Batik Punya Siapa?
Bagikan opini, gagasan, atau sudut pandang Anda mengenai isu-isu terkini
Kirim Tulisan

Batik Punya Siapa?

Minggu, 12 Mar 2006 22:40 WIB
Catatan: Tulisan ini merupakan opini pribadi penulis dan tidak mencerminkan pandangan Redaksi detik.com
Jakarta - Sebagai orang Indonesia, dan khususnya Jawa, yang sedang berada di Malaysia, sampai saat ini saya masih bingung ketika menjumpai pakaian (semacam) batik, yang memang diberi nama “batik” dan diklaim merupakan identitas dan warisan budaya Malaysia.Beberapa kali saya melihat di TV Malaysia mode show batik di sela-sela acara kenegaraan/pertemuan internasional di Malaysia di mana pembawa acaranya selalu mengatakan “Batik Crafted for the World, the cultural heritage of Malaysia…!” Dan para peragawan dan peragawatinya dengan senyum penuh keyakinan membawakan busana yang berwarna terang berderang dengan motif yang agak irit itu. Siapa yang ndak bingung?Karena penasaran, dengan semangat 45 saya cari info sebanyak-banyaknya soal batik Malaysia ini. Saya temukan bahwa Jabatan Perkhidmatan Awam (semacam kantor Menpan) Malaysia pun mengeluarkan edaran tanggal 9 Nopember 2004 yang mewajibkan pemakaian batik oleh pegawai negerinya ketika bekerja pada hari Sabtu. Pada butir no. 2 edaran yang ditandatangani oleh Sekjen Jabatan itu dikatakan: “Pemakaian batik oleh pegawai awam (negeri) dijangka akan meningkatkan dan mengembangkan perusahaan batik tempatan. Keputusan ini selaras dengan kedudukan batik sebagai identiti Malaysia”. Tuh.. kan?Eh.. saya menemukan juga, bahwa sejak 2003 Malaysia mencanangkan gerakan “Malaysia Batik, Crafted for the World” dimana salah tujuan dari gerakan itu adalah “to reinforce batik as an inherent part of Malaysian identity and personality”. Tuh.. kan?Keyakinan saya mengatakan bahwa batik itu Jawa atau Indonesia. Ini ada sebuah negeri mengaku batik sebagai identitasnya. Bagaimana Malaysia sampai pada keyakinan seperti itu? Yang mungkin juga sama yakinnya dengan saya? Saya kemudian menyalurkan rasa disorientasi saya itu dengan berselancar di dunia maya. Saya tahu di Jalan Conlay Kuala Lumpur ada Pusat Kraft Tangan (Kerajinan) yang selalu memamerkan batik. Banyak info pasti akan saya peroleh. Tapi dengan rasa gundah dan bingung pasti penjaga pusat kerajinan itu akan menangkap wajah aneh saya. Jadi saya malas ke sana.Dari berbagai website tentang batik Malaysia yang dibuat oleh orang Malaysia, ada yang agak samar menjelaskan asal usul batik begini: “The origin of batik production in Malaysia is not easy to trace. However, it is known for certain that the Javanese influenced Malay batik-making technically as well as in the development of designs”. Jadi dapat diartikan bahwa batik itu bisa jadi asalnya dari Malaysia, hanya teknik dan desainnya diperngaruhi oleh orang Jawa. Jadi bukan berasal dari Jawa!Ada lagi yang menyatakan bahwa: “Long before this production got started batik especially from java, was known and used in the area that is now Malaysia”. Jadi batik asalnya memang dari Malaysia bung! Soalnya sudah ada lebih dulu di sini!Dan nyatanya batik memang sangat berkembang di Malaysia khususnya di Kelantan dan Penang. Kelantan bahkan dinilai sebagai “the true home of batik”. Orang Malaysia dengan bangga menyatakan bahwa batik Malaysia adalah terbaik di dunia. Yang penting adalah dukungan sangat kuat dari Pemerintahnya. Setelah kemerdekaan Malaysia, pemerintah Malaysia bersungguh-sungguh memperkuat pembangunan ekonomi khususnya di kalangan Melayu dan ini ditunjang melalui Dasar (Kebijakan) Ekonomi Baru yang diluncurkan tahun 1971. Kebijakan ini sangat membantu pengembangan batik karena pemerintah membantu pengembangan kewiraswastaan Melayu. MARA Institute Techonology mendidik banyak seniman yang mendalami seni membatik, sedangkan untuk pemasarannya Pemerintah Malaysia mendirikan organisasi “Karyaneka” di semua negara bagian untuk mendukung usahawan batik Malaysia yang kebanyakan merupakan usaha keluarga dalam skala kecil dan menengah.Dukungan pemerintah itu bermakna pula perlindungan terhadap batik Malaysia. Kembali pada edaran Jabatan perkhdimatan Awan di atas, dalam butir no.4 dikatakan: “Perlu ditegaskan bahawa pakaian batik yang dimaksudkan ialah batik buatan Malaysia”. Ini karena di Malaysia juga banyak yang memakai batik Indonesia yang berbeda dengan batik Malaysia. Mau tahu, seperti apa batik Malaysia? Bayangkan saja Anwar Fuadi dengan baju Versace-nya yang terang benderang namun irit motif!Dengan keseriusan promosi dan dukungan pemerintah batik Malaysia makin lama makin dikenal oleh dunia. Pemerintah Malaysia sangat cerdik memanfaatkan berbagai kesempatan internasional untuk mempromosikan batiknya. Bagaimana dengan kita? Siapa yang bisa menjawab kebingungan saya soal asal-usul batik? Apakah kita setuju dengan klaim Malaysia bahwa batik adalah identitas mereka? Keterangan Penulis:Hisyam MD, pengamat masalah internasional tinggal di Kuala Lumpur, Malaysia (/)


Berita Terkait