Kolom

Jatim Tertinggi Vaksinasi Covid, Apa Rahasianya?

I Gede Alfian Septamiarsa - detikNews
Rabu, 24 Mar 2021 13:09 WIB
Presiden Jokowi meninjau vaksinasi di Pendopo Sidoarjo (Foto: Biro Pers Setpres)
Jakarta - Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) terus melakukan percepatan dan perluasan jangkauan program vaksinasi Covid-19. Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa beserta jajarannya di pemprov berkomitmen memprioritaskan vaksinasi sebagai salah satu intervensi dalam menekan penyebaran Covid-19. Targetnya akan menuntaskan vaksinasi dalam satu tahun.

Berdasarkan laman birohumas.jatimprov.go.id, Gubernur Khofifah menjelaskan bahwa memaksimalkan vaksinasi sebagai salah satu intervensi untuk membentuk kekebalan komunitas menurunkan kasus COVID-19 di Jatim. Hal tersebut membuat Jatim menjadi provinsi yang tertinggi melakukan vaksinasi di Indonesia.

Berdasarkan data yang dilaporkan oleh Kementerian Kesehatan, per 19 Maret capaian vaksinasi Jatim berada di urutan tertinggi di Indonesia dengan total 1.334.173 orang. Kemudian berturut-turut diikuti oleh Jawa Tengah 1.143.782 orang, Jawa Barat 952.929 orang, DKI Jakarta 928.203 orang.

Sebelumnya data per 17 Maret capaian vaksinasi Jatim juga berada di urutan tertinggi di Indonesia dengan total 1.176.136 orang. Kemudian berturut-turut diikuti oleh Jawa Tengah 1.020.588, Jawa Barat 780.990, DKI Jakarta 781.716

Terkait penerimaan vaksinasi, sebanyak 914.200 dosis vaksin Covid-19 tahap dua termin pertama untuk 38 kabupaten/kota di Provinsi Jatim mulai didistribusikan. Proses distribusi ini dilakukan dalam dua hari yakni Senin-Selasa (22-23 Februari).

Pendistribusian tersebut dimulai Senin (22/2) untuk beberapa daerah seperti Surabaya, Bangkalan, Sampang, Pamekasan, Sumenep, Kab/Kota Mojokerto, Kab/Kota Kediri, Kab. Trenggalek, dan beberapa daerah lain. Selanjutnya pendistribusian dilanjutkan pada Selasa (23/2) untuk beberapa kabupaten/kota lain termasuk Kab. Pacitan dan Kab. Banyuwangi.

Sebanyak 914.200 vaksin Sinovac yang didistribusikan tersebut digunakan untuk dua kali vaksin, yakni dosis pertama dan kedua. Sehingga, dari total vaksin yang didistribusikan tersebut, jumlah sasaran penerima vaksin pada tahap dua termin pertama sekitar 460 ribu orang.

Sementara untuk tahap pertama, Pemprov Jatim memperoleh vaksin sebanyak 77.760 dosis vaksin yang ditujukan bagi SDM Kesehatan.

Kunci Sukses

Tingginya capaian pelaksanaan vaksinasi di Jatim ini memiliki kunci suksesnya tersendiri. Pemprov Jatim bekerja sama dengan pemerintah kabupaten/kota menyisir lapisan masyarakat yang diprioritaskan. Untuk saat ini, mereka yang didahulukan adalah orang-orang yang berisiko tinggi seperti tenaga kesehatan, lanjut usia, ataupun sektor pelayanan publik.

Jatim juga memasukkan TNI dan Polri menjadi kelompok prioritas kedua penerima vaksinasi Covid-19. Mereka bersama dengan pemberi pelayanan publik lain, seperti jurnalis, pedagang pasar, marbot masjid, takmir masjid, dan lain sebagainya.

Guna mendukung pelaksanaan vaksinasi di Jatim, pemprov telah menyiapkan sebanyak 2.404 vaksinator dan 1.860 unit cold storage untuk menyimpan vaksin. Selain itu, terdapat 8.601 carrier atau pembawa vaksin di seluruh daerah di Jatim.

Selain itu, sinergi pemerintah pusat dan daerah (provinsi hingga kabupaten/kota) juga terus dilakukan. Terlihat dari kunjungan petinggi-petinggi dari pemerintah pusat. Mulai dari Menteri Kesehatan, Panglima TNI, Kapolri, hingga Presiden Joko Widodo turut hadir menyaksikan sekaligus memantau pelaksanaan vaksinasi di Jatim.

Pada 27 Februari, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin meninjau pelaksanaan vaksinasi di Surabaya dan melakukan Rapat Koordinasi dengan Gubernur Khofifah. Menkes Budi mengapresiasi kolaborasi Gubernur Khofifah bersama Pemkot Surabaya yang telah berhasil mengumpulkan para lansia di Surabaya untuk divaksinasi. Sehingga hal tersebut diharapkan bisa menjadi contoh bagi daerah lain.

Pada 17 Maret, Gubernur Khofifah mendampingi kunjungan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto meninjau pelaksanaan vaksinasi Covid-19 terhadap prajurit TNI di Lapangan Udara Skadron 32 Abdul Rahman Saleh, Malang. Untuk Jatim, target vaksinasi Covid-19 adalah 33.520 prajurit TNI. Dengan rincian Angkatan Darat 9.599 orang, Angkatan Laut 18.895 orang, dan Angkatan Udara 5.026 orang. Sedangkan target untuk prajurit TNI secara keseluruhan sebanyak 125.000 orang.

Menurut penjelasan Kapuspen TNI A. Riad saat itu, pelaksanaan vaksinasi sudah 100% untuk prajurit TNI AD. AL masih berjalan saat ini kurang lebih sekitar 40%, kemudian AU 30%.

Pada 18 Maret, Gubernur Khofifah kembali mendapatkan kunjungan, kali ini dari Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo bersama Panglima TNI untuk meninjau pelaksanaan vaksinasi di Mapolda Jatim. Dalam kunjungannya, Kapolri memberikan apresiasi suksesnya program vaksinasi di Provinsi Jatim; Jatim tertinggi dalam kecepatan vaksinasi dan salah satu terbaik dalam penanganan Covid-19.

Selanjutnya, Presiden Jokowi memberikan dukungan bagi Jatim dengan melakukan peninjauan vaksinasi massal di Pendopo Delta Wibawa Kabupaten Sidoarjo dan Pendopo Kabupaten Jombang, Senin (22/3).

Saat konferensi pers peninjauan vaksinasi di Kabupaten Sidoarjo, Presiden Jokowi mengatakan sempat bertemu dengan MUI Jatim dan para kiai Provinsi Jatim untuk membahas penggunaan vaksin tersebut. Sesuai hasil pertemuan tersebut dikatakan bahwa Jatim siap diberi vaksin Astra Zeneca dan segera digunakan di pondok-pondok pesantren. Sebagai bentuk dukungan, Presiden Jokowi memastikan pemerintah pusat akan segera mendistribusikan vaksin AstraZeneca.

Atas kunjungan Presiden Jokowi di Sidoarjo dan Jombang, Kementerian Kesehatan mengirimkan vaksin Astra Zeneca 45,000 vial (450.000 dosis) dan Sinovac 50,000 vial (500.000 dosis) pada Senin (22/3) malam.

Pada 23 Maret, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin kembali meninjau pelaksanaan vaksinasi, kali ini di Gedung PWNU Jatim.

Perkuatan sinergi dari seluruh pihak akan mendatangkan kesuksesan vaksinasi di Jawa Timur. Jika pelaksanannya sukses, maka dapat semakin meningkatkan kepercayaan masyarakat dan menekan angka kematian akibat Covid-19.

I Gede Alfian Septamiarsa, S.Sos, M.I.Kom Pranata Humas Ahli Pertama Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur

(mmu/mmu)