Kolom

Makau Torehkan Prestasi Selama 20 Tahun Setelah Kembali ke Tiongkok

Wangxin - detikNews
Senin, 30 Des 2019 18:00 WIB
Foto: Dok Pribadi
Jakarta - Daerah Administratif Khusus Makau Tiongkok terletak di Tiongkok Selatan tepi barat Delta Sungai Mutiara, memiliki luas tanah 32,8 kilometer persegi dengan populasi 67 2.000 jiwa.

Daerah Administratif Khusus Makau adalah daerah bekas jajahan Portugis, yang akhirnya pada 1999 kembali ke pangkuan tanah air Tiongkok. Hari ini genap 20 tahun kembalinya Makau ke Tanah Air Tiongkok, dan seluruh masyarakat Tiongkok bersuka cita merayakannya.

Selama 20 tahun ini, Makau telah mengalami banyak perubahan dan perbaikan, prestasi yang dihasilkan pun sangat menonjol. Mari kita simak prestasi-prestasi yang telah ditorehkan oleh Makau selama 20 tahun ini.

Dari sisi ekonomi, pada 1999, PDB Makau tercatat hanya sebanyak 5,1 miliar Pataca Makau (MOP) saja, dan pada 2018 telah meningkat sebanyak 441,7 miliar Pataca Makau (MOP). Sedangkan PDB per kapita Makau di 2018 tercatat 670 Pataca Makau (MOP), menduduki peringkat kedua di dunia.

Selain itu, laba fiskal Pemerintah Makau pada 2018 tercatat 505,6 miliar Pataca Makau (MOP), meningkat 193 kali lipat jika dibandingkan dari laba pada 1999 yang hanya berjumlah lebih dari 2 miliar Pataca Makau (MOP) saja. Kini, masyarakat telah hidup lebih sejahtera.

Dari sisi sosial, rata-rata usia harapan hidup masyarakat Makau pada 2018 adalah 83,7 tahun. Sedangkan pada 1999 rata-rata usia harapan hidupnya lebih rendah yaitu 77,9 tahun. Selain itu, tingkat penganggguran di Makau telah mencapai titik terendah selama dekade ini, yaitu sebesar 1,8% pada 2018.

Semua prestasi-prestasi ini tentu saja tak lepas dari dukungan kuat Pemerintah Pusat Tiongkok, yaitu dibentuknya 'Closer Economic Partnership (CEPA) antara Makau dengan daratan Tiongkok' dan 'Garis Besar Rencana Pembangunan Kawasan Teluk Besar Guangdong-Hong Kong-Makau'.


Selain itu, dukungan juga diberikan melalui pembangunan infrastruktur seperti pembangunan jembatan raksasa Hong Kong-Zhuhai-Makau dan bandara baru Makau.

Kesuksesan ini tentu saja berkat penerapan kebijakan politik 'Satu Negara Dua Sistem'. Satu negara yaitu satu negara Tiongkok, sedangkan 2 sistem adalah sistem sosialisme yang terpusat di RRT, dan sistem kapitalisme di Hong Kong, Taiwan dan Makau, yang dapat menjalankan otonomi tingginya sendiri.

Pemerintahan Makau dikelola oleh warga Makau sendiri. Prestasi Makau adalah kesuksesan dari 'Satu Negara Dua Sistem', kesuksesan konstitusi dan kesuksesan UUD Makau. Kesuksesan ini tentu saja juga tak terlepas dari dukungan seluruh masyarakat Makau, baik dari rakyat sipil maupun Pemerintah Makau.

Oleh: Wangxin

*Penulis adalah seorang jurnalis China Radio International (akn/ega)