Pekan Olahraga Nasional (PON) akan berlangsung tanggal 2 Oktober - 15 Oktober 2021, mulai dari Pembukaan hingga Penutupan PON. Stadion Lukas Enembe Sentani, Kabupaten Jayapura menjadi lokasi utama karena stadion berkapasitas 45.000 penonton telah dibangun lima tahun lalu, menjadi kebanggaan Indonesia Timur dan Stadion tersebut didesain menjadi salah satu Stadion olahraga terindah di Indonesia.

Seperti dinyatakan sebelumnya, PON diikuti 6.484 Atlet, namun secara keseluruhan jika dihitung dengan official dari seluruh Indonesia, akan mencapai 10.000 Peserta. Di sinilah akar permasalahannya.

Bayangkan, para Atlet dari 34 Provinsi akan mengirimkan Atlet terbaiknya. Kali ini lokasi bagian terbesar jaraknya teramat jauh, mulai dari Aceh, Sumatera Utara, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, dan Pulau Jawa yang akan menghadirkan jumlah Atlet terbanyak.

Diperlukan logistik yang luar biasa besar mengingat pertandingan akan berlangsung di Empat Provinsi: Jayapura, Kabupaten Jayapura, Merauke dan Mimika, yang posisinya amat berjauhan mengingat luas Papua yang demikian besar dan masing-masing berada jauh satu sama lainnya.

Papua, seperti dinyatakan oleh France Djasman, Produser Olahraga di era TVRI tahun 1980-an yang sekarang bermukim di Jayapura. Dia mengatakan: "Event Olahraga ini diklaim bukan hanya sebagai ajang pesta olahraga, namun PON XX kali ini disebut sebagai upaya merekatkan dan menegaskan kebersamaan yang ada di Indonesia dari Sabang hingga Merauke."

Diperkirakan Atlet Papua juga akan mampu bertanding dan memenangkan nomor 10 besar di antara Para Atlet dari 34 Provinsi. Sementara, anggaran yang dikeluarkan negara untuk penyelenggaraan PON XX 2021 adalah sebesar Rp1,4 Triliun yang diprediksi cair minggu ini. Dana tersebut merupakan dana tambahan. Sementara Panitia Pekan Olahraga Nasional PB PON XX Papua menargetkan pengumpulan sponsor mencapai Rp200 Miliar sebagai pemasukan di luar APBN dan APBD.

Data ini dinyatakan secara terbuka dalam Rapat Komite Olahraga Nasional Pusat di Jakarta.

Baru-baru ini Panitia Besar Olahraga Nasional, PB PON Papua, mendapat dukungan anggaran sebesar Rp313 Miliar untuk Event Nasional Empat Tahunan. Sebagian anggaran tersebut diselenggarakan guna membangun infrastruktur di empat Kabupaten di Papua. Disamping itu, PT Freeport juga memberi bantuan sebesar USD 33 juta jumlah yang amat besar. Sesungguhnya yang amat besar dalam bentuk cash maupun dalam wujud pembangunan di Kabupaten Mimika.

Pembagian venue cabor (cabang olahraga) per kluster meliputi Kabupaten Mimika terdiri dari 11 nomor olahraga di antaranya: terjun payung, atletik, bola basket, panjat tebing, judo, dan tarung derajat. Kabupaten Merauke seluruhnya meliputi: lomba kendaraan bermotor, catur, wushu, anggar dan sepak bola putri.

Klaster Jayapura dari 22 nomor olahraga diantaranya: renang perairan terbuka, angkat besi, binaraga, voli indoor, layar, taekwondo, karate, pencak silat, sepak takram, sepak bola putri, tenis, bulutangkis dan tinju. Terakhir Klaster Kabupaten Jayapura cukup banyak, 24 nomor, diantaranya: paralayang, renang, loncat indah, hoki outdoor-indoor, baseball, senam artistik, muay thai, kempo, menembak, sepak bola, dan panahan.

Sementara itu Menteri Pemuda dan Olahraga, Zainudin Amali mengatakan, pelaksanaan PON XX Papua dengan atau tanpa penonton ataukah dibatasi, masih dievaluasi dan dikoordinasikan dengan pihak terkait.

Tidak kalah pentingnya keikutsertaan official, atlet, hingga panitia wajib dan harus secara ketat sudah divaksinasi sesuai dengan ASKES yang berlaku. Hal yang penting sebagai penutup disebut kemungkinan akan dihadirkannya penonton. Hal itu diungkapkan langsung oleh Gatot S. Dewa Broto, Juru Bicara Menpora, yang mengutip Keputusan Presiden Joko Widodo.

Pihak Kemenpora terus mencari cara agar penyelenggaraan PON XX 2021 tidak membuat kluster Covid-19 baru. Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan, Mahfud MD, pada press conference menegaskan tidak semua orang bisa hadir di venue. "Syaratnya ada dua, untuk mereka yang ingin menonton. Pertama, pemberlakuan protokol kesehatan dan Kedua, jumlahnya akan ditentukan di lokasi sesuai keadaan."

Kita semua merasa yakin bahwa pertandingan empat tahun sekali yang diikuti 34 provinsi di Indonesia kali ini sangat amat berat dilihat dari lokasi di empat kabupaten di Utara, Selatan, Barat dan Timur ini akan berjalan lancar. Tidak kurang satu apapun.

Event kali ini menarik, karena PON XX bagi warga Papua dapat membuktikan bahwa rakyat Papua mampu melaksanakan event nasional dengan lancar. Papua akan membuat surprise prestasi jauh lebih tinggi rankingnya dibanding pada registrasi PON sebelumnya.

Apa yang sesungguhnya diinginkan oleh Papua, dikutip detikSport Senin lalu, mereka mengatakan, "Tentu pertama kami ingin PON ini jadi sarana promosi Papua. Agar masyarakat lebih mengenal tanah kami, budaya kami, dan keindahan alam kami. Sebab kini masih banyak orang-orang yang belum terlalu mengenal Papua." Hal tersebut disampaikan Maximus, Operator Wisata Adventure Cartenz yang sejak lama bermukim di Papua.

Semoga Papua mampu menjadi pemegang satu sari sepuluh peserta PON terbaik di Indonesia. Semoga.

Jakarta, 19 September 2021

Ishadi SK
Transmedia

(mmu/mmu)