Kolom

Hasil Perjalanan "Mencatat Indonesia"

Dyah Makutaning Dewi - detikNews
Selasa, 02 Feb 2021 10:03 WIB
Sensus Penduduk di Masa Pandemi : Optimis atau Pesimis?
Jakarta -
Perjalanan panjang dalam mencatat Indonesia yang terangkum dalam kegiatan Sensus Penduduk 2020 akhirnya telah rilis. Masih teringat kenangan perjalanan mencatat Indonesia yang tidak mudah ditambah lagi dengan kondisi pandemi Covid-19. Namun, perjuangan tersebut membuahkan hasil sehingga data hasil sensus dapat digunakan dengan sebaik mungkin.

Sensus Penduduk 2020 merupakan sensus penduduk ketujuh yang telah dilaksanakan di Indonesia. Pelaksanaan Sensus Penduduk di Indonesia diadakan setiap 10 tahun sekali dan pelaksanaannya dilaksanakan pada tahun berakhiran 0. Namun, pada 2020 pelaksanaan Sensus Penduduk cukup berbeda dengan tahun sebelumnya. Pelaksanaan Sensus Penduduk 2020 dapat dilakukan secara online maupun offline.

Pelaksanaan Sensus Penduduk secara online mempermudah masyarakat dalam mengisi data kependudukan, terutama bagi masyarakat yang sibuk dan jarang berada di rumah. Hasilnya, Sensus Penduduk 2020 secara online direspons baik oleh masyarakat; sebanyak lebih dari 50 juta penduduk melakukan pengisian data. melalui online.

Selain itu, Sensus Penduduk 2020 menggunakan basis data kependudukan berupa Nomor Kartu Keluarga (KK) dan Nomor Induk Kependudukan (NIK) sehingga dapat mewujudkan satu data dalam hal kependudukan.

Hasil Sensus

Masih teringat sebuah challenge yang menampilkan perbedaan sebuah tahun dengan 10 tahun sebelumnya. Lalu bagaimana dengan hasil Sensus Penduduk 2020, apakah jauh berbeda dengan hasil Sensus Penduduk 2010?

Berdasarkan hasil Sensus Penduduk 2020, pada September 2020 jumlah penduduk di Indonesia sebanyak 270,20 juta jiwa. Angka tersebut mengalami peningkatan dibandingkan dengan hasil Sensus Penduduk 2010. Berdasarkan hasil Sensus Penduduk 2010 jumlah penduduk di Indonesia sebanyak 237,63 juta jiwa.

Jumlah penduduk tertinggi tercatat di Provinsi Jawa Barat dengan jumlah 48,27 juta jiwa, sedangkan jumlah penduduk terendah tercatat di Provinsi Kalimantan Utara dengan jumlah 0,7 juta jiwa. Luas daratan di Indonesia yang mencapai 1,9 juta km2 sehingga kepadatan penduduk di Indonesia mencapai 141 jiwa per km2. Rata-rata laju pertumbuhan penduduk di Indonesia selama periode 2010 hingga 2020 mencapai 1,25 persen.

Angka rata-rata laju pertumbuhan penduduk di Indonesia mengalami penurunan dibandingkan periode 2000 hingga 2010 yang mencapai 1,49 persen. Pada umumnya rata-rata laju pertumbuhan penduduk di Indonesia mengalami penurunan dikarenakan adanya kebijakan pemerintah dalam menekan laju pertumbuhan penduduk melalui program Keluarga Berencana yang telah dilaksanakan sekitar tahun 1980-an.

Kondisi penduduk Indonesia menurut pulau berdasarkan hasil Sensus Penduduk 2020 menunjukkan bahwa sebesar 56,10 persen (151,6 juta jiwa) terkonsentrasi di Pulau Jawa. Selanjutnya di urutan kedua, ketiga, keempat, kelima secara berturut-turut yaitu Pulau Sumatera, Pulau Sulawesi, Pulau Kalimantan, Pulau Bali-Nusa Tenggara, dan Pulau Maluku-Papua.

Selain itu, hasil Sensus Penduduk 2020 dapat menunjukkan kesesuaian domisili saat ini dengan domisili penduduk sesuai Kartu Keluarga (KK). Berdasarkan hasil Sensus Penduduk 2020, sebanyak 91,32 persen atau 246,74 juta penduduk berdomisili sesuai KK dan sebanyak 8,68 persen atau 23,47 juta penduduk berdomisili tidak sesuai dengan KK. Penduduk berdomisili tidak sesuai dengan KK dikarenakan adanya keperluan-keperluan seperti pekerjaan, kuliah, dan sebagainya.

Apabila dilihat berdasarkan jenis kelamin, jumlah penduduk laki-laki berdasarkan hasil Sensus Penduduk 2020 sebesar 50,58 persen (136,66 juta jiwa) dari jumlah penduduk Indonesia. Sedangkan jumlah penduduk perempuan sebesar 49,42 persen (133,54 juta jiwa). Kemudian, rasio jenis kelamin menunjukkan angka 102, artinya adalah terdapat 102 laki-laki untuk setiap 100 perempuan.

Hasil Sensus Penduduk 2020 juga menunjukkan struktur umur penduduk Indonesia didominasi oleh penduduk Milenial (lahir tahun 1981-1996) sebesar 25,87 persen dan Generasi Z (lahir tahun 1997-2012) sebesar 27,94 persen.

Hasil Sensus Penduduk 2020 menunjukkan bahwa pemerintah dan masyarakat mampu mewujudkan data kependudukan yang layak. Berbagai tantangan di dalam pelaksanaan Sensus Penduduk 2020 telah mampu dilalui, seperti adanya pandemi Covid-19 yang belum diketahui kapan berakhirnya, serta telah terjadinya penyesuaian anggaran. Terima kasih Indonesia karena telah bersama-sama dalam "Mencatat Indonesia" dan mensukseskan Sensus Penduduk 2020.

Dyah Makutaning Dewi, S.Tr.Stat alumni Politeknik Statistika STIS Jakarta, magang di Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Tengah

(mmu/mmu)