Tetangga Yang Saling Jatuh Cinta
Catatan:
Tulisan ini merupakan opini pribadi penulis dan tidak mencerminkan pandangan Redaksi detik.com
Jakarta - Di sebuah desa, hiduplah dua keluarga yang saling bertetangga. Rumah mereka dipisahkan sebuah danau yang lebar. Keluarga pertama memiliki putra sulung yang bernama Nessa. Sedangkan tetangganya memiliki anak perempuan bungsu yang dinamai Ossi.Meski bertetangga, hubungan dua keluarga itu tidak selalu mulus. Ada saja riak yang menyebabkan hubungan keduanya seperti antara cinta dan benci. Ibu Nessa dan ibu Ossi pernah bertengkar saat akan belanja di pasar.Adik Nessa, Billa dan kakak Ossi, Berra bertengkar soal model cantik idola mereka yang ditahan gara-gara kedapatan membawa narkoba. Ayah Nessa dan ayah Ossi pun pernah ribut gara-gara adik Nessa, Timy. Si bungsu Timy tidak mau lagi tinggal dalam satu rumah dengan orang tuanya.Timy ingin pergi dengan alasan bosan diatur-atur dan menderita di bawah pimpinan ayahnya. Atas nama demokratisasi, ayah Ossi mempengaruhi para tetangga agar Timy diberi hak bersuara untuk menentukan nasibnya. Timy pun menang dan akhirnya membuat rumah sendiri.Kini kedua keluarga terlibat huru hara lagi. Kali ini gara-gara si kembar Pepy dan Pupa. Si kembar menyeberang danau dan minta perlindungan keluarga Ossi. Adik-adik Nessa itu mengadu mereka dianiaya oleh orang tua dan saudara-saudaranya jika tetap di rumah.Ayah Nessa membantahnya. Laki-laki itu meminta keluarga Ossi tidak ikut campur dalam urusan rumah tangga mereka. Kasus si kembar hanya masalah anak-anak yang bisa diselesaikan sendiri keluarga Nessa secara damai.Tapi keluarga Ossi ternyata memperbolehkan si kembar tinggal di rumah itu. Keluarga Nessa pun berang. Keluarga itu merasa dilecehkan, dihina dan dikhianati tetangga di seberang danau itu. Bagi ayah Nessa, keluarga Osssi seperti ular berkepala dua, bersikap sok manis padahal bersiap menggigit dengan bisanya.Sejumlah saudara Nessa yang emosi meminta dilakukan perang. Saudara yang lain minta jotakan saja sampai tetangga di sebarang danau sadar. "Biar tahu rasa mereka. Memangnya enak tak punya tetangga," kata Jaka, adik Nessa.Tapi Ossi dan Nessa ternyata saling jatuh cinta. Nessa sangat menyukai Ossi yang cerdas karena mendapatkan pendidikan yang baik. Sementara Ossi sangat mengagumi Nessa yang lugu, religius dan sangat pemberani."Nes, masa kita harus berperang?" tanya Ossi sedih ketika suatu senja mereka bertemu di tepi danau. "Percaya padaku Si, kita tidak akan berperang. Itu hanya emosi sesaat, keluargaku memang gampang marah," jawab Nessa."Ayah seharusnya instropeksi mengapa Pepy dan Pupa memilih pergi ke rumahmu. Mereka merasa dianaktirikan, teraniaya dan tidak pernah diperlakukan adil. Si kembar itu pernah protes pada ayah, tapi apa hasilnya? Mereka justru dihajar. Bagaimana mereka tidak takut pulang kalau demikian?" cerita Nessa trenyuh."Pepi dan Pupa juga pernah curhat padaku, mereka yakin bila pulang justru akan disalahkan jika terjadi hal-hal yang membuat ayahmu marah. Mereka benar-benar takut," timpal Ossi."Ya, memang demikian," ujar Nessa pelan. "Jadi apa yang akan kamu lakukan Nes?" tanya Ossi lagi. "Aku juga bingung. Yang jelas aku tidak akan menyalahkan Pepy dan Pupa. Mereka berhak mendapatkan kebahagiannya. Tapi tentu aku akan marah jika di rumahmu, si kembar itu berbicara yang tidak benar tentang keluarga kami," kata Nessa."Terus kita bagaimana?" tanya Ossi. "Kita ya akan tetap saling mencintai," kata Nessa sambil tertawa. "Ya kita akan saling menjaga dan membela," tambah Ossi.Senja pun berganti malam. Dua sejoli itu meninggalkan danau dan pulang ke rumah masing-masing. Di rumah, orang tua mereka tengah uring-uringan. Tapi Nessa dan Ossi asyik dengan impiannya sendiri.Keterangan Penulis:Penulis adalah wartawan detikcom. Tulisan ini merupakan pendapat pribadi dan tidak menggambarkan sikap/pendapat tempat institusi penulis bekerja.
(Iin Yumiyanti/)











































