Kolom

Perantau China-Indonesia yang Jadi Duta Pertukaran Masyarakat

Ariana Xie - detikNews
Selasa, 29 Sep 2020 10:32 WIB
Sino Fintech
Foto: dok. Istimewa
Jakarta -

Du Tianjiang adalah seorang kakek yang berusia 81 tahun adalah orang terkemuka di kecamatan Xinglong, kota Wanning provinsi Hainan, China. Du Tianjiang membuka sebuah restoran namanya Istana di Xinglong, meskipun umurnya sudah 81 tahun tapi nampaknya tetap mantap dan sehat, penuh semangat.

Du Tianjiang dilahirkan di keluarga keturunan Tionghoa di Indonesia, dan bersama sanak keluarganya pulang ke China pada tahun 1960-an. Sepanjang umur hidupnya, Du selalu berupaya demi persahabatan dan pertukaran budaya masyarakat China-Indonesia, dan dihormati sebagai Duta Pertukaran Masyarakat China-Indonesia.

Sejak tahun 1950-an, sejumlah besar perantau Tionghoa dari berbagai negara dan daerah turut kembali ke China. April tahun 1960, Du Tianjiang yang berusia 21 tahun saat itu bersama keluarganya kembali ke China, dan kemudian menginap di Yingde, pronvinsi Guangdong.

Dua tahun kemudian, Du Tianjiang ditugaskan untuk belajar di sekolah pertanian perantau Tionghoa di Xinglong, pulau Hainan, dengan demikian telah memulai kehidupannya sepanjang 50 tahun lebih di Xinglong. Beliau turut ditugaskan sebagai guru dan kepala sekolah, dan menjabat sebagai ketua perhimpunan buruh di perkebunan pertanian perantau Tionghoa Xinglong. Setelah pensiun, beliau pula mengorganisir perhimpunan perantau Tionghoa Indonesia Xinglong.

Sino FintechSino Fintech Foto: dok. Istimewa

Puluhan tahun lalu, sejumlah besar perantau Tionghoa yang pulang dari Indonesia, Malaysia, Vietnam turut menginap di Xinglong, dengan demikian perkebunan pertanian perantau Tionghoa Xinglong wajarlah membentuk sebuah komunitas perantau Tionghoa yang kembali ke China dengan pengintegrasian budaya mancanegara dan bangsa serta membentuk budaya perantau Tionghoa yang unik dan beraneka ragam di kawasan Xinglong.

Du Tianjiang yang dibawa dewasa di Indonesia selalu menganggap Indonesia sebagai kampung halaman kedua bagi dia, dan dia masih punya sejumlah besar sanak keluarga dan teman-teman di sana, meskipun sudah kembali ke China, tapi koneksi emosional tetap kokoh.

Sejak reformasi dan keterbukaan Tiongkok pada tahun 1978, hubungan China-Indonesia semakin erat. Untuk mengembangkan budaya berciri khas perantau Tionghoa di perkebunan Xinglong, Du Tianjiang dirinya memimpin organisasi tim Kesenian, dan mengembangkan keahliannya di berbagai tempat, mengundang guru mengajar lagu dan tari Asia Tenggara, dan sempat meletakkan dasar kokoh bagi pertukaran budaya masyarakat China-Indonesia.

Selama masa jabatannya sebagai wakil kepala perkebunan pertanian di Xinglong, Du Tianjiang turut menyelenggarakan beberapa sesi kuliah bahasa Indonesia, demi membina keahlian bahasa Indonesia kepada usaha pariwisata perkebunan dan kecamatan Xinglong, sementara juga membantu perantau Tionghoa melakukan komunikasi dengan sanak keluarganya di Indonesia.

Selain itu, Du Tianjiang masih mendorong Akademi Bahasa-bahasa Asing Luoyang dan Akademi Bahasa-bahasa Asing Wenchang Hainan mengirim mahasiswa-mahasiswi jurusan bahasa Indonesia melakukan prakteknya di Xinglong.

Tahun 1999, Du Tianjiang resmi pensiun. Dia telah mengorganisir perhimpunan kaum perantau Tionghoa Indonesia Xinglong Hainan, dan pernah memimpin rombongan kesenian berkunjung ke Indonesia. Ia juga sempat melakukan pertukaran budaya dan seni dengan kalangan keturunan Tionghoa di Indonesia yang disambut hangat oleh berbagai kalangan masyarakat Indonesia.

Dengan bantuan giat Du, berbagai lembaga atau rombongan perantau Tionghoa Indonesia yang asal seluruh negeri turut berkunjung ke "Desa Bali" di Xinglong, dalam rangka menyelenggarakan kegiatan pertukaran budaya dan seni, membangun jembatan persahabatan.

Sino FintechSino Fintech Foto: dok. Istimewa

Pengupayaan Du Tianjiaing yang selama puluhan tahun lalu telah memainkan peranan positif kepada pergaulan bersahabat dan pertukaran budaya antar masyarakat Chinda-Indonesia, Asosiasi Perantau Tionghoa RRT juga menganugerahkan surat kehormatan Layanan 30 Tahun Kepada Perantau Tionghoa.

Sementara itu Kedubes RI untuk China pun sering mengirim rombongan datang berkunjung ke Xinglong dan sempat memberi dukungan kepada kegiatan terkait perantau Tionghoa Indonesia.

Du Tianjiang bersama istrinya membuka sebuah restoran ciri khas Indonesia, Resto Istana. Pada waktu luang, ia kadang-kadang mengajak beberapa teman perantau Tionghoa-Indonesia duduk bersama menikmati kopi. Harapannya ialah hubungan China-Indonesia dapat terus membaik dan bersahabat turun-temurun.

Oleh: Ariana Xie, Jurnalis China Media Group

(prf/ega)