Kolom

"Renewal, Beyond Recovery"

Taufikurrahman - detikNews
Rabu, 03 Mar 2021 14:58 WIB
Jakarta -

Pak Budi, seorang pemilik warung makan, tengah sibuk bekerja keras memperbaiki warungnya. Dindingnya yang kusam dicat kembali, meja kursi ditata lebih rapi dan menarik. Meskipun pengunjung warungnya lebih sepi karena pandemi, tak menyurutkan niatnya untuk mempercantik warung makannya. Tampaknya Pak Budi berpikir jauh ke depan, alih-alih pasrah bertahan sambil menunggu recovery atau tibanya masa pemulihan ekonomi ketika pandemi mereda, dia selangkah di depan dengan mulai melakukan upaya renewal, bersiap diri dengan cara memperbaharui kondisi warungnya agar lebih menarik dan nyaman, agar ketika pandemi mereda dan recovery ekonomi benar-benar terjadi, bisa memberikan kenyamanan lebih baik bagi pelanggan setianya, dan bahkan bisa menarik perhatian para pelanggan baru untuk datang ke warungnya.

Contoh ilustrasi sederhana di atas menggambarkan jelinya strategi pelaku bisnis yang berkarakter proaktif dan visioner, memiliki visi jauh ke depan. Tak hanya reaktif dan menerapkan strategi defensif dalam menghadapi dampak pandemi, namun juga proaktif dalam memikirkan strategi memenangkan persaingan jauh ke depan. Biasanya, pelaku bisnis dengan karakter seperti inilah yang akan lebih sukses, tak hanya mampu bertahan dalam krisis atau memiliki resilience, namun juga bisa mencuri start untuk berakselerasi, tumbuh lebih cepat ketika nanti pandemi mereda dan recovery ekonomi benar-benar terjadi.

Strategi renewal, beyond recovery seperti ilustrasi di atas bisa dilakukan oleh pelaku usaha mana pun, di bidang bisnis apapun. Misalnya, di sektor transportasi, ketika penumpang lebih sepi karena adanya pembatasan mobilitas masyarakat selama pandemi, mungkin bandara akan lebih sepi, demikian pula stasiun, terminal, dan sebagainya. Dengan pola pikir strategi renewal, beyond recovery, justru mungkin inilah waktu yang tepat untuk berbenah memperbaiki ataupun mempercantik berbagai fasilitas dan sarana, karena semua kegiatan perbaikan tersebut tidak perlu menginterupsi layanan secara signifikan yang biasanya terjadi ketika berbagai perbaikan tersebut dilaksanakan dalam kondisi normal ramai penumpang.

Dengan memperbaiki berbagai fasilitas, sarana, teknologi penunjang, sistem aplikasi, dan sebagainya, ketika misalnya nanti tiba saatnya pandemi mereda dan tidak diperlukan lagi pembatasan mobilitas masyarakat, pelanggan yang datang akan merasakan sesuatu yang berbeda, ada efek wow yang membuat mereka lebih tertarik dan nyaman menikmati layanan. Ini jelas berdampak pada kepuasan dan loyalitas pelanggan yang makin tinggi. Dampaknya akan sangat positif bagi kinerja usaha, karena kepuasan dan loyalitas pelanggan menjadi salah satu kunci untuk bisa memenangkan persaingan.

Tentu saja keberhasilan implementasi strategi renewal, beyond recovery tak hanya cukup visi bisnis yang jauh ke depan, namun juga komitmen yang tinggi dan kemampuan eksekusi yang baik, termasuk kejelian dalam mengelola sumber daya. Karena tentu upaya renewal memerlukan tenaga dan biaya. Dalam situasi krisis ketika cash flow lazimnya menjadi masalah utama, kemampuan dalam melakukan prioritisasi, realokasi biaya, efisiensi, ataupun kejelian memanfaatkan bebagai fasilitas pendanaan tambahan, misalnya berbagai fasilitas kredit murah yang tersedia selama masa pandemi, akan membantu keberhasilan implementasi strategi ini.

Jikapun sumber daya yang dimiliki ternyata tidak mencukupi untuk melakukan pembaharuan dalam skala besar, strategi renewal tetap dapat dilakukan dalam skala kecil namun berdampak besar --small initiative that brings big impact. Dalam contoh ilustrasi Pak Budi di atas, misalnya, perbaikan-perbaikan kecil dan menata ulang tata letak meja kursi di sebuah warung makan bisa saja meningkatkan kenyamanan pelanggan secara signifikan meskipun dengan biaya yang tidak terlalu mahal. Contoh lainnya dalam skala yang berbeda, misalnya, melakukan upgrade atas aplikasi dengan memperbaiki ataupun menambahkan fitur tertentu untuk meningkatkan kenyamanan pelanggan mungkin bisa berdampak signifikan meskipun tidak memerlukan biaya sebesar membangun aplikasi baru.

Jika Anda adalah seorang pelaku usaha yang visioner dan selalu ingin melangkah one step ahead dibanding para pesaing, mungkin Anda perlu mencoba menerapkan strategi renewal, beyond recovery dalam mengantisipasi proses pemulihan ekonomi pascapandemi nanti. Tentu tetap harus disertai dengan manajemen risiko yang baik dan kejelian dalam mengelola sumber daya yang Anda miliki. Selamat mencoba!

(mmu/mmu)