Kolom

Misi Mulia "Skincare" Non BPOM

Mahdiya Az Zahra - detikNews
Kamis, 25 Mar 2021 14:03 WIB
skincare dan makeup lokal
Foto ilustrasi: Instagram
Jakarta - Beberapa bulan ini banyak kejadian penggerebekan produsen skincare non BPOM. Skincare yang beredar di masyarakat memang harus terdaftar di BPOM untuk keamanan masyarakat. Jangankan yang non BPOM, produsen besar yang sudah terdaftar di BPOM saja pernah ketahuan menggunakan bahan berbahaya, yakni merkuri. Jika mereka saja masih bisa melakukannya, apalagi yang tidak terdaftar di BPOM?

Namun, percayalah, mereka adalah oknum dari banyaknya produsen skincare yang ingin masyarakat sehat. Akibat dari adanya oknum ini, semua produsen skincare terkena imbasnya, bahkan yang aman sekalipun. Di antara yang terkena imbasnya adalah produsen skincare natural.

Tujuan Mulia

Skincare natural adalah produk perawatan tubuh yang bahannya terbuat dari bahan natural identikal dan ekstrak tanaman. Bahan-bahan ini aman dan ramah bagi tubuh karena tidak mengandung bahan sintetis yang bisa membahayakan tubuh. Tak hanya bagi tubuh, skincare natural juga aman bagi lingkungan; limbah yang dihasilkan akan dengan mudah terurai di alam.

Mereka memiliki misi mulia, ingin mengajak masyarakat hidup sehat dan menjaga lingkungan bersama. Mereka bukan tidak mau mendaftarkan produknya, namun belum sanggup mendaftarkan produknya di BPOM. Alasannya tak lain karena dana. Untuk bisa mendaftarkan produk, produsen harus memiliki pabrik.

Biaya pembangunan dan instalasi pabrik tidaklah sedikit. Lalu kalau sudah mendirikan pabrik dan sudah terdaftar di BPOM, mereka harus memasarkannya. Sedangkan marketing sendiri akan menguras biaya yang tidak sedikit. Tentu hal ini tidak dialami perusahaan besar.

Perusahaan besar yang sudah memiliki pabrik biasanya langsung memasarkannya lewat iklan di mana-mana, promo besar-besaran, dan sebagainya. Mereka memiliki modal yang tidak sedikit, dan akan mengeluarkan dana sebanyak-banyaknya ketika launching produk baru.

Jika begini, apa kabar produsen kecil yang untuk membuat pabrik saja kesulitan? Yang untuk membeli bahan saja masih harus menabung. Perlu diketahui bahwa harga bahan baku skincare natural tidak murah. Hal ini tentu karena mereka menggunakan bahan-bahan yang berasal dari alam --ketersediaan alam juga terbatas dan harus diperbarui terus menerus.

Maka yang bisa mereka upayakan adalah berjualan dahulu, mengenalkan produk mereka, lalu sambil perlahan menabung untuk membuat pabrik dan mengurus perizinan. Namun dengan adanya penggerebekan, mereka terpaksa tutup toko. Tak punya penghasilan, sementara mereka juga harus menyiapkan uang untuk mengurus perizinan. Miris sekali, padahal tujuan mereka sangat mulia.

Mengedukasi Konsumen

Saya jadi ingat ketika saya mulai beralih ke produk natural. Berawal ketika saya sedang mencari sabun yang cocok untuk anak saya. Anak saya memiliki kulit yang senstitif. Kulitnya bisa dengan mudah iritasi termasuk jika terkena pipisnya sendiri. Nah, suatu ketika kulitnya berbintik merah seluruh badan. Saya bingung penyebabnya apa, sampai suatu hari saya berpikir untuk mengganti sabunnya.

Setelah mencari informasi, saya putuskan untuk membeli sabun natural. Sabun yang berbahan natural identikal dan ekstrak tumbuhan. Dan benar, bintik merahnya perlahan menghilang. Sejak saat itu saya beralih ke produk natural. Nah, saya membeli produk ini dari produsen sabun natural, belum terdaftar di BPOM saat itu. Tapi produsennya menjelaskan bahan-bahannya, dan juga menjelaskan bahan apa saja yang berbahaya bagi tubuh.

Karena produsennya sangat transparan dan ingin mengedukasi konsumen, saya jadi yakin menggunakan produk tersebut. Terbukti, tak ada keluhan apa pun dari anak saya. Namun sekarang mereka sudah tutup karena banyaknya kasus penggerebekan. Saya sendiri tak tahu harus membeli skincare di mana.

Sejak saya beralih ke produk natural, saya juga membeli sampo, krim untuk anak, dan skincare. Kasus penggerebekan ini tak hanya merugikan produsen skincare natural, tetapi juga konsumen skincare natural.

Mereka sebenarnya hanya korban dari oknum produsen skincare abal-abal yang hanya ingin cuan. Beberapa produsen skincare natural bahkan menyumbangkan skincare untuk anak-anak survivor kanker. Kita semua tahu bahwa survivor kanker sangat rentan sehingga produk natural sangat cocok untuk mereka.

Tak hanya itu, skincare natural juga aman bagi ibu hamil, ibu menyusui, juga orang-orang yang memiliki penyakit tertentu. Selain itu skincare natural juga mudah terurai di alam. Dengan kata lain, produsen skincare natural ikut menjaga dan menyelamatkan bumi --limbahnya tidak merusak alam.

Sebenarnya ketika saya mencari tahu alasan-alasan mereka membuat skincare tersebut adalah karena penyakit mereka atau anak mereka. Banyak yang anaknya tidak cocok dengan sabun yang ada di pasaran, akhirnya membuat sabun natural. Dan karena cocok bagi anaknya, maka ia ingin juga membantu orangtua lain yang memiliki masalah yang sama dengan memproduksi sabun.

Jadi sebenarnya alasan mereka berawal dari ketulusan mencari tahu produk terbaik bagi anaknya, bukan untuk mencari uang sebanyak-banyaknya.

Regulasi Khusus

Kesadaran tentang lingkungan memang masih sangat minim. Banyak pabrik yang limbahnya berdampak ke masyarakat karena tidak diolah dengan benar. Tapi mereka dengan tegaknya masih berdiri. Sedangkan produsen skincare natural yang tidak memberikan dampak buruk bagi lingkungan malah tersendat perkembangannya.

Mereka juga ingin menjadi legal dan terdaftar di BPOM, namun membuat pabrik tidak semudah itu. Mereka memulai segalanya dari nol, dan menabung perlahan. Kita tahu sendiri bahan baku pembuatan skincare natural itu tidak murah, sehingga harga produk pun tidak selalu terjangkau bagi semua kalangan. Artinya, penjualan mereka tidak bisa sebanyak produsen skincare non natural yang harganya cenderung murah.

Jika kasusnya seperti ini, apakah pemerintah tidak tergerak hatinya untuk membuat regulasi khusus bagi produsen skincare natural yang masih merintis? Regulasinya bisa berupa melampirkan bukti cek laboratorium bahwa bahan berbahaya tidak terdapat dalam skincare yang dibuat. Produksi tak harus di pabrik, namun tidak membahayakan penghuni rumah dan penduduk sekitar.

Mahdiya Az Zahra skincare natural enthusiast

(mmu/mmu)