Mimbar Mahasiswa

Jinten Hitam untuk Penanganan Infeksi Corona

Indra Saputra, dkk - detikNews
Rabu, 14 Okt 2020 15:08 WIB
Jinten Hitam
Foto: shutterstock
Jakarta -

Masyarakat Indonesia sudah sejak zaman dahulu kala menggunakan ramuan obat tradisional Indonesia sebagai upaya pemeliharaan kesehatan, pencegahan penyakit, dan perawatan kesehatan. Ramuan tersebut dapat berasal dari tumbuhan, hewan, dan mineral, namun umumnya yang digunakan berasal dari tumbuhan.

Obat tradisional adalah bahan atau ramuan bahan yang berupa bahan tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sediaan sarian (galenik), atau campuran dari bahan tersebut yang secara turun temurun telah digunakan untuk pengobatan, dan dapat diterapkan sesuai dengan norma yang berlaku di masyarakat. (Formularium Obat Herbal Asli Indonesia, 2017).

Penelitian obat herbal yang digunakan untuk menangani infeksi virus, terutama Covid-19 hingga saat ini belum ada yang dapat untuk membunuh corona virus, dan masih dilakukan penelitian lebih lanjut. Obat herbal yang digunakan hanya dapat meningkatkan daya tahan tubuh pasien, mengurangi inflamasi, dan gejala-gejala lainnya yang disebabkan oleh infeksi corona. Adapun obat herbal yang dapat digunakan untuk penanganan infeksi corona adalah jinten hitam.

Jinten hitam dalam penanganan infeksi corona tidak digunakan untuk membunuh virus, tetapi untuk meningkatkan daya tahan tubuh pasien dan mengurangi gejala-gejala yang diakibatkan oleh infeksi tersebut. Untuk dapat mengetahui aktivitas tanaman herbal dalam menangani virus corona, maka diperlukan pengujian lebih lanjut.

Hingga saat ini BPOM mengklaim bahwa belum ada obat herbal yang mampu digunakan untuk membunuh virus corona.

Mekanisme

Kandungan utama yang terdapat dalam jinten hitam adalah thymoquinone. Selain itu, terdapat nigellidine, hederagenin, dan thymohydroquinone (Koshak, 2020). Mekanisme jinten hitam dalam penanganan virus corona adalah sebagai imunomodulator, yaitu meningkatkan respons imun humoral dan juga meningkatkan jumlah serta fungsi sel T killer.

Selain itu, jinten hitam juga berperan dalam mengurangi inflamasi akibat infeksi virus yang dapat menyebabkan paru-paru dan saluran napas meradang. Hal ini membuat aliran udara dan oksigen terhambat. Dengan melonggarkan jalan napas, pasien bisa terhindar dari kematian. Mekanisme jinten hitam dalam mengurangi inflamasi adalah dengan menghambat siklooksigenase dan leukotrien sebagai mediator inflamasi (Mahboubi, 2018).

Kandungan jinten hitam yang dapat berperan sebagai imunomodulator dan mengurangi inflamasi adalah thymoquinone. Pada studi mengenai aktivitas anti-virus jinten hitam (Nigella sativa), diketahui bahwa jinten hitam memiliki aktivitas menghambat infeksi virus HCV (Hepatitis C). Selain itu, jinten hitam juga berperan sebagai imunomodulator dan dapat menurunkan patogenitas virus H292 dan menghambat replikasi virus (Koshak, 2020).

Pada penanganan virus corona, jinten hitam dapat dikombinasi dengan madu. Adapun cara mengonsumsi jinten hitam adalah dengan mencampur 2 gram jinten hitam atau setara dengan 1 sendok teh dengan 1 sendok makan madu murni. Selain itu, jinten hitam dapat dibuat dalam bentuk decocta untuk penggunaan nebulasi.

Cara pembuatan decocta jinten hitam adalah dengan merebus 4-6 gram jinten hitam dalam 200 ml air selama 5 menit. Decocta kemudian disaring sebelum digunakan. Decocta dapat pula diminum langsung.

Jinten hitam berperan dalam menghambat replikasi virus corona, meningkatkan imunitas, melindungi jaringan, dan mengurangi efek anti inflamasi. Sedangkan madu murni berperan dalam mengurangi efek anti inflamasi, melindungi jaringan, dan berpotensi sebagai anti virus (Sayed, 2020).

Fina Fitria Sari, Yared Yehuda, Christian Firnando mahasiswa Sekolah Farmasi ITB

(mmu/mmu)