Pustaka

Memetik Pelajaran dari Pandemi

Dikrilah - detikNews
Sabtu, 09 Jan 2021 15:10 WIB
Jakarta -

Judul Buku: Ten Lessons for a Post-Pandemic World; Penulis: Fareed Zakaria; Penerbit: W. W. Norton Company, Oktober 2020; Tebal: 320 Halaman

Calon Wali Kota Paris petahana, Anne Hidalgo (baca: An Idalgo) mengusulkan rencana yang berani untuk membangun kotanya pasca-pandemi. Program penataan kota yang ia sebut ville du quart d'heure"—kota 15 menit, menjadi janjinya selama masa kampanye kepada masyarakat Paris. Pemilu yang digelar di tengah pandemi ini membuatnya terpilih kembali menjadi wali kota pada periode berikutnya.

Rencana yang ia usung terbilang sederhana, namun revolusioner. Anne Hidalgo akan membangun akses terintegrasi ke seluruh destinasi vital di kota Paris hanya dengan berjalan kaki atau bersepeda. Pusat perbelanjaan, rumah sakit, sekolah, taman kota dan perkantoran bisa dicapai dengan memakan waktu 15 menit saja.

Ide ini menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat Paris di tengah pandemi. Ketika berdesakan di transportasi umum menjadi ancaman, maka kemudahan akses berjalan kaki atau bersepeda menjadi pilihan. Sebelumnya, Wali Kota Hidalgo berhasil mengubah jalan raya di sepanjang Sungai Seine menjadi jalur pesepeda dan pejalan kaki.

Penataan transportasi publik di daerah urban akan menjadi salah satu tren dunia pasca pandemi. Gagasan Anne Hidalgo di atas akan disambut baik di tengah kekhawatiran keharusan menjaga jarak (social distancing).

Berpikir Sebaliknya

Tak ada satu negara pun yang siap berhadapan dengan virus baru bernama Covid-19 ini. Itulah yang diungkapkan Fareed Zakaria, seorang jurnalis dan pemikir global kenamaan. Ia menulis sebuah buku berjudul Ten Lessons for a Post-Pandemic World.

Buku ini memaparkan secara gamblang tentang kondisi dunia pasca pandemi dan bagaimana respons kita terhadap situasi tersebut. Menurut Fareed, guncangan besar apa pun dapat memiliki efek yang beragam. Ketakutan, penolakan, atau adaptasi menjadi pilihannya.

Pada bab awal buku ini, kita akan disajikan fakta-fakta tentang bagaimana kesiapan dunia menghadapi wabah. Fareed mengingatkan bahwa kita diajarkan untuk selalu berpikir besar. Dengan adanya pandemi ini, sebaiknya kita harus mulai belajar untuk berpikir sebaliknya.

Kita terlatih untuk membayangkan ancaman besar yang akan kita hadapi. Setiap negara menghabiskan jutaan dolar membangun kelengkapan persenjataan, menyiapkan diri dari invasi militer pihak lain. Namun tidak dengan kesiapan kita pada mikroba kecil bernama virus Corona.

Tak pernah terbayangkan sebelumnya sebuah virus yang ukurannya tidak lebih 1/10000 dari ukuran titik pada akhir paragraf ini, menyebabkan kerusakan ekonomi, politik, dan sosial terbesar bagi umat manusia sejak Perang Dunia ke-2.

Tidak Siap

Ketidaksiapan negara-negara di dunia berhadapan dengan pandemi Covid-19 telah ditorehkan sejarah. Ketidaksiapan yang bahkan terlihat dari negara superkaya sekalipun.

Fareed Zakaria menyajikan data bagaimana negara kaya seperti Amerika dan Inggris, misalnya, justru menjadi negara paling tidak siap berhadapan dengan virus ini. Hal itu ditunjukkan dengan angka kematian yang begitu tinggi di kedua negara tersebut.

Buku ini memaparkan secara rinci bagaimana hal tersebut bisa terjadi. Begitu pula kunci keberhasilan beberapa negara lain seperti Jerman, Hong Kong, Singapura, dan Taiwan dalam menekan penyebaran virus dan angka kematian juga dijelaskan oleh penulis buku ini.

Hal tersebut tidak lepas dari upaya tata kelola sebuah negara yang oleh Fareed Zakaria dirumuskan menjadi "Sepuluh Pelajaran dari Dunia Pasca Pandemi". Di dalamnya Anda akan menemukan tips dan trik mendetail bagaimana seharusnya kita sebagai individu, dan sebuah negara sebagai entitas berhadapan dengan wabah ini.

Disajikan secara mendalam, disertai dengan data dari riset selama pandemi, buku ini menumbuhkan harapan akan kehidupan kita di masa yang akan datang. Di tengah ketidakpastian apakah masih akan ada pandemi lain yang menghampiri kita kemudian.

(mmu/mmu)