Menanam Akar Wangi di Bantaran Bengawan Solo

Kolom

Menanam Akar Wangi di Bantaran Bengawan Solo

Azzahra Husna Faridah - detikNews
Kamis, 28 Nov 2019 15:24 WIB
Kebun akar wangi di bantaran Sungai Bengawan Solo
Kebun akar wangi di bantaran Sungai Bengawan Solo
Jakarta -
Akar wangi atau narwastu adalah sejenis rumput yang berasal dari India. Tumbuhan ini dapat tumbuh sepanjang tahun, dan dikenal banyak orang sejak lama sebagai sumber wangi-wangian. Tanaman ini dapat tumbuh di berbagai bentuk kondisi tanah, areal perbukitan, dataran rendah, daerah rawa, dan bahkan pada areal bekas tambang. Tanaman ini tumbuh tegak dengan tinggi mencapai 1,5 hingga 2,5 meter serta dapat tumbuh di daerah dengan curah hujan rendah maupun cukup tinggi.

Akar-akar tanaman ini mampu menahan partikel-partikel tanah sehingga dapat mencegah erosi. Batangnya kaku dan keras, tahan terhadap aliran air. Jika ditanam rapat atau berdekatan akan membentuk pagar, dan mampu mengurangi kecepatan aliran air dan menahan material sedimen. Oleh karenanya, tanaman ini tidak diperbolehkan dipanen akarnya, karena dapat menimbulkan efek yang kontradiktif, yakni terjadinya kerusakan tanah.

Akarnya yang panjang dapat menjadi pengikat antara lapisan tanah dan lapisan kedap air. Akar wangi dimanfaatkan di bantaran sungai dan tanah miring untuk mencegah erosi dan tanah longsor. Hal ini sangat penting untuk bagian mitigasi bencana. Di bantaran Sungai Bengawan Solo misalnya, ditanami akar wangi untuk mencegah erosi.

Pada Sabtu (23/11) lalu mahasiswa asing dari Belanda dan Jepang bekerja sama dengan SIBAT PMI menanam akar wangi di bantaran sungai Bengawan Solo, tepatnya di Mojo, Semanggi, Solo. Dan, juga melibatkan Pelajar Boyolali Peduli Lingkungan, Mahasiswa UNS, dan masyarakat sekitar. Akar wangi dipilih karena saat ini hanya itu yang disarankan oleh Balai Besar Bengawan Solo. Kalau tanaman yang besar-besar, bisa suatu saat akan tumbang dan dapat membendung aliran sungai.

Penanaman Kembali

Daun akar wangi juga berguna untuk menyerap karbondioksida, pakan ternak, mengusir hama, dan bahan dasar pembuatan kertas. Beberapa waktu lalu, kebun akar wangi yang ada di bantaran Sungai Bengawan Solo tepatnya di Mojo tersebut sempat terbakar. Untuk itu dilakukan kembali usaha penanaman akar wangi.

Proses penanaman dimulai dengan menyiapkan lahan. Lahan yang digunakan harus bersih dari gulma, kemudian dibuat lubang tanam 20x20x20 cm dengan kedalaman tanam tidak lebih dari 4cm. Jarak penanaman sekitar 20 cm, tiap titik diisi dengan bibit (per rumpun). Dua minggu sebelum melakukan penanaman, lubang diisi dengan pupuk kompos. Setelah itu disiram dengan air secukupnya. Setiap dua minggu sekali harus dicek untuk diamati perkembangan tanaman.

Semoga tanaman akar wangi yang sudah ditanam di bantaran Sungai Bengawan Solo dapat tumbuh dengan baik. Sehingga lingkungan yang berada dekat sungai tidak terkena dampak negatif dari sungai tersebut.

(mmu/mmu)