"Common Sense" Ishadi SK

Penyiaran Digital Indonesia 2021-2022

Ishadi SK - detikNews
Jumat, 06 Agu 2021 10:27 WIB
ishadi sk
Ishadi SK
Jakarta -

Apakah yang diharapkan oleh jutaan pendengar dan penonton radio dan televisi? Jawabnya sederhana, perpindahan radio dan televisi analog ke digital, yang dinyatakan sebagai Analog Switch-Off (ASO).

Staf Ahli Menkominfo, Henry Subiakto mengatakan digitalisasi bukan hanya urusan penyiaran saja, namun bisa juga berdampak ke internet yang akan membantu menata frekuensi publik menjadi lebih murah, lebih menjangkau target dan efisien. Semangat untuk mengubah analog ke digital sudah digerakkan oleh Konsorsium Televisi Digital Indonesia (KTDI), yang terdiri dari empat grup:

1. EMTEK (SCTV, Indosiar) - 2 stasiun televisi
2. VIVA (ANTV, Lativi) - 2 stasiun televisi
3. TRANSMEDIA (Trans TV, TV 7) - 2 stasiun televisi
4. Metro TV - 1 stasiun televisi

Total ada tujuh anggota televisi yang bermimpi besar untuk mengembangkan usaha pertelevisian secara baik, bahkan sempurna. Mimpinya tersandung, hanya dalam waktu dua bulan, 22 Oktober 2009 terjadi pergantian Kabinet. Menteri Kominfo yang baru, Tifatul Sembiring, memutuskan untuk membubarkan KTDI.

Setelah itu sepanjang kepemimpinannya, ia melarang mendiskusikan digital. Alasannya, belum sempat dibahas DPR-RI.

Untuk Transmedia, yang terjadi adalah masalah serius, karena sudah menyiapkan digital untuk CNN Indonesia, yang salah satu syarat dari CNN International adalah harus mengudara dengan frekuensi digital. Trans Tv harus menunggu sampai Menteri Tifatul mengizinkan digital beroperasi lagi, karena sejak 2009 Transmedia sudah melaksanakan tv digital di studio CNN dan CNBC dalam rangka memenuhi prasyarat dari CNN International Atlanta untuk siaran digital.

Harus menunggu sampai tahun 2015 tatkala Tifatul Sembiring diganti oleh Menteri Rudiantara.

Langkah pertama yang dilakukan olehnya adalah gebrakan digital sebagai masa depan penyiaran. Meskipun Undang-Undangnya belum diputuskan oleh DPR-RI.

Rudiantara menjalankan tugasnya selama empat tahun dengan nyaris sempurna. Salah satu yang diandalkan adalah berhasilnya Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) Palapa Ring, menjadi salah satu prestasi terbaik selama menjadi menteri Kominfo 2014-2019.

Palapa Ring terbagi dalam tiga bagian. Palapa Ring Barat (2.275 KM), Palapa Ring Tengah (2.995 KM), dan Palapa Ring Timur (6.878 KM). Ketiganya berhasil dijalankan pembangunannya dengan baik dan menjadi kebanggaan pemerintah maupun pribadinya.

Sewaktu serah terima jabatan, secara khusus disampaikan kepada Johnny Gerard Plate, yang mengharapkan Palapa Ring secara bertahap akan meratakan kecepatan internet di seluruh Indonesia dengan disparitas harga yang semakin rendah di antara wilayah Jawa dan Luar Jawa. Sehingga proyek tersebut akan mengurangi proyek beban investasi dalam membangun jaringan dari nol secara signifikan.

Menurut Plate, selama ini pita frekuensi MHz yang sangat besar kapasitasnya hanya digunakan seluruhnya untuk siaran televisi secara tidak efisien. Dengan peralihan ke digital akan diperoleh digital dividen sebesar 112 MHz, dan bisa digunakan untuk frekuensi broadband 5.6 yang dimimpikan oleh para teknisi digital.

efisiensi frekuensi

Menurut Wawan Julianto (Trans TV) yang telah berkeliling ke berbagai negara selama 9 tahun terakhir membahas digitalisasi penyiaran mengatakan bahwa langkah strategis Menkominfo 2021-2022 akan menguntungkan lima hal: kepentingan publik, efisiensi industri, digital dividen, serta mengembangkan ekonomi digital, industri 4.0, juga melakukan peningkatan lalu lintas komunikasi di daerah perbatasan.

Jakarta, 5 Agustus 2021

Ishadi SK Komisaris Transmedia

(mmu/mmu)