"Common Sense" Ishadi SK

Makna Kemerdekaan Indonesia

Ishadi SK - detikNews
Minggu, 22 Agu 2021 10:32 WIB
ishadi sk
Ishadi SK
Jakarta -

Tujuh Belas Agustus Sembilan Belas Empat Lima, adalah hari, tanggal dan bulan yang sakral bagi bangsa Indonesia.

Hari Kemerdekaan Indonesia yang dikenang dan dimaklumi karena Indonesia dilahirkan tanpa izin, memohon, menuntut siapapun di muka bumi ini.

Tanggal 17 Agustus 1945 diproklamirkan sebagai tanda Indonesia telah Merdeka. Meski sudah merdeka tidak mudah untuk memperoleh kedaulatan sebagai sebuah negara yang Merdeka, khususnya dari negara Jepang, Inggris dan Belanda yang telah menjajah bangsa kita selama 350 tahun (Belanda dan Inggris) dan 3,5 tahun (Jepang).

Indonesia Raya yang dinyatakan sebagai negara kepulauan tercatat sebagai negara kepulauan tunggal terbesar di Asia.

Bagian dari sepuluh negara kepulauan terbesar di dunia yang memiliki 17.504 pulau yang tersebar dari Sabang hingga Merauke, dari Pulau Weh hingga Pulau Rote.

Jumlah seluruhnya tercatat 17.504 pulau, hanya seperempat yang sudah dihuni.

Pulau Jawa luasnya sepertiga Pulau Sumatera, namun jumlah penduduk dua per tiga dari penduduk seluruh Indonesia.

Luas wilayah Indonesia 1.904.569 Km persegi.

Upaya untuk mengumumkan Kemerdekaan Republik Indonesia tidak mudah. Terjadi tarik menarik antara pemimpin yang ingin segera memproklamirkan kemerdekaan Republik Indonesia terutama setelah Jepang menyatakan kalah dari Sekutu (1943).

Perang Dunia II di Asia Pasifik ditandai dengan gerakan invasi cepat ke berbagai wilayah Asia Pasifik. Diawali dengan kekuatan gempuran enam kapal induk Jepang terhadap pusat kekuatan Amerika Serikat di Pearl Harbour, tanggal 7 Desember 1941.

Setidaknya 300 pesawat tempur yang diluncurkan dari enam kapal induk Jepang lewat serangan mendadak terhadap kapal tempur Amerika Serikat yang tidak siap, karena tidak ada tanda-tanda penyerangan. Pertempuran mendadak ini menewaskan 2.402 pelaut Amerika Serikat dan 1.282 terluka selama serangan dua jam saja.

Sedikitnya 8 kapal perang Angkatan Laut Amerika Serikat rusak, 4 hangus, dan 188 pesawat tempur hancur. Terdapat 3 kapal penjelajah, 3 kapal perusak dan 1 kapal latih tenggelam. Sejak itu Jepang leluasa menjajah seluruh wilayah Asia Pasifik.

Namun pendudukan Jepang tidak terlalu lama, hanya 3,5 tahun. Perlahan tapi pasti Jepang kehilangan kekuatan ketika terjadi serangan balik oleh 12 kapal induk Amerika Serikat. Dalam kurun waktu 1939-1945 Jepang kalah, terutama setelah 6 kapal induk dan 1 kapal tempur raksasa Yamamoto ditenggelamkan di lautan Pasifik. Jepang menyerah tanggal 15 Agustus 1945 setelah Amerika Serikat menjatuhkan Bom Atom di Nagasaki (14 Agustus 1945) dan Hiroshima (15 Agustus 1945).

Tatkala Jepang secara resmi menyerah, terdapat dorongan kuat dari orang-orang muda Indonesia untuk segera mengambil alih kekuasaan, serta Memproklamirkan Kemerdekaan Republik Indonesia.

Sementara, para elit politik mempunyai dua kelompok berbeda dalam upaya mengumumkan Kemerdekaan Republik Indonesia.

Ada 5 tokoh yang bersikap hati-hati. Di antaranya: Ir. Soekarno, Mohammad Hatta, Ahmad Soebardjo, Muhammad Yamin dan Iwakusuma Sumantri.

Sementara kelompok muda yang menginginkan proklamasi diberlakukan secara segera pada tanggal 17 Agustus 1945: Adam Malik, Muwardi, Wikana, Chairul Saleh, dan BM Diah.

Karena pihak kelompok pertama tidak setuju untuk segera memutuskan kemerdekaan, Soekarno-Hatta dijemput paksa pada pukul 03:00 WIB tanggal 16 Agustus 1945. Pada waktu itu sekelompok pemuda garis keras terdiri dari: Soekarni, Wikana, Aidit, Chairul Saleh, Asmarahadi, dan Sayoeti Melik memaksa membawa Soekarno berikut Fatmawati dan Guntur Soekarno Putra (2 tahun) ke Rengasdengklok-Karawang, untuk didesak agar tanggal 17 Agustus 1945 memproklamirkan Kemerdekaan Republik Indonesia.

Hanya sebentar mereka berunding di Karawang. Pukul 04:00 pagi tercapai kesepakatan. Bung Karno bersama Ibu Fatmawati dan Guruh Soekarno Putra serta Mohammad Hatta dibawa kembali ke Jakarta dan ditempatkan di kediaman Laksamana Maeda, di Jalan Imam Bonjol Nomor 1, guna dilakukan perundingan.

Perundingan berlangsung cepat, Maeda ikut serta namun beberapa saat kemudian mengundurkan diri.

Hadir pada pertemuan akhir adalah Ir. Soekarno, Mohammad Hatta, Soekarni, Sudiro, BM Diah dan Ahmad Soebardjo.

Bung Karno menulis teks proklamasi amat cepat, disusun singkat pada pukul 04:00 pagi, tanggal 17 Agustus 1945.

Pukul 04:30 pagi Naskah diserahkan oleh Bung Karno ke Sayoeti Melik untuk diketik. Adapun teks proklamasi yang disetujui adalah sebagai berikut:

Proklamasi

Kami bangsa Indonesia, dengan ini menyatakan kemerdekaan Indonesia. Hal-hal yang mengenai perpindahan kekuasaan dan lain-lain diselenggarakan secara seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya.

Atas nama bangsa Indonesia
Soekarno-Hatta

Selesai.
Hari merdeka telah tiba.
17 Agustus 1945

(mmu/mmu)