Kolom

13 Tahun MRT Jakarta: Transformasi dan Kolaborasi

William Sabandar - detikNews
Senin, 21 Jun 2021 15:06 WIB
Jadwal operasional MRT dipersingkat untuk mencegah penyebaran virus corona. Pagi ini, terjadi antrian panjang di Stasiun MRT Fatmawati, Jakarta, Senin (16/3).
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Pada 17 Juni kemarin, PT MRT Jakarta memperingati hari lahirnya yang ke-13. PT MRT Jakarta disahkan sebagai Badan Usaha Milik DKI Jakarta dengan tiga mandat utama, yaitu membangun infrastruktur MRT, mengoperasikan kereta MRT, dan melakukan pengembangan bisnis di kawasan stasiun dan sekitarnya. Ketiga mandat ini biasa disingkat BOK yaitu Bangun, Operasikan, dan Kembangkan.

Perjalanan 13 tahun MRT Jakarta kemudian menjadi perwujudan sebuah perjalanan sejarah lahirnya transportasi publik modern perkotaan yang ditandai dengan hadirnya infrastruktur angkutan massal bawah tanah dan jalur layang yang telah beroperasi sejak dua tahun yang lalu, dan dilengkapi dengan layanan operasional yang berkualitas: aman, nyaman, handal dan memberi kemudahan akses bagi semua.

Para penggagas dan pendiri MRT Jakarta mungkin tidak pernah membayangkan MRT akan jadi seperti sekarang ini. Proses persiapan hingga konstruksi MRT Fase 1 yang dilakukan dengan susah payah dan penuh perjuangan akhirnya terwujud menjadi layanan berstandar global, sebagaimana yang kita bisa lihat bersama saat ini.

Lebih dari itu, kehadiran MRT berhasil mengubah budaya mobilitas orang menjadi disiplin, saling menghargai, dan ramah lingkungan. Kawasan sekitar stasiun MRT ikut berubah menjadi lebih baik dan tertata.

Sebagai generasi penerus, kita patut berbangga dengan apa yang telah diletakkan oleh para pendahulu, diupayakan dan akhirnya menjadi MRT yang melayani warga saat ini. Kinerja yang baik harus terus dipertahankan. Kolaborasi dan sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan harus terus dioptimalkan agar Jakarta dapat terus berkembang menjadi kota modern yang ramah untuk semua.

Hanya kota yang sistem transportasi publiknya bagus yang dapat menjadi kota yang modern dan ramah untuk semua.

Memasuki usianya yang ke-13, dan di tengah situasi pandemi Covid-19 yang masih mendera bangsa, MRT Jakarta melakukan transformasi. Transformasi adalah keniscayaan dan merupakan respons MRT Jakarta untuk bertahan, bangkit, dan terus bertumbuh secara berkelanjutan. Transformasi dilakukan dengan melakukan berbagai inovasi secara berkolaborasi.

Gerakan Transformasi MRT Jakarta dicanangkan dengan sebutan Triple Axis Transformation (3X Transformation) atau Transformasi Tiga Poros.

Poros Pertama adalah memperkuat peran yang telah dimainkan oleh MRT Jakarta selama ini sebagai "Network Provider" atau "Penyedia Jaringan" dalam bentuk Bangun, Operasikan, dan Kembangkan (BOK). MRT Jakarta terus mengembangkan jaringannya dari Fase 1 Utara-Selatan sepanjang 16 km menuju ke Fase 2, Fase 3, dan fase-fase selanjutnya, hingga diharapkan menjadi 235 km pada tahun 2035.

Poros Kedua adalah MRT Jakarta berkembang menjadi "Urban Platformer" atau "Beranda Digital Perkotaan". Revolusi Industri 4.0 yang diakselerasi dengan pandemi Covid-19 telah mengubah secara mendadak pola interaksi dan mobilitas manusia menjadi lebih banyak mengandalkan interaksi digital. MRT Jakarta pun melakukan transformasi digital yang bertujuan memanfaatkan teknologi digital dalam melakukan pengelolaan korporasi maupun dalam peningkatan pelayanan kepada publik.

MRT Jakarta mendorong pengembangan ekosistem digital pada jalur-jalur layanan MRT Jakarta lewat kolaborasi dengan berbagai komunitas digital. Hal ini dilakukan pada seluruh dimensi gaya hidup perkotaan. Kerjasama dengan berbagai start-up didorong lewat program MRTJ Accelerator maupun MRTJ Incubator.

Poros Ketiga adalah transformasi MRT Jakarta menjadi "City Regenerator" atau "Regenerator Kota". Pemerintah DKI Jakarta mendorong kebijakan Urban Regenerator, dimana Jakarta berubah dari kota yang selama ini dijejali dengan transportasi pribadi menjadi kota yang berorientasi transit (transit-oriented development-TOD), yang pengembangan kotanya bertumpu pada simpul-simpul transportasi publik seperti MRT, LRT, maupun BRT.

MRT Jakarta saat ini telah mendapatkan kepercayaan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menjadi Pengelola Kawasan Berorientasi Transit (TOD) pada 5 (lima) kawasan sepanjang jalur MRT dari Lebak Bulus ke Bundaran HI. Sebagai pengelola kawasan, MRT Jakarta berkolaborasi dengan pemilik lahan dan bangunan maupun dengan masyarakat yang berada di kawasan stasiun untuk membangun dan menciptakan kawasan kota modern yang berkelanjutan di area stasiun-stasiun MRT.

Inisiatif ini akan mendorong perubahan Jakarta menjadi kota modern yang ramah lingkungan dengan dukungan transportasi publik yang terintegrasi dan andal.

Perjuangan masih panjang. Momen peringatan ulang tahun MRT Jakarta yang ke-13 ini kiranya dapat menjadi momentum untuk berefleksi terhadap hal-hal yang telah terwujud di waktu yang lalu hingga hari ini, lalu mengambil pembelajaran, untuk melaksanakan rencana dan aksi yang terbaik bagi Jakarta yang lebih baik ke depan.

Atas nama MRT Jakarta, kami mengucapkan terima kasih kepada semua pemangku kepentingan diantaranya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Pemerintah Pusat, para mitra dan teman MRT serta segenap masyarakat yang telah memberikan dukungan dan perhatiannya kepada MRT Jakarta.

Mari terus berkolaborasi untuk membangun Jakarta dan Indonesia yang lebih baik dan berkelanjutan.

William Sabandar Direktur Utama MRT Jakarta

(mmu/mmu)