Kolom

Perjuangan Mencari Vaksin Covid untuk Karyawan

Johan Hariyanto - detikNews
Kamis, 08 Jul 2021 16:00 WIB
Foto ilustrasi: Pradita Utama/detikcom
Jakarta -

Sejak awal tahun, perusahaan tempat saya bekerja melakukan pendataan karyawan untuk mendaftar vaksin gotong royong. Karyawan begitu antusias, bisa segera mendapatkan vaksinasi lebih awal. Tapi harapan itu menggantung, sampai hari ini, kapan pelaksanaannya belum ada kepastian. Baru kantor pusat di Jakarta yang sudah mendapatkan jadwal. Mereka diprioritaskan lebih awal karena masuk daerah paling rawan.

Untuk itu, melihat lonjakan kasus Covid-19 yang terjadi saat ini, cabang kami berusaha mencari alternatif lain agar semua karyawan bisa segera mendapatkan vaksinasi. Tidak lagi bergantung kepada pelaksanaan vaksin gotong royong. Maka setiap ada informasi penyelenggaraan vaksinasi di suatu tempat, oleh siapapun, kami segera menindaklanjuti, apakah ada peluang agar bisa ikut mendaftar. Bahkan, di Grup Whatsapp, karyawan ikut antusias mencari, saling berbagi informasi.

Mulai dari kantor pusat yang segera melaksanakan vaksinasi gotong royong, kami di cabang berusaha meminta kuota. Awalnya memang ada satu yang sudah terdaftar di sana. Yakni, pimpinan cabang yang kebetulan tempat tinggalnya di Bekasi. Kami berusaha agar para kepala bagian bisa diikutkan. Tidak banyak tapi kami berusaha agar seberapa pun, selalu ada pertambahan jumlah karyawan yang divaksin.

Setelah nego yang cukup alot, juga diminta agar jangan sampai cabang lain mendengar, akhirnya kami 'dapat'. Sebanyak enam dari sembilan orang yang diusulkan bisa berangkat ke Jakarta. Tiga orang yang tidak bisa ikut itu masing-masing: satu sudah ikut vaksin pra-lansia, satu baru sembuh dari Covid, dan satu lagi pada H-1 keberangkatan, hasil swab antigen-nya samar sehingga harus dilanjutkan swab PCR untuk memastikan.

Besoknya setelah melakukan swab antigen, pukul 5 pagi mereka sudah harus masuk tol. Berangkat pakai dua mobil, dijemput satu-satu ke rumah. Satu mobil berangkat dari Sragen, satu lainnya berangkat dari Solo. Di Jakarta setelah selesai vaksin, mereka langsung bertolak kembali, Sragen-Jakarta PP dalam sehari. Tidak mau menginap, karena khawatir kasus Covid di Jakarta sedang tinggi-tingginya.

Tapi besoknya mereka tidak berangkat ke kantor, harus WFH dulu. Antisipasi apabila terpapar karena perjalanan dari luar kota. Juga untuk pemulihan kelelahan setelah perjalanan. Serta antisipasi efek samping setelah mendapatkan vaksin. Mengikuti SOP protokol kesehatan selama pandemi di perusahaan.

Pelaksanaan vaksinasi yang kedua untuk karyawan kami bermula setelah mendapatkan informasi dari cabang Grobogan. Mereka mendapatkan jatah dari puskesmas setempat. Cabang Sragen yang masih satu kepala ditawari untuk mendaftar, menggunakan sisa kuota perusahaan lain di sana yang enggan untuk mengambil jatah kuotanya. Maka, setelah mempertimbangkan situasi dan kondisi yang ada di Grobogan, dengan hati-hati diputuskan untuk mendaftarkan 22 karyawan vaksinasi ke Grobogan. Diprioritaskan dulu untuk karyawan yang sering kontak dengan pihak eksternal.

Lalu yang ketiga, diawali ketika beredar informasi bahwa Pemda Sragen mengadakan vaksinasi untuk pra-lansia yang berdomisili di Sragen. Mendapat kabar tersebut, kami segera mendata seluruh karyawan yang berusia 50 tahun ke atas. Sebanyak 60 karyawan berhasil kami data, setelah dikurangi karyawan yang sudah ikut atau sedang sakit. Fotokopi KTP segera kami minta untuk memenuhi persyaratan. Dengan kolektif, akan mempercepat proses administrasi di lokasi. Lalu kami jadwalkan secara bergilir, per hari memberangkatkan 20 karyawan. Tidak langsung berbarengan, agar operasional pabrik tidak terganggu saat para karyawan pergi ikut vaksinasi.

Terakhir yang paling besar, saat kami mendapatkan informasi bahwa Polri akan mengadakan program 1 juta vaksinasi dalam sehari. Kebenaran itu segera kami tanyakan itu ke Polres Sragen. Dan benar, Sabtu, 26 Juni 2021 akan ada pelaksanaan vaksinasi besar-besaran sebagai peringatan HUT Bhayangkara ke-75. Kami pun tidak mau kesempatan emas itu lewat begitu saja. Apa ada peluang untuk kami bisa mendapatkan jatah vaksin untuk karyawan?

Bersyukur, kami diberikan jatah 400 dosis. Jumlah yang cukup untuk memenuhi seluruh karyawan di tempat kami. Juga karyawan dari beberapa grup kami yang berkantor di sekitar Solo Raya. Mengenai pelaksanaannya, Polres Sragen menggandeng Polsek dan Puskesmas setempat. Untuk lokasi, akan dilakukan di halaman kantor kami. Tugas perusahaan yakni menyediakan sarana prasarananya. Menyiapkan lokasi, tenda, tempat duduk, jaringan internet, dan lain-lainnya.

Lebih dari 25 nakes dilibatkan, sehingga 400 dosis bisa rampung diberikan sebelum pukul 12.00 WIB. Harus habis. Kalau pada hari H ada yang berhalangan, langsung mencari penggantinya. Mencari dari keluarga karyawan yang tinggal dekat kantor. Setelah selesai tinggal merampungkan input data peserta vaksin. Sehingga program HUT Bhayangkara, satu juta vaksin dalam sehari bisa tercapai dengan sukses.

Selain yang perusahaan sudah berusaha untuk mencarikan dan memfasilitasi itu, beberapa karyawan sudah divaksin dari tempat tinggalnya masing-masing. Ada yang ikut program pra lansia secara mandiri di daerahnya. Juga ada yang mendapatkan jatah sebagai perangkat RT. Bagi yang masih belum, karena saat pelaksanaan terakhir itu berhalangan, ke depan akan dicarikan celah lainnya, dan masih berharap juga vaksin gotong royong segera sampai di tempat kami. Bisa digunakan untuk pasangan karyawan yang sudah didaftarkan.

Walau semangat kami menggebu, mencari segala celah agar bisa mendapatkan vaksin, tapi terkadang masih ada saja satu dan beberapa orang yang berusaha untuk tidak ikut vaksinasi. Betapa menjengkelkannya, beberapa orang masih ada yang tidak percaya Covid. Beberapa lainnya tidak percaya vaksin. Menghadapi seperti itu di perusahaan swasta, kekuatan hierarki harus digunakan. "Semua karyawan wajib ikut vaksin!" begitu pengumuman kami untuk vaksinasi Sabtu lalu.

Dan saya kira seperti itu juga yang harus dilakukan pemerintah saat. Saatnya pemerintah bersikap tegas dan serius. Menghadapi lonjakan kedua ini sebagai trigger untuk mempercepat vaksinasi ke seluruh masyarakat. Sehingga tingkat vaksinasi di atas 70% sebagai syarat herd immunity bisa segera tercapai.

Kita hanya ikut mendukung dengan apa yang bisa dilakukan, yakni melalui program vaksinasi kepada karyawan. Secepat-cepatnya dan sebanyak-banyaknya. Demi melawan Covid-19 agar segera hilang. Demi pemulihan ekonomi kita. Demi keluarga tercinta. Dan demi kehidupan kita bisa segera kembali seperti sedia kala.

Johan Hariyanto anggota Gugus Tugas Covid-19 di sebuah perusahaan swasta, tinggal di Sragen

(mmu/mmu)