Kolom

Mempertimbangkan "Game" untuk Ikatan Sosial

David Yin - detikNews
Selasa, 15 Jun 2021 14:56 WIB
Teknologi HTML5 memampukan pengguna untuk memainkan game di browser web
Jakarta -

Pada awal Mei, Presiden Joko Widodo mengunggah sebuah komik digital pendek di akun Instragram-nya, yang memperlihatkan dua tokoh tengah berdiskusi tentang mudik.Kedua tokoh tersebut pun akhirnya memutuskan untuk tidak pulang ke kampung halamannya untuk meminimalisasi penyebaran COVID-19 dan menjaga keamanan keluarga mereka. Untuk menghabiskan liburan yang panjang, kedua tokoh tersebut memutuskan untuk bermain game online bersama sambil berharap agar pandemi ini segera berakhir.

Saya rasa, banyak di antara kita yang memiliki pemikiran dan harapan yang serupa dengan kedua tokoh tersebut. Kebanyakan dari anggota keluarga saya tinggal di Australia, sehingga saya pun dapat memahami perasaan kedua tokoh tersebut: Merindukan keluarga dan pada saat yang sama, khawatir apabila mereka terkena COVID-19 di tengah perjalanan, dan menularkannya pada orang yang mereka cintai.

Tetapi seperti kedua tokoh tersebut, kebanyakan di antara kita pun mulai kehabisan ide tentang apa yang harus kita lakukan saat liburan panjang atau saat kita mengambil cuti kerja. Bepergian ke luar negeri tidaklah lagi menjadi pilihan, dan beberapa di antara kita mulai kehilangan minat untuk menekuni hobi yang kita mulai lakukan pada awal masa pandemi ini.

Sebagai ayah dari tiga orang anak yang masih kecil, saya pun dapat mengerti tantangan yang dihadapi para orangtua dalam hal menyeimbangkan kehidupan kerja dan keluarga mereka, apalagi mencari waktu khusus (me-time) untuk bersantai.

Saya bersyukur memiliki seorang istri yang mendukung karier saya sebagai CEO di sebuah start-up yang tengah berkembang pesat. Namun, saya pun merasa bahwa masing-masing di antara kita dapat berperan untuk menemukan solusi bagi miliaran orang di luar sana yang tengah terjebak di rumah mereka atau kehabisan ide untuk menghabiskan liburan mereka.

Posting-an Pak Jokowi pun mengingatkan saya bahwa industri gaming dapat mengambil peran dan menjawab tantangan ini dengan cara membuat game menjadi lebih inklusif dan sosial.

Membangun Ikatan

Memiliki hobi yang sama dengan seorang anak yang masih kecil mungkin terdengar seperti sebuah utopia. Tetapi, kenyataannya hal ini mungkin terjadi, mengingat adanya game di luar sana yang bisa menghibur banyak orang dengan berbagai usia. Game ini disebut game hiper-kasual.

Singkatnya, jenis game ini mencakup Candy Crush yang mudah untuk dimainkan. Game hiper-kasual sangat mudah untuk dimengerti, sehingga para pemainnya tidak perlu membaca instruksi untuk memainkannya dan orang-orang dari berbagai generasi dapat ikut memainkannya. Game hiper-kasual pun cocok untuk orang yang sibuk karena hanya membutuhkan waktu yang singkat dan para pemainnya tidak akan 'dihukum' dan kalah dalam sebuah permainan apabila mereka tidak memainkannya dalam kurun waktu tertentu.

Bagi orangtua yang bekerja seperti saya, jenis game ini sangatlah berguna karena saya bisa memainkannya bersama dengan anak-anak saya dan berkompetisi dengan mereka untuk mencapai skor tertinggi.

Tetapi, ketika banyak di antara kita beruntung untuk dapat mengakses game yang menarik dengan mudah melalui ponsel pintar kita, ada jutaan orang di negara berkembang yang belum dapat memainkan game seperti Fruit Ninja yang tumbuh bersama dengan kita.

Hal ini pun menyadarkan saya bahwa masih ada PR yang harus kita bereskan.

Game Instan

Jutaan orang di negara berkembang masih menggunakan ponsel fitur pintar dengan memori yang terbatas dan beberapa orang hanya dapat mengakses internet melalui komputer mereka. Hal ini menghadirkan tantangan bagi mereka untuk memainkan game berkualitas, seperti game populer yang dapat kita unduh di Google Play Store atau Apple App Store.

Kabar baiknya, ada teknologi yang memungkinkan kita untuk membawa game berkualitas ke daerah ini, yaitu "HTML 5". Teknologi ini memungkinkan pengembang dan penerbit game untuk menciptakan bentuk game instan daripada game seluler mereka. Game instan adalah sebuah format memungkinkan pengguna untuk memainkan game tanpa mengunduh aplikasi tertentu --mereka dapat memainkan game dengan mudah melalui browser web.

Sayangnya, game instan seringkali memiliki elemen sosial yang terbatas. Pengguna tidak dapat menunjukkan skor mereka kepada teman-teman mereka dengan mudah dan motivasi mereka untuk bermain pun akan redup seiring dengan berjalannya waktu.

Yang membuat game menyenangkan adalah ketika pemain dapat memainkannya bersama, seperti bagaimana saya menantang anak sulung saya yang berusia enam tahun untuk membalap skor saya di sebuah game seluler. (Sekalipun saya cukup menyesal untuk melakukannya karena ia mengalahkan skor saya dengan mudah dalam hitungan menit).

Tentunya, sebagai seorang ayah dari anak yang masih kecil, saya memahami bahwasanya meskipun game seluler dapat membangun ikatan antara saya dan anak saya, memastikan bahwa mereka memainkan game yang sesuai dengan umur mereka dan dalam batas yang wajar merupakan prioritas utama saya.

Saya pribadi melakukannya dengan cara membuat peraturan tertentu, misalnya hanya mengizinkan anak-anak saya untuk bermain game edukatif seperti puzzle dan permainan teka-teki pada akhir pekan, begitu pula memonitor dan memberlakukan peraturan tersebut secara konsisten.

Langkah Berikutnya

Kita merindukan interaksi dengan orang terdekat kita dan bertemu dengan mereka secara fisik. Tetapi, penting bagi kita untuk mengingat bahwa kita juga mengemban tanggung jawab sebagai warga negara dan kita pun dapat mengambil peran untuk meminimalisasi penyebaran COVID-19.

Di tengah situasi yang tidak menentu, industri game dapat mengambil peran untuk membangun dan menguatkan ikatan antara banyak orang selama masa pandemi. Hal ini dapat dilakukan melalui berbagai macam inisiatif seperti memungkinkan pemain untuk membagikan skor mereka dengan teman-teman mereka, menghadirkan leaderboard di dalam game yang mereka ciptakan agar pemain dapat berkompetisi dengan temannya, dan menciptakan turnamen e-sports mini dengan hadiah yang dapat dimenangkan.

Saya pun teringat akan pentingnya bagi para orangtua untuk membangun ikatan yang lebih erat dengan anak-anaknya. Dari pengalaman pribadi, saya rasa bermain game hiper-kasual adalah salah satu pilihan yang dapat dipertimbangkan. Lebih baik lagi, Anda mungkin dapat menciptakan game baru untuk jutaan orang dan memungkinkan mereka untuk bersantai bersama.

David Yin CEO Storms, gaming start-up asal Singapura yang diinvestasikan oleh Singtel, AIS, SK Telecom, dan EDB New Ventures

(mmu/mmu)