"Common Sense" Ishadi SK

Olimpiade Tokyo yang Bersejarah

Ishadi SK - detikNews
Jumat, 30 Jul 2021 09:54 WIB
ishadi sk
Ishadi SK (Ilustrasi: istimewa)
Jakarta -

Olimpiade Tokyo diselenggarakan tanggal 27 Juli - 8 Agustus 2021. Awalnya Olimpiade dijadwalkan 24 Juli - 9 Agustus 2020. Namun, karena pandemi corona pemerintah Jepang minta ditunda sampai taun 2021. Lewat perdebatan keras di antara anggota International Olympic Commitee (IOC), tanggal 24 Maret 2020, lewat pemanggilan, konferensi, yang dilakukan antara Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe, Presiden IOC Thomas Bach dan Presiden TGOC Seiko Hashimoto Yoshiro Mori, Olimpiade Tokyo 2020 ditunda hingga 2021.

Peresmian yang diberi motto "Unity In Diversity" ditandai dengan penyuluhan Kaldron Tokyo 2020 oleh petenis Jepang, Naomi Osaka. Atlet berdarah campuran dan berkulit hitam, simbol keragaman.

IOC menetapkan Tokyo menjadi tuan rumah Olimpiade musim panas ke-32, sekaligus penyelenggara kedua kalinya Olimpiade.Tahun 1964 Jepang menjadi penyelenggara Olimpiade ke-18, tanggal 10 Oktober - 24 Oktober 1964. Diikuti 5.151 atlet (4.473 putra dan 678 putri), dengan 163 cabang olah raga.

Di era modern berlangsung Olimpiade pertama kali di dunia, tanggal 6 April 1896 di Athena, Yunani berkat upaya Pierre Baron de Caubertin, pendiri International IOC, setelah terhenti selama tiga abad lebih. Waktu itu atlet yang bertanding terdiri dari negara Eropa: Yunani, Jerman, Prancis, dan Inggris. Hanya sembilan cabang yang dipertandingkan: Atletik, Renang, Senam, Balap Sepeda, Gulat, Hanggar, Menembak, Angkat Besi dan Tenis Lapangan. Sejak itu Olimpiade diselenggarakan empat tahun sekali.

Yang sedang berlangsung sekarang Olimpiade Tokyo 2020 yang amat berbeda dengan Olimpiade sebelumnya. Pertandingan berlangsung tanpa penonton, meskipun sudah diperkirakan lima tahun lalu, akan ada 7,8 juta penonton di 42 lokasi pertandingan. Sudah terjual 4,48 juta tiket. Karena tidak ada penonton, penyelenggara memperhitungkan kemungkinan kerugian sebesar USD 35 miliar untuk biaya tuan rumah.

Di layar televisi jelas terlihat tidak ada satu orang pun penonton hadir, yang ada hanyalah para atlet, pelatih atlet, wasit, dan pemain cadangan. Bisa dimengerti betapa besar dana yang harus disiapkan.

Berdasarkan VOS News, Jepang akan menghabiskan dana sebesar USD 35 miiliar untuk menjadi tuan rumah pertandingan, melebihi perkiraan anggaran awal USD 7,5 miliar. Menurut studi Oxford University Inggris, Olimpiade Tokyo adalah pertandingan musim panas yang paling mahal yang pernah ada. Menurut Tri Purnajaya, DCM KBRI (Wakeppri), alokasi dana yang demikian besar bisa diatasi karena di parlemen dipermudah oleh kelompok partai mayoritas di majelis rendah (Shungi-in) yang dipilih langsung oleh rakyat untuk empat tahun. Maupun majelis tinggi (Shangi-in) dalam jabatan enam tahun.

Kedua lembaga partai itu jelas-jelas dikuasai oleh partai LDP, sehingga relatif lebih mudah mengambil keputusan. Khususnya dalam kasus Olimpiade Tokyo kali ini semua pihak sangat memahami posisi strategis Olimpiade Tokyo 2020 bagi masa depan.

Olimpiade Tokyo 2020 akan berakhir tanggal 8 Agustus, 10 hari lagi. Kesan yang paling terasa di antara penonton televisi di seluruh dunia adalah tidak ada penonton. Pertama kali dalam sejarah Olimpiade para atlet harus menerima kenyataan, mereka saling bertanding habis-habisan tanpa mendapat dukungan, kecuali tepuk tangan segelintir pemain cadangan, pelatih dan pimpinan tim yang bertanding. Sementara itu tanpa penonton, Jepang masih harus mengkalkulasi kembali upaya menutup biaya sebesar USD 35 miliar di atas.

Kebanggaan mereka adalah dalam situasi pandemi mereka dengan bangga menyatakan "The Show Must Go On" dan harapan atlet tuan rumah Jepang dapat merebut paling tidak posisi nomor tiga setelah Amerika Serikat dan China.

Olah raga menarik karena selalu dalam setiap pertandingan akan ada yang disebut sebagai surprise. Meski kali ini pertama dalam sejarah berlangsung pertandingan di semua stadion tidak dihadiri oleh seorang pun penonton, kecuali pertandingan-pertandingan di luar stadion.

Jakarta, 29 Juli 2021

Ishadi SK

(mmu/mmu)