ADVERTISEMENT

Kolom

Nasionalisme Warga Pedesaan Melalui Pembangunan Infrastruktur Daerah

Alifya Budi Karelita, Nurhidaya Aulia - detikNews
Senin, 23 Agu 2021 17:55 WIB
Mudik dengan menggunakan jalan darat dan melintasi Tol Bawen-Salatiga, Jawa Tengah dapat menikmati pemandangan alam perbukitan. Pemandangan dapat terlihat di Gerbang Tol Salatiga yang berlatar belakang keindahan Gunung Merbabu. Intip keindahan jalan Tol Bawen-Salatiga di sini.
Foto: Dok. Trans Marga Jateng
Jakarta -

Terbentuknya suatu negara dengan adanya salah dua unsur pokok, rakyat dan pemerintah. Dalam melaksanakan perannya, pemerintah bekerja sama dengan rakyat untuk mengembangkan dan memajukan suatu negara. Salah satu tanda suatu negara terus berkembang dan maju adalah dengan pembangunan infrastruktur. Pembangunan infrastruktur tak terbatas pada pemaknaan sempit dari bangunan-bangunan beton, jembatan, jalan raya dan perumahan rakyat. Namun, kehadiran infrastruktur mampu merangkul banyak hal dan melihat lebih jauh apa yang tak tampak dengan panca indera.

Meskipun belum semua merasakan sentuhan berbagai sarana dan prasarana dari pemerintah. Kendati demikian, dari satu periode ke periode berikutnya pada setiap pergantian pemerintahan selalu nampak adanya benih perubahan dari segi infrastruktur. Dengan kata lain, pemerintah terus berupaya untuk memperbaiki hal-hal yang belum terpenuhi perihal sarana untuk rakyat.

Melihat bagaimana dampak pembangunan infrastruktur memang saling berhubungan. Sebagai contoh, pembangunan fasilitas seperti jalan trotoar, jembatan suramadu yang akhirnya menghubungkan antara dua wilayah. Kehadiran wujud jembatan ini mampu mempermudah akses rakyat dalam bepergian sehingga mobilisasi antara satu wilayah dengan wilayah lain semakin mudah. Hal ini dapat dilihat pula dengan wilayah yang lebih kecil, yaitu desa dimana pembangunan jembatan untuk menghubungkan satu desa ke desa lain yang kadangkala terpisah dengan sungai.

Menyasar pada masyarakat pedesaan, sering kita dapati berita orang sakit yang dipandu berkilometer untuk mencapai fasilitas kesehatan seperti puskesmas. Dalam hal pendidikan, foto anak-anak yang berseragam merah putih terpaksa basah karena harus menyeberangi sungai menuju sekolah. Potret anak berseragam yang meniti jembatan tidak layak guna menelusuri tiap papan jembatan dengan berhati-hati kerap kali kita jumpai.

Penguatan infrastruktur dapat meminimalisir ketidakpercayaan rakyat pada pemerintah, yang sebenarnya berakhir mengarah pada bangsa. Dengan demikian, masyarakat yang berpikiran 'bisa makan saja sudah cukup' secara tidak langsung akan semakin meningkat. Kurangnya kepercayaan masyarakat atas eksistensi pemerintah akan berdampak pada terkikisnya kecintaan pada bangsa.

Bukanlah tindakan yang baik untuk memaksa rakyat berpikir jauh tentang bagaimana menanamkan cintanya pada bangsa sedangkan mereka sibuk memikirkan bagaimana mencukupi kebutuhan perut untuk bertahan hidup. Akibatnya, rasa memiliki dan bangga pada bangsa semakin terkikis hingga persatuan masyarakat rendah, masyarakat hanya akan berpikir individu tanpa memikirkan kelompok lain. Sedangkan, negara Indonesia yang penuh keragaman ini perlu saling memahami dan bersatu dengan adanya perbedaan suku, budaya, ras dan agama.

Oleh sebab itu, pembangunan infrastruktur baik infra-fisik maupun non-fisik sangat memegang andil dalam menumbuhkan rasa cinta masyarakat terhadap Tanah Air. Sebagai contoh, kehadiran infrastruktur fisik seperti jembatan, bangunan sekolah, rumah sakit, jembatan mampu memberikan akses kepada rakyat untuk mendapatkan peluang kesejahteraan hidup. Lebih jauh lagi, penyediaan air bersih, ketersediaan listrik bagi daerah pelosok mampu memperpanjang harapan banyak rakyat untuk hidup seperti halnya mereka yang di kota besar.

Sadar tidak sadar, peningkatan pembangunan infrastruktur pada ranah pelosok dapat berdampak terhadap rasa nasionalisme karena sebagai perwujudan jati diri dan pemersatu bangsa. Dengan penguatan infrastruktur beberapa poin yang berikutnya akan sangat berdampak pada pengembangan dan kemajuan suatu negeri. Pembangunan infrastruktur menumbuhkan semangat berpendidikan. Anak-anak mendapat akses yang aman dan nyaman menuju sekolah dengan harapan semangat belajar mereka semakin baik sehingga terdorong untuk terus berprestasi dan membanggakan negeri.

Dalam mewujudkan sikap nasionalisme, dapat berangkat dari penguatan infrastruktur dan peningkatan kemampuan sumber daya manusia salah satunya melalui pendidikan. Berikutnya dalam aspek ekonomi pariwisata, pembangunan infrastruktur yang memudahkan masyarakat lokal maupun mancanegara untuk mengakses lokasi. Semakin banyak pengunjung semakin banyak yang mengetahui keindahan alam negeri ini. Infrastruktur secara umum sebagai pendukung pertumbuhan ekonomi, pengembangan wilayah, dan pemersatu wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Kombinasi dari penguatan pembangunan infrastruktur dengan kualitas SDM yang mumpuni mampu memberikan dampak yang signifikan bagi bangsa. Olehnya itu, penguatan infrastruktur terkhusus pada sasaran daerah pelosok seyogyanya lebih diperhatikan sebab kehadirannya mampu menjembatani banyak aspek yang melahirkan kesejahteraan rakyat dan medium nasionalisme. Rasa cinta Tanah Air yang lahir dari keseluruhan warga negara sebagai bentuk kesyukuran terlahir dan hidup dalam satu bangsa.

Alifya Budi Karelita dan Nurhidaya Aulia, Pemenang Favorite Lomba Karya Tulis PUPR Kategori Umum

(prf/ega)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT