Kolom

Efek Domino Wabah Corona

Rochman Mustofa - detikNews
Rabu, 04 Mar 2020 11:03 WIB
tempat wisata dunia sepi karena virus corona
Tempat wisata dunia sepi karena wabah virus corona (Foto: ( AP/AFP/REUTERS)
Jakarta -

Presiden Joko Widodo pada Senin (2/3) telah mengumumkan bahwa virus corona (Covid-19) terdeteksi di Indonesia. Meskipun baru dua orang yang disebut positif terjangkit virus yang merenggut lebih dari 3.000 orang di seluruh dunia tersebut, masyarakat sudah panik dan mengambil langkah siaga guna mengantisipasi kemungkinan terburuk.

Epidemi corona diprediksi memberikan dampak luar biasa bagi berbagai sektor, terutama pariwisata dan ekonomi. Di negara China sendiri, banyak pabrik dan industri yang memilih menghentikan operasionalnya hingga waktu yang belum bisa ditentukan. Sebagian pabrik yang terpaksa beroperasi sudah diberi warning oleh pemerintah.

Bagaimanapun, wabah corona begitu mengerikan hingga World Health Organization (WHO) menyatakan status darurat. Dibandingkan wabah SARS 2003 yang juga berasal dari China, dampak yang dirasakan saat ini lebih luas. Ekonomi China pada 2003 jauh lebih kecil jika dibandingkan sekarang. World Bank mencatat Pendapatan Domestik Bruto (PDB atau GDP) China pada 2003 adalah 4.3% PDB global, bandingkan dengan 2019 yang tercatat sebesar 15.8% PDB global.

Persentase ekspor barang dari China ke negara-negara lain juga tumbuh dari 6% pada 2003 menjadi 12% pada 2019. Negara tetangga seperti Taiwan dan Jepang terutama sangat bergantung pada rantai pasokan dari China.

Ekonomi

Ekonomi China pada 2019 hanya tumbuh 6.1% akibat trade wars dengan Amerika Serikat, merupakan yang terendah dalam 30 tahun terakhir. Dengan adanya Coronavirus yang melumpuhkan sebagian besar industri di China, banyak pengamat memprediksi PDB China tahun 2020 akan jatuh, bahkan berada pada kondisi di ambang resesi.

Dampak ekonomi ini akan menyebar ke negara-negara lain seperti Jepang, Taiwan, bahkan Indonesia. Negara-negara lain memilih untuk menghindari kapal barang dari China. Pada akhir Januari 2020, aktivitas pelabuhan di China turun hingga 20%. Bahkan harga minyak dunia ikut turun seiring dengan melemahnya permintaan dari China yang merupakan importir minyak terbesar dunia.

Produsen otomotif seperti Honda dan Nissan serta raksasa Nike, Apple, dan Samsung memilih menghentikan sementara operasional pabrik terbesar mereka di China yang tentu saja berdampak pada suplai ke negara-negara lain. Industri pakaian ternama seperti Buchery, Louis Vutton, dan Kering juga terdampak karena konsumen terbesar produk mereka berasal dari China. Di samping itu, China memegang peran dalam rantai manufaktur industri pakaian mewah.

Sementara bagi Indonesia, China adalah investor kunci dalam foreign direct investment. Menurut Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono selaku, China mengimpor 74% bahan baku dan barang modal setiap satu hingga dua minggu ke Indonesia. Semenjak mewabahnya corona, impor menjadi terhambat.

Di samping itu, dikhawatirkan terjadi panic buying dari masyarakat terhadap barang kebutuhan pokok. Besarnya demand akibat panic buying yang tidak diimbangi dengan suplai memadai, baik dari dalam negeri maupun akibat impor yang terhambat dapat memicu terjadinya inflasi terhadap barang-barang terkait.

Di beberapa daerah misalnya sudah terjadi kelangkaan masker dan hand sanitizer. Kalau pun ada, barang tersebut dijual dengan harga yang jauh lebih mahal.

Pariwisata

Salah satu sektor yang paling terdampak adalah pariwisata. Negara-negara seperti Jepang, Italia, Thailand hingga Indonesia merasakan dampak tersebut dengan menurunnya occupancy hotel, tiket pesawat, serta tempat wisata. Penerbangan dari dan menuju China banyak ditutup, bahkan maskapai sekelas British Airways menutup atau mengalihkan rute penerbangan yang melibatkan transit di China.

Di Shanghai dan Hong Kong, Disneyland yang biasanya ramai pada Tahun Baru China memutuskan menutup sementara. Disney dalam pernyataannya memperkirakan potensi kerugian sebesar 175 juta dolar AS apabila Disneyland tutup selama dua bulan.

Arab Saudi mengambil langkah dramatis dengan memberlakukan larangan sementara terhadap umrah menyusul meningkatnya kekhawatiran terhadap Coronavirus. Keputusan ini memunculkan reaksi beragam, namun langkah tegas telah diambil.

Wilayah di Indonesia yang sangat mengandalkan sektor wisata seperti Bali merasakan dampak yang besar. Pada akhir Januari 2020, 10.000 turis China membatalkan rencana kunjungan ke Bali. Hampir di semua hotel dan penginapan di Pulau Dewata tersebut mengalami permintaan pembatalan dari calon pengunjung.

Industri Hiburan

Sektor industri hiburan seperti bioskop tidak luput dari dampak virus corona. China sendiri merupakan pasar yang menguntungkan bagi Hollywood dengan estimasi pendapatan pada Tahun Baru China sekitar 210 juta dolar AS. Dengan menyebarnya ancaman virus corona, tujuh film yang disiapkan sebagai blockbuster terpaksa ditarik.

Kabar terbaru bahkan kemungkinan film live action terbaru andalan Disney yang bernuansa China, Mulan tidak akan ditayangkan di China menyusul mewabahnya Coronavirus. Kerugian yang diderita akibat hilangnya potensi pendapatan pada liburan tahun baru China diprediksi mencapai 1 miliar dolar AS.

Mission Impossible 7 yang sedianya melangsungkan proses syuting di Venisia, Italia juga terpaksa dibatalkan. Hal ini menyusul meningkatnya ancaman virus corona di negara-negara Eropa, khususnya Italia. Di Prancis, kasus Coronavirus memaksa penyelenggara ajang festival film paling bergengsi, The Cannes Film Festival membuat pernyataan kemungkinan perubahan jadwal.

Sementara itu boyband K-Pop BTS juga secara resmi membatalkan konsernya di Seoul dikarenakan pihak agensi tidak dapat memprediksi skala penyebaran virus corona.

Efek domino dari virus corona diperkirakan akan terus berlanjut selama belum ditemukan obatnya. Produk-produk yang dipercaya secara medis mampu meningkatkan kekebalan tubuh akan semakin diburu. Kekhawatiran dan kepanikan masyarakat tidak akan banyak mengubah situasi, namun justru menjadi bumerang.

Langkah terbaik yang bisa dilakukan saat ini adalah menjaga kesehatan dan kebersihan, mengikuti perkembangan informasi, tetap bersikap tenang, dan mengurangi aktivitas yang tidak perlu.

(mmu/mmu)