Alam Semesta Berubah Menjadi Lebih Baik

Ishadi SK - detikNews
Selasa, 30 Jun 2020 09:15 WIB
ishadi sk
Ishadi SK
Jakarta -

Covid-19 menghantui seluruh dunia. Ada 213 negara yang terkena imbasnya. Sejauh ini sudah ada 1 juta orang yang tewas karena serangan corona. Sebagai perbandingan, selama Perang Dunia I yang tewas 130.000 orang sementara di Perang Dunia II 700.000 orang.

Covid-19 terus menerus menimbulkan korban. Berdasarkan penelitian John Hopkins University New York tanggal 29 april 2020, penduduk dunia yang terinfeksi positif berjumlah 3,14 juta jiwa, sementara 217.094 orang meninggal dunia. Di Amerika Serikat saja terdapat 1.012.582 orang terkena virus corona, sementara korban meninggal mencapai 50.355 jiwa.

Hari ini hanya dalam kurun waktu 60 hari setelah 29 April 2020, di seluruh dunia korban jiwa meningkat tajam mencapai 10.105.045 jiwa dinyatakan positif corona dan 500.882 meninggal dunia.

Sementara itu setelah lockdown, di Italia, air terlihat jernih di kanal-kanal Venesia, setelah ribuan perahu berhenti berlayar. Inggris sejak perintah lockdown berlaku 23 Maret 2020, kualitas udaranya meningkat secara exponential. Tingkat nitrogen dioksida turun dramatis, mencapai 60% di beberapa tempat. BBC melaporkan polusi udara turun hingga separuhnya.

The Guardian, koran prestigius di Inggris memberitakan polusi partikel kecil mengalami penurunan terbesar di London, Birmingham, Bristol, Cardiff, Manchester, York, Belfast, Glasgow dan New Castle, suatu pertanda alam telah berubah menjadi jauh lebih baik.

Di Amerika Serikat, polusi juga berkurang signifikan. Curbed, media real estate terbesar melaporkan, Los Angeles memiliki udara bersih terpanjang sejak 1980. Peta "Descartes Labs" menunjukkan bahwa kualitas udara meningkat tinggi di kota-kota lainnya. Di Asia penduduk di sekitar India Utara untuk pertama kalinya dalam 30 tahun bisa melihat puncak Pegunungan Himalaya yang berselimut es dari jarak 200 km jauhnya.

Menurut peta polusi udara NASA, level NO2 pertama kali turun di dekat Wuhan. Sebuah trend yang berlanjut tatkala karantina dijalankan secara ketat di berbagai wilayah China.

Fei Liu peneliti kualitas udara China menyatakan kepada NASA Earth Observatory "ini adalah untuk pertama kali saya melihat penurunan dramatis di area seluas itu, setelah dilakukan pengawasan (berupa karantina penduduk di berbagai wilayah".

Beberapa data lain di antaranya Madrid, Spanyol Maret 2020, level NO2 turun 41-51% dibanding tahun 2019 sejak penerapan lockdown. Lisbon, Portugal, level NO2 turun 40-51% dibanding tahun 2019. Roma, Italia dan Wuhan, China kadar NO2 emisi gas dari mobil, pembangkit listrik dan pabrik turun 40% di kota-kota tersebut sejak lockdown. Sementara di New York, AS kadar karbon monoksida (CO) berkurang 50% dibanding tahun lalu.

Yang melegakan dan memberikan harapan adalah New Zealand. Yang berhasil menghentikan serangan virus Covid-19 secara total. Tantowi Yahya Dubes RI di Wellington lewat telepon mengatakan kepada saya "New Zealand teratasi karena peristiwa yang menguncang Negara itu sebelumnya".

Hari Jum'at 15 Maret 2019, teroris asal Australia Brenton Harrison Tarrant (28 tahun) secara membabi buta menembak umat Muslim di dua Masjid berturut-turut. An-Noor dan Linwood Islamic Centre. Tercatat 51 tewas dan 49 luka-luka.


Rakyat New Zealand terpukul keras karena belum pernah terjadi aksi teroris seperti itu. Perdana Menteri Jacinda Ardern (40 tahun) sejak peristiwa itu melakukan langkah keras terhadap rakyatnya khususnya yang mengganggu stabilitas negaranya. Tatkala Covid-19 melanda dunia, New Zealand yang menetapkan lockdown diseluruh wilayahnya dan masyarakat menaati. Hanya dalam waktu tiga bulan situasi terkendali. Meskipun menolak kedatangan maupun keberangkatan siapapun dari negara New Zealand, situasi sangat terkendali. Masyarakat, sekolah, perkantoran, kegiatan sosial telah bisa normal kembali.

Tatkala seluruh penduduk dunia khawatir kapan gerangang bencana berakhir, ternyata alam semesta berbeda perilaku khususnya di New Zealand. Diteluk Kaikaoura dua setengah jam di Utara Christchurch South Island New Zealand sejak tiga bulan lalu puluhan lumba-lumba/dusky berkumpul dalam jumlah lebih dari biasanya terutama setelah teluk tersebut tidak diizinkan untuk menerima kunjungan wisatawan.

Psikolog Samuel Paul Veissiere, PhD menyatakan setidaknya ada empat sisi positif ditengah wabah Covid-19. Pertama, lebih peduli terhadap kesehatan. Kedua, seluruh dunia bekerja sama pada skala global yang belum pernah terjadi. Ketiga, penduduk dunia saling membantu, saling mengirimkan perangkat masker maupun peralatan lainnya. Keempat, kualitas udara membaik secara signifikan.

Demikianlah tatkala sebagian besar penduduk dunia khawatir dan mencoba untuk mengukur kapan bencana akan berakhir. Alam semesta miliki cara tersendiri guna mengubah sejarah. Alam semesta telah berubah.

Pada sebuah acara Televisi Rosianna Silalahi bicara tentang konser amal Almarhum Didi Kempot yang berhasil menggalang dana Rp 7,6 M dalam satu malam. Didi Kempot si Sobat Ambyar mengatakan "pokoknya kita harus menyelenggarakan konser baru untuk maturnuwun Gusti Allah dan Terima kasih kepada alam semesta yang menyehatkan kita semua".

Pandemik Covid-19 telah membuat panik seluruh umat manusia. Tidak satupun mengingatkan betapa "alam semesta" telah jauh berubah menjadi lebih baik. Dan Didi Kempot adalah salah satunya penduduk bumi yang secara khusus mengucapkan terima kasih kepada alam semesta.

Jakarta, 29 Juni 2020

Ishadi SK Komisaris Transmedia

(mmu/mmu)